Guru Ini Sampaikan Unek-uneknya, Begini Permintaaan Mereka….

  • Whatsapp
Harapan Guru di Hari Guru dari Pinangsori.

PINANGSORI – Disambangi di sekolahnya, para pahlawan tanpa tanda jasa ini pada saat Hari Guru dan Ulang Tahun PGRI yang ke-72 pada Sabtu (25/11/2017) mengeluhkan berbagai macam persoalan.

Para tenaga pendidik ini merasa kalau mereka seperti dianak tirikan di kabupaten ini oleh pemerintah daerah. Mereka menggantungkan harapan pada pemerintah pusat terkait kesejahteraan mereka saat ini sebagai tenaga pengajar.

Kepala Sekolah MTs Negeri 1 Pinangsori, Abdul Silalahi S.Pd mengatakan pada awak media mengatakan, kalau dia merasa kasihan, dan tidak bisa berbuat banyak pada guru-gurunya, terutama untuk tenaga honor. Sekolah ini memiliki 510 murid yang ditempatkan di 16 ruangan kelas.

Dari 40 orang tenaga pendidik di sekolah ini, sebanyak 21 orang di antaranya tenaga honorer, dan kepala sekolah ini juga mengatakan kalau dia hanya mampu memberikan honor bagi para gurunya sebesar Rp 23.000/jamnya.

“Di sini Pak, ada 21 tenaga honor. Dan hanya bisa kami gaji dengan Rp 23.000/jamnya. Makanya kita merasa bahwa tingkat kesejahteraan mereka masih dibilang jauh. Padahal untuk transport saja menuju sekolah ini sudah lumayan, ditambah lagi keperluan lainnya. Ongkos dan kebutuhan sehari hari pastilah kurang bagi mereka. Harapan saya pada pemerintah adalah agar diperhatikan lah guru-guru honor ini, dan kalau bisa dibantu dari segi pendanaan untuk kesejahteraan mereka. Dan bagi honor-honor yang telah mengabdi selama bertahun-tahun agar bisalah diangkat sebagai PNS,” ungkapnya pada awak media ini sambil tersenyum.

Dia juga mengeluhkan perhatian pemerintah daerah terkait keberadaan sekolah mereka yang di naungi oleh Departemen Agama seolah-olah dikesampingkan.

“Jadi jarang pemerintah daerah memperhatikan sekolah ini, padahal mereka juga bagian dari warga Tapanuli Tengah. Ada keinginan yang mereka buat terhadap pemerintah daerah, agar dibuatkan pagar keliling di sekolah ini sepanjang kurang lebih 400 meter. Mengingat sekolah mereka termasuk di sudut Pinangsori dan rawan terhadap pencurian, dan anak-anak yang keluar pada jam belajar tidak terkontrol dan kurang terawasi, ini akibat sekolah yang tidak memiliki pagar keliling. Kan, sekolah kita ini di sudut Pinangsori ini, jadi kami rindu agar Pemkab Tapteng bisa membantu kita di sekolah ini untuk pembuatan pagar keliling,” terangnya.

Hal senada disampaikan oleh salah satu perwakilan tenaga honor di sekolah ini pada awak media, agar nasib mereka di Tapteng ini sebagai tenaga honor bisa diperhatikan oleh pemerintah pusat lewat departemen agama.

“Kalau bisa kami meminta Pak, pada pemerintah pusat melalui departemen agama yang membawahi kita, agar kami diperhatikan jugalah di Tapteng ini,” pinta T Sihombing SPd, salah satu guru bantu di sekolah itu.

Ungkapan bahagia juga datang dari para murid di sekolah ini. Mereka memberikan cendramata kepada guru sebagai ungkapan terima kasihnya di hari ulang tahun guru tahun ini.

Dengan harapan agar guru guru mereka tetap sehat dan bersedia dengan sabar mengajar dan membimbing mereka sepenuh hati.

“Kami dari siswa-siswi kelas IX dan kelas lainnya mengucapkan selamat Hari Guru buat Bapak Ibu guru di sini, tetap sehat dan sabar serta tabah dalam mendidik dan membimbing kami di sekolah yang kita cintai ini,” kata Serly Siregar (14) mewakili teman-temannya.

 

 

Laporan: Job Purba

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *