Jalan Kupak-Kapik, Penjual Durian Mengeluh Tak Sampai ke Pinangsori

  • Whatsapp
Kondisi Jalan yang Rusak.

TAPANULI TENGAH – Jalan penghubung 2 Desa di Kecamatan Lumut, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara ini, nyaris tak bisa dilalui kenderaan roda dua. Pasalnya, jalan sepanjang sekitar 5 KM tersebut tampak kopak kapik, dan nyaris tinggal tanah.

Pada musim buah saat ini membuat jalan penghubung kedua desa yang tiap hari dilalui, tak jarang pada titik akses ini terjadi kecelakaan tunggal saat melintas.

Bacaan Lainnya

Warga Desa Masundung kepada awak media menceritakan bahwa kondisi jalan terjadi menyeluruh sampai ke kampung mereka di Masundung.

“Bukan cuman ini saja pak yang rusak. Adalagi yang lebih parah di atas sana. Sudah banyak jatuh di titik jalan rusak itu, apalagi ini musim hujan pastilah sangat rawan itu. Adalah sepanjang 5 KM. Yang paling parah sekarang ini,” B.Sitompul warga Masundung, Rabu, (22/11/2017) siang.

 

 

Warga lain dari Desa Sialogo juga menyatakan hal yang sama mengenai jalan tersebut.

“Kami juga sudah sangat repot pak dengan rusaknya jalan ini. Hasil karet maupun durian yang musim saat ini tak mampu lagi kami angkut ke Pinangsori. Tak imbang lagi biaya operasi kereta (Sepeda Motor, red) kalau rusak, bila dibandingkan dengan hasil kita mengantar hasil pertanian kesana. Jadi cukup di sini sajalah kita jual. Ada nanti datang kesini para Agen. Yah, harganya pastilah lebih murah di banding turun langsung kita ke Pinang sori,” ungkap A.Waruwu (55) ketika menjual buah duriannya dikawasan itu.

 

 

Warga di dua desa itu berharap pemerintah bisa memperbaiki akses yang tiap hari mereka lalui. Apalagi anak-anak sekolah ternyata banyak juga dari daerah ini ke Pinangsori, baik pelajar SMA maupun SLTP.

Kepala Desa Setempat ketika di hubungi melalui selulernya membenarkan keadaan tersebut, dan berharap pihak-pihak terkait dapat mendengarkan keluhan warganya.

“Memang benar, jalan itu sudah rusak parah. Harapan kita pihak pemerintah bersedia memperbaiki jalan kami ini sesuai dengan keluhan-keluhan masyarakat di dua desa ini,” ujar Kepala Desa Kasubdin Ferry Sipahutar.

 

 

Laporan: Job Purba

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *