Dulu, Mobil Ditinggalkan di Rumah Famili, Kini Tak Lagi…

  • Whatsapp
Warga saat berada di bangunan dana desa Hudopa Nauli yang sudah selesai dikerjakan.

TAPANULI TENGAH – Jalan yang sebelumnya selalu mengalami becek saat musim hujan dan sangat susah dilintasi kendaraan. Kini jalan yang berada di Desa Hudopa Nauli, Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, telah dibangun dengan menggunakan dana desa.

Kepala Desa Hudopa Nauli, Rindu Hutabarat menceritakan, bahwa sebelumnya jalan di desa mereka sangat rusak. Sehingga kendaraan pun susah masuk ke kampung mereka. Bahkan, jika ada warganya yang punya mobil pribadi, sering ditinggalkan di tempat famili, karena susahnya melintasi jalan mereka.

“Sangat susahlah melintasi jalan ini. Dulu ini semua becek, mobil yang lewat harus gardang II, kalau gardang I, seringan lengket di jalan, apalagi supirnya baru melintasi jalan kami ini. Kami sangat berterimakasihlah kepada Pak Presiden. Dengan Dana Desa, kini jalan kami sudah enak dilintasi, mobil apapun sudah bisa masuk melalui jalan utama ini,” katanya, Rabu (23/11/2017).

Rindu kembali menjelaskan, dana desa mereka tahun anggaran 2017 dipergunakan untuk, kegiatan perkerasan jalan rabat beton dusun I dan III dengan volume 1.013 meter atau 1 km lebih, alokasi dana yang dipergunakan untuk fisik adalah Rp628.966.500, untuk operasional Rp62.896.500, total dana desa yang dipergunakan untuk rabat beton adalah Rp691.863.000, kemudian pengadaan alat-alat pesta Rp50.000.000, sebagian dana dipergunakan untuk kegiatan Pamsimas (pengadaan air bersih) sekitar Rp35.000.000.

Selain kegiatan fisik, dana desa mereka juga dipergunakan untuk kegiatan pemberdayaan seperti, bimbingan teknis sistem keuangan desa untuk peningkatan pemberdayaan kapasitas aparatur desa tahun anggaran 2017, dengan anggaran yang dipergunakan sebanyak Rp14.200.000, kegiatan pelatihan dan pendidikan formal dan yang dipergunakan Rp47.460.000, penyuluhan hukum rangka pemberdayaan masyarakat desa dengan anggaran Rp.6.600.000. total dana desa yang diterima tahun 2017 adalah Rp810.123.000, Total dana desa untuk fisik yang dipergunakan Rp7822.226.500, operasional Rp62.896.500.

“Kami sangat bersyukur, dengan dana desa yang dikucurkan oleh pemerintah pusat, terbukti dengan jalan kami yang sudah bagus, mobil jenis apapun sudah bisa melintas melewati jalan utama desa kami. Untuk itu, saya berharap kepada semua pihak agar membantu saya dalam penggunaan dana desa ini, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam penggunaannya terutama kepada masyarakat saya. Jika memang ada kesalahan, tentu akan kami perbaiki, jangan sampai terlanjur parah kesalahan yang terjadi,” tandasnya.

“Saya juga berterimakasih kepada penegak hukum yang turut serta melakukan pengawasan penggunaan dana desa, termasuk pemerintah Kecamatan Kolang, kepolisian, kejaksaan dan TNI. Dengan keterlibatan penegak hukum ini, saya sendiri merasa lebih nyaman,” tukasnya.

 

Laporan: Firmansyah Simatupang

Editor: renĀ 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *