Guru Ini Tewas Ditabrak Truk, Padahal Akan Menjadi Pembina Upacara di Hari Guru

  • Whatsapp
Simon Karo Karo, guru yang tewas ditabrak truk. Foto: Trib mdn/int.

SUMATERA UTARA – Peristiwa tragis dan menyedihkan terjadi kepada seorang guru tepat di Hari Guru yang jatuh pada hari ini,  Sabtu, (25/11/2017).

Adalah Simon Karo Karo (46) harusnya berdiri tegap menjadi pembina upacara dalam peringatan Hari Guru ke-72 di SMPN 11 Siantar, Sabtu pagi tadi. Namun, Simon yang merupakan warga Jalan Sisingamangaraja, Nagori Pematang Tanah Jawa ini, tewas ditabrak truk.

Bacaan Lainnya

Truk yang menabrak Simon, kabur usai kejadian. Peristiwa itu terjadi di Jalan besar Siantar-Siantar Tanah Jawa, KM 8-9, Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Simalungun.

Dalam keadaan kepala luka berat, petugas unit Laka Satlantas Polres Simalungun turun ke lokasi usai dihubungi warga membawa jasad korban ke ruang instalasi jenazah.

Sementara, sepeda motor Honda Supra BK 3537 TAW yang digunakan korban diamanakan petugass sebagai barang bukti. Pihak keluarga yang mendapat kabar duka itu termasuk rekannya guru juga mendatangi ruang instalasi.

Dilansir tribratanewspoldasumut, kejadian bermula saat mobil truk berjalan searah dengan sepeda motor korban yang berada di depan jurusannya. Diduga kuat mobil truk menghantam bagian belakang motor korban hingga terpental dari atas kereta. Disitulah tubuh korban terlindas.

Sementara warga sekitar yang melihat kejadian itu sontak berhamburan menuju lokasi dan menghubungi petugas yang tiba tak berapa lama kemudian.

 

Kepala SMP Negeri 11 Kota Pematangsiantar, Henri Edwin Tampubolon yang datang ke ruangan jenazah RSUD Djasamen Saragih mengatakan, korban merupakan guru bidang studi Bahasa Inggris.

Kesehariannya, korban merupakan sosok yang periang, pintar bergaul dengan sesama guru dan penyayang murid-muridnya.

“Beliau juga membantu menjajar bidang studi olahraga, dan sebagai pembina gerakan pramuka di sekolah. Kami, semua guru sangat terpukul karena beliau harusnya menjadi komandan upacara di peringatan Hari Huru,” ucap Henri Edwin Tampubolon. (Trib mdn/int)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *