Warga Desa Unte Mungkur IV Langsung Rasakan Manfaat Dana Desa

  • Whatsapp
Warga ikut mengerjakan Pembangunan Jalan dengan Sumber Dana dari Dana Desa. Foto Dok SNT.

TAPANULI TENGAH – Warga di Desa Unte Mungkur IV Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) kini merasakan manfaat pembangunan pekerjaan jalan sepanjang 520 meter yang bersumber dari Dana Desa. Selama ini.

Jalan tersebut dibangun Rabat Beton yang dilengkapi dengan Tembok Penahan Tanah (TPT)

Bacaan Lainnya

“Senang dengan Dana Desa ini. Jalan semakin membaik. Anak-anak dan warga yang melintas sudah bisa berjalan tanpa takut ada becek. Jalannya kan langsung dirabat beton, makanya terlihat bagus. Ini merupakan suatu kemajuan desa berkat program pak Jokowi yang pro akan masyarakat desa, kami berharap pak Jokowi tidak berhenti dalam membuat program hingga ke desa-desa,” kata seorang warga di desa itu, Sabtu kemarin (18/11/2017) kepada wartawan.

Kepala Desa Unte Mungkur IV, Firman Nainggolan yang dikonfirmasi terkait pembangunan Dana Desa di Unte Mungkur IV menjelaskan, bahwa selama tahun 2017, mereka menerima dana desa senilai Rp800.254.000, dengan rincian untuk fisik sekitar Rp739.081.800, kemudian operasional Rp61.172.200.

Sementara untuk pembangunan fisik, Kepala Desa Mungkur IV ini mengaku, bahwa tahun 2017, mereka melaksanakan pembangunan Pembukaan dan Perkerasan jalan Rabat Beton dusun I sampai dusun V dengan volume 520 meter, serta TPT 210 meter kiri-kanan, anggaran yang dipergunakan untuk fisik sekitar Rp611.721.800, operasional Rp61.172.200, total anggaran yang dipergunakan untuk pembangunan pembukaan jalan, rabat beton dan TPT ini adalah Rp672.894.000.

“Kegiatan fisik kita ada 3 macam, tapi berada dilokasi yang sama, termasuk pembukaan jalan, pembangunan Rabat Beton, dan TPTnya. Selain untuk fisik, Dana Desa juga kita pergunakan untuk kegiatan Pemberdayaan,” jelasnya.

Dia kembali menuturkan, beberapa kegaiatan Pemberdayaan yang mereka tampung melalui Dana Desa, diantaranya Bimbingan teknis sistem keuangan desa untuk peningkatan pemberdayaan kapasitas aparatur dengan alokasi dana Rp14.200.000, kegiatan pelatihan dan pendidikan formal Rp47.460.000, penyuluhan hukum dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa dengan alokasi dana Rp6.600.000, kegiatan pengembanagan sistim administrasi dan keuangan desa dengan alokasi dana Rp9.100.000. Kemudian anggaran dana untuk Badan Usaha Milik Desa dengan proyeksi kerja pembuatan meteran air minum senilai Rp50.000.000.

“Untuk tahun 2017, dana desa yang sudah cair masih tahap 60 %, untuk tahap berikutnya akan cair bulan-bulan ini, sehingga pembangunan akan kembali kami lanjutkan. Dengan terlaksananya pembangunan ini, Saya bersama aparat desa sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kecamatan, penegak hukum serta para pendamping desa, yang selalu memberikan arahan kepada kami, agar tidak terjadi penyalah gunaan dana desa,” tandas Kepala Desa yang diamini oleh Ketua BPD Unte Mungkur IV, Sappetua Siburian.

 

 

 

Laporan: Firmansyah Simatupang

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *