Melalui Dana Desa, Desa Muara Nauli Kembangkan Kolam Ikan dan Pembangunan Jalan

  • Whatsapp
Kepala PMD Tapteng bersama pendamping Tehnik desa saat melakukan pengawasan dilokasi bangunan desa, Senin, (20/11/2017).

TAPANULI TENGAH – Dengan melaksanakan musyawarah, warga Desa Muara Nauli, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sepakat mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan pengadaan sarana prasarana roduk usaha pertanian, ketahanan pangan kolam ikan.

Meskipun Dana Desa Muara Nauli banyak dipergunakan untuk BUMDes, Desa Muara Nauli juga melaksanakan pembangunan fisik yang dianggap sangat diperlukan oleh warga masyarakat, itu semua sesuai dengan hasil musyawarah yang sebelumnya sudah dilaksanakan.

Bacaan Lainnya

“Selain pengembangan BUMDes, kita juga melaksanakan pembangunan fisik berupa rabat beton dan drainase,” ungkap Mayur Rahel Nababan Kepala Desa Muara Nauli saat berbincang bincang dengan wartawan, Senin (20/11/2017).

Dijelaskannya, beberapa pembangunan yang dikerjakan oleh Desa Muara Nauli diantaranya, pembangunan saluran drainase di dusun I dengan volume 143 meter, alokasi dana yang dipergunakan untuk fisik sebanyak Rp88.447.000, untuk operasional Rp9.605.000, total dana desa yang dipergunakan dalam membangun drainase ini adalah Rp96.052.000.

 

 

Kemudian, pembangunan Rabat beton di dusun II dengan volume 296.70 meter, dengan alokasi dana untuk fisik sebesar Rp224.117.400, operasional Rp24.902.000, total alokasi dana yang dipergunakan adalah Rp249.019.400, termasuk pembukaan jalan di dusun II sepanjang 238.70 meter, dengan alokasi dana untuk fisik sebesar Rp166.222.200, operasional Rp18.469.000, total dana yang dipergunakan Rp184.691.200.

Mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan pengadaan sarana prasarana roduk usaha pertanian, ketahanan pangan kolam ikan dengan alokasi dana Rp123.550.000, Bantuan bibit sawit kepada warga dengan alokasi dana Rp35.590.000.

Bimbingan teknis sistim keuangan desa untuk peningkatan pemberdayaan kapasitas aparatur desa dengan alokasi dana Rp14.200.000, kegiatan pelatihan dan pendidikan formal dengan alokasi dana Rp47.460.000, penyuluhan hukum rangka pemberdayaan masyarakat, alokasi dana Rp 6.600.000, kegiatan pengembangan sistem administrasi dan keuangan desa, alokasi dana Rp9.900.000.

“Dengan terlaksananya pembangunan desa ini, saya sangat berterimakasih kepada para pendamping, pemerintah Kecamatan, PMD, serta Kejaksaan Sibolga, Polres Tapteng dan TNI, yang selalu turun kelokasi pembangunan untuk melakukan pengawasan, saya berharap dengan bantuan dari penegak hukum dan pemerintah Kabupaten, alokasi Dana Desa kami bisa tepat sasaran dan tidak salah dalam penggunaannya,” pungkasnya.

 

 

Laporan: Firmansyah Simatupang

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *