Rutan Kelas II B Humbahas Butuh Tenaga Kesehatan

  • Whatsapp
Ka Rutan Kelas II B Humbahas, Jhonson Manurung.

DOLOK SANGGUL – Memaksimalkan kesehatan warga binaan pemasyarakatan (WBP), rumah tahanan (Rutan) kelas II B Humbang Hasundutan (Humbahas) membutuhkan tenaga kesehatan. Tenaga kesehatan dimaksud, yakni satu orang dokter dan dua orang perawat.

Demikian dikemukakan Ka Rutan Kelas II B Humbahas, Jhonson Manurung didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan, Jakaris Sianturi kepada wartawan saat melakukan kunjungan, kemarin.

Bacaan Lainnya

Katanya, selain membina moral warga binaan di rutan tersebut pihaknya juga perlu menjaga kesehatan para WBP. Oleh sebab itu, pihaknya sangat membutuhkan tim kesehatan yang melayani dan mengontrol kesehatan warga binaan.

“Selama ini, kalau ada WBP yang kurang sehat seperti flenza atau demam, batuk, asam lambung dan lainnya, kita selalu membawa berobat ke Puskesmas terdekat yakni di desa Matiti atau RSUD Dolok Sanggul. Nah kalau, salah satu WBP tiba-tiba sakit pada tengah malam atau di luar jam kerja kantor, kita yang repot. Padahal petugas kita untuk pengamanan rutan masih sangat minim,” jelasnya.

Dia menguraikan bahwa, saat ini, Rutan tersebut berpenghuni 470 orang WBP. Dari jumlah tersebut 396 WBP laki-laki dan 74 WBP perempuan. Para WBP tersebut mayoritas tersangkut narkoba dan kasus kejahatan lainnya.

Selain itu, katanya, para WBP yang dibina di Rutan kelas II B Humbahas itu, umumnya para pengguna narkoba yang di kirim dari LP Tanjung Gusta dan Rutan lainnya di Sumut.

“Melihat jumlah dan latar belakang WBP, jumlah petugas kita tidak sebanding untuk menjaga keamanan. Jadi jika petugas keamanan melakukan pendampingan untuk pengobatan salah satu napi ke pelayanan kesehatan terdekat, warga binaan yang tinggal di Rutan sangat berpotensi atau rawan terjadi gangguan keamanan/ketertiban. Inilah yang perlu kita waspadai,” tukasnya.

Katanya lagi, bahwa sebelumnya, melalui Ka Rutan sebelumnya, pihaknya sudah melakukan permohonan permintaan penempatan tenaga kesehatan era pemerintahan bupati Maddin-Marganti. Namun sejauh ini, hal tersebut belum realisasi. Pun demikian, pihaknya juga akan kembali melakukan permohonan melalui surat tertulis kepada Pemkab setempat.

Terkait sarana kesehatan, sambung Jhonson, pihak Rutan sudah menyediakan ruangan klinik kesehatan.

“Bilamana ada warga binaan kurang sehat, bisa dirawat dan opname di klinik tersebut tanpa harus puskesmas atau rumah sakit,” pungkasnya.

 

 

Laporan: And

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *