Melati Digilir Tiga Pria di Kamar Mandi Pelabuhan Lama Sibolga

  • Whatsapp
Tersangka asusila an MASL Als A Als PC (pakai baju merah).

SIBOLGA Melati (nama samaran) warga Jalan Gereja, Kelurahan Angin Nauli, Kota Sibolga, Sumatera Utara menjadi korban pencabulan tiga orang pria di kamar mandi Pelabuhan Lama Sibolga, Sabtu (29/2/2016) sekira pukul 03.00 WIB.

Kapolres Sibolga AKBP Benny Remus Hutajulu melalui Kasubbag Humas IPTU R Sormin kepada wartawan menjelaskan, bahwa pada tanggal 29/2/2016 orangtua korban Marsitta Tambunan (52) tidak melihat anaknya Melati di rumahnya. Semula, Melati permisi hendak ke warnet.

Bacaan Lainnya

Gelisah tak mengetahui keberadaan putrinya itu, lantas Marsitta melakukan pencarian hingga ke rumah teman-teman korban. Namun tidak ditemukan juga. Tak sampai di situ, ibu korban lalu menyasar melakukan pencarian hingga ke Pelabuhan Lama sibolga.

“Melati ditemukan ibunya di dalam kamar mandi di Pelabuhan Lama Sibolga dalam keadaan tidak sadarkan diri. Setelah sadar, korban menceritakan bahwa ada tiga orang laki-laki memaksa untuk menghisap alat kelamin ketiga laki-laki tersebut secara bergiliran,” kata Sormin memulai keterangannya kepada awak media, Senin (20/11/2017).

Sormin menambahkan, setelah ibu korban mendengar peristiwa yang dialami anaknya tersebut, selanjutnya pada hari Sabtu (29/2/2016) pukul 11.00 WIB membuat laporan pengaduan ke Polres Sibolga.

“Selanjutnya setelah menerima laporan itu, kemudian pada hari Sabtu (18/11/2017) pukul 19.30 WIB Kasatserse AKP Agus memerintahkan unit luar untuk melakukan lidik, dan pada hari Sabtu (18/11/2017) pukul 20.00 WIB tersangka diamankan ketika duduk di rumahnya. Setelah dilakukan pemeriksaan tersangka mengaku bernama MASL alias A alias PC (33) buruh, warga Jalan Komodor Yos Sudarso, Kota Baringin Sibolga,” ungkap Sormin.

Sormin menyebutkan, dari hasil pemeriksaan dan pengembangan, ada dua orang teman tersangka yang idetintasnya sudah diketahui.

“Tersangka ini belum pernah dihukum dan sudah menikah anak tiga. Aksi pencabulan itu ada dua orang lagi kawan tersangka yang identitasnya sudah kita ketahui,” ungkapnya.

Aksi pencabulan itu terjadi, lanjut Sormin, setelah tersangka dan dua orang temannya melihat sepasang remaja pada hari Sabtu (29/2/2016) yang sedang pacaran berada di warung tersangka. Dimana busana korban pada bagian bawah telah dibuka, sedangkan temannya duduk di bangku dengan busana bawah terbuka hingga lutut, sehingga tersangka dan teman-temannya mengamankan kedua insan tersebut dan saat itu Melati minta tolong sehingga tersangka menyuruh ke kamar mandi .

“Dan di kamar mandi tersebut tersangka meremas payudara korban, dan menyuruh memegang alat kemaluan tersangka. Setelah itu tersangka keluar dari kamar mandi menemui pacar korban kemudian makan di kedai. Di saat itulah kedua teman tersangka satu persatu masuk ke dalam kamar mandi melakukan aksi pencabulan,” beber Sormin, seraya menambahkan, ketika aksi kedua teman tersangka, saat itu ada warga yang datang sehingga tersangka menyuruh pacar korban untuk bersembunyi.

Masih kata Sormin, pada pagi harinya Melati datang untuk menanyakan tentang sepedamotornya. Kemudian tersangka berangkat untuk bekerja, dan tersangka mendapat informasi bahwa korban meninggal dunia.

“Karena ketakutan mendengar kabar korban telah meninggal dunia, tersangka pada pukul 09.00 WIB berangkat ke Padangsidimpuan serta bekerja sebagai kuli bangunan lebih kurang 9 bulan. Tersangka kemudian pindah ke Hajoran Tapteng, dan bekerja sebagai buruh tambak udang,” jelas Sormin.

Selama dalam pelarian, istri tersangka datang untuk menemui pelaku. Selanjutnya tersangka bekerja sebagai kuli bangunan di Sibolga Julu, dan kembali ke rumahnya di Hajoran.

Pada hari Sabtu (18/11/2017) pukul 06.30 WIB tersangka berangkat ke Sibolga setelah mendapat kabar ibunya sedang sakit, dan istri tersangka pada hari Jumat (17/11/2017) pada pukul 18.00 WIB melahirkan anak ketiga, namun BPJS yang dimiliki ada permasalahan, sehingga sekitar pukul 20.00 WIB ketika tersangka duduk-duduk di dalam rumahnya kemudian ditangkap oleh pihak yang berwajib.

“Tersangka menyesali perbuatannya. Tersangka ditahan di RTP Polres Sibolga, dan diduga telah melanggar pasal 289 KUHPidana dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun.,” pungkasnya.

 

 

(ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *