Arief Yahya, Menteri Pariwisata Pertama Menjelajahi Bakkara yang Penuh Pesona

  • Whatsapp
Arief Yahya, Menteri Pariwisata saat mengunjungi Bakkara. Foto: DOK/ist.

HUMBANG HASUNDUTAN –  Bakkara adalah nama sebuah wilayah di pinggiran barat daya Danau Toba. Sebuah lembah indah di pinggiran Danau Toba yang dikelilingi perbukitan nan cantik. Namanya memang belum sepopuler daerah lain di pinggiran Danau Toba yang banyak menarik wisatawan untuk datang.

 

Bacaan Lainnya

 

Tapi keindahannya sungguh tak akan mengecewakan. Disini terdapat 7 desa (huta), yang masuk didalam Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan.

Bakkara dulunya merupakan pusat peradaban yang tercermin dari adanya Istana Sisingamangaraja yang merupakan tempat lahirnya Raja Sisingamangaraja XII. Kompleks Istana Sisingamangaraja terdiri dari 4 bangunan yang dipenuhi dengan ukiran Gorga khas rumah suku Batak.

Kompleks Istana Sisingamangaraja sudah menjadi objek wisata sejarah dan arsitektur yang menarik banyak wisatawan. Hal ini membuat Menteri Pariwisata, Arief Yahya sangat antusias mengunjungi Istana Sisingamangaraja.

 

 

Statement Menpar kepada Masyarakat Bakkara

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan, Istana Sisingamangaraja menjadi daya tarik Di Bakkara, akses saat ini tidak ada masalah sedang dikerjakan. “Amenitas Homestay oleh karena itu akan kita bantu 150 bantuan untuk Stimulus Homestay, bentuk bantuan berupa pemberian kasur, selimut, sprei, handuk dan buku tamu,” kata Menpar, Kamis, (23/11/2017).

Menurut Menpar, pengelolaan operasional akan difasilitasi melalui pendampingan oleh Kementerian Pariwisata Dan Rencana Pembangunan tahun depan akan dibangun oleh PUPR dan Kementerian Terkait.

“Menurut Arahan Bapak Presiden Jokowi, sebelum membangun destinasi yang besar sebaiknya kita melibatkan peran serta masyarakat. Mengapa Presiden serius ke Danau Toba, karena melihat banyak bangunan saat ini yang cenderung minimalis dan Tidak mencerminkan arsitektur Nusantara dengan kearifan lokal masyarakat. Oleh karena itu, rencana kita akan bangun Restaurant dengan menggunakan Desain Arsitektur Nusantara,” ungkapnya.

 

 

Menurutnya, dalam pengelolaan homestay agar membuat SOP pengelolaan Homestay, kepemilikan tetap milik masyarakat, tapi pengelolaannya serahkan pada ahlinya dan akan dibantu oleh Kemenpar, hingga pemasarannya juga dapat dibantu dalam pemasaran penjualan Homestay, secara digital.

“Penghasilannya untuk masyarakat dan pemasaran online akan dibantu Kemenpar. Apabila konsep homestay ini berkembang maka depelover akan banyak membangun homestay, dan pemerintah Pusat juga akan membantu modal inevestasinnya dengan menggunakan desain Arsitektur Nusantara,” jelasnya.

 

 

Harapannya kedepan, sebaiknya Arsitektur asli di kawasan DanauToba harus diangkat kembali, supaya arsitektur Nusantara ini dapat menunjukkan kesan bahwa saat ini Kita Berada di Danau Toba.

“Sebagai contoh penerbangan Silangit Singapore tiketnya saat ini sudah terjual 98 persen Dan tahun 2018 kita upayakan menjadi 100 persen,” tutupnya.

 

Arief Yahya, Menteri Pariwisata saat mengunjungi Bakkara.

 

 

 

 

#WonderfulLakeToba
#WonderfulIndonesia

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *