Seorang Warga Terseret Banjir di Dusun Parlabian Desa Simanosor

  • Whatsapp
Banjir yang menerjang satu unit jembatan rambing di Dusun Parlabian, Desa Simanosor, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli tengah, Sumut. Foto Dok SNT.

TAPANULI TENGAH Jembatan rambing yang biasa dilalui puluhan warga Dusun Parlabian di Desa Simanosor, Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, rusak di terjang Banjir, Sabtu sore, (18/11/2017).

Warga dari Dusun Parlabian jadinya terkendala untuk menyeberang ke daerah lainnya akibat jembatan yang rusak diterjang banjir tersebut. Sementara derasnya arus sungai, tidak dapat diseberangi warga. Sekitar 50 kepala keluarga yang memanfaatkan akses ini terkendala.

Bacaan Lainnya

Y.Laoly (37) menjelaskan kalau akses jembatan rambing sepanjang sekitar 30 meter tersebut tidak bisa dimanfaatkan warga lagi.

“Rambingnya sekitar 30 meter dengan lebar 2 meter kini rusak akibat banjir besar. Sudah dua minggu warga dari dusun ini terisolir akibat akses jembatannya rusak. Dan Minggu semalam ada juga korban yang terseret arus sungai ini. Dia jatuh dan terseret arus sungai sejauh 25 meter, beruntung berhasil selamat walau pun luka luka,” jelas Y.Laoly, Senin, (20/11/2017).

Menurutnya, korban sudah dibawa ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Namanya Ama Yuyun Zebua, Luka-luka di bagian tangan dan kaki akibat terbentur bebatuan sewaktu terseret arus deras air sungai itu,” ungkapnya.

Keluarga Ama Yuyun Zenua membenarkan peristiwa yang menimpa salah satu kerabatnya. Dia mengatakan hanya bersyukur bisa Selamat dari terjangan banjir itu.

“Saudara kami masih lemas dan baru kita bawa berobat. Kita masih bersyukur Bapak Yuyun bisa selamat. Hanya mengalami luka ringan saja dan lemas karena banyak minum air,” kata G.Zebua salah satu keluarga korban Banjir.

Warga berharap agar pemerintah daerah lewat Instansi terkait dapat segera memperbaiki akses jembatatan yang sudah rusak tersebut.

Tidak ada jalan lain selain memanfaatkan jembatan penghubung yang rusak itu selain menyeberangi sungai.

“Kita hanya berharap pada pemerintah agar jembatan kami ini segera di perbaiki, karena cuman itu akses kami ke seberang sana untuk ke ladang dan ke dusun sana. Dan untuk saat ini kita menunggu air sungainya surut, baru kita menyeberang ke seberang sana,” warga lainnya bermarga Laoly.

 

 

Laporan: Job Purba

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *