Kota Sibolga Kemungkinan Menjadi Empat Dapil

oleh

SIBOLGA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) berdiskusi dengan wartawan di Aula Topaz Hotel Wisata Indah, Jumat (24/11/2017).

Dalam diskusi tersebut terungkap bahwa Kota Siboga memiliki peluang penambahan daerah pemilihan (Dapil) dari dua dapil menjadi empat dapil kendati jumlah penduduknya hanya 96.538 jiwa.

Komisioner KPU Sibolga Salmon Tambunan menjelaskan, penetapan penambahan dapil ini ditentukan KPU pusat, karena daerah sifatnya hanya mengusulkan.

Hal itu sebagaimana diatur UU nomor 7/2017 tentang pemilihan umum, dan Peraturan KPU nomor 7/2017 tentang tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan pemilihan umum (Pemilu).

Salmon mengatakan, jumlah kursi anggota DPRD kabupaten/kota ditetapkan paling sedikit 20 kursi dan paling banyak 55 kursi. Dengan mekanisme penghitungan alokasi kursi sesuai ayat 2 UU nomor 7/2017.

Katanya lagi, bahwa dalam regulasi ini diatur, jumah penduduk sampai 100.000 jiwa alokasi kursinya 20 kursi. Kota Sibolga jumlah penduduknya 96.538 jiwa dan mendapat 20 kursi di DPRD.

Jumlah penduduk Kota Sibolga ini tersebar di empat kecamatan, rinciannya Sibolga Utara (22.652 jiwa), Sibolga Kota (16.884 jiwa), Sibolga Selatan (33.991 jiwa), dan Sibolga Sambas (23.011 jiwa).

“Estimasi perolehan kursinya, Kecamatan Sibolga Utara 5 kursi, Sibolga Kota 3 kursi, Sibolga Selatan 7 kursi dan Sibolga Sambas 5 kursi. Jumlahnya 20 kursi,” kata Salmon.

Dia menambahkan, UU nomor 7/2017 ini juga menjelaskan penataan dapil. Kecamatan yang memeroleh alokasi kurang dari 3 kursi harus digabungkan dengan satu atau lebih kecamatan lainnya dengan ketentuan alokasi kursinya paling sedikit 3 kursi dan paling banyak 12 kursi.

Kecamatan yang memeroleh alokasi 3 kursi dapat digabungkan dengan satu atau lebih kecamatan yang berbatasan langsung dalam satu wilayah kabupaten/kota dengan alokasi paling banyak 12 kursi.

Dan kecamatan yang memperoleh alokasi lebih dari 12 kursi, dibagi menjadi 2 atau lebih yang terdiri dari bagian kecamatan.

Dalam diskusi ini, wartawan memberikan tanggapan yang beragam terkait wacana penambahan dapil tersebut. Ada yang setuju tetap dua dapil seperti selama ini, ada pula yang setuju menjadi empat dapil.

(ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *