Kejari Sibolga Diminta Usut Pekerjaan Peninggian Box Culvert dan Pembuatan Parit di Dinas PU Sibolga

  • Whatsapp
Dicurigai proyek fiktif, Masyarakat Desak Kejari Sibolga Usut penyimpangan pekerjaan peninggian box culvert dan pembuatan parit milik Dinas PU Sibolga. bernilai  Rp.757 juta lebih.

SIBOLGA – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sibolga diminta untuk mengusut dugaan penyimpangan proyek bernilai ratusan juta milik bidang bina marga di Dinas PU Sibolga tahun 2016. Sebab, selain dicurigai fiktif, juga kualitasnya sangat meragukan, karena kini kondisi oprit  sebagai jalan penghubung di antara box culvert sudah tampak rusak.

Proyek milik Dinas PU Sibolga yang disinyalir bermasalah itu adalah peninggian box culvert di Jalan Zainul Arifin dan pembuatan parit di depan kuburan ujung sibolga senilai Rp.757 juta lebih di Tahun Anggaran (TA).2016 yang dikerjakan oleh CV.Bintang.

Hal itu dikatakan oleh Ashari warga Kota Sibolga, yang meminta Kejaksaan Negeri Sibolga untuk melakukan penyelidikan dugaan penyimpangan anggaran berupa dugaan proyek fiktif milik bidang bina marga di Dinas PU Sibolga tahun 2016 lalu. “Masalah itu jangan sampai dibiarkan,” katanya kepada awak media baru-baru ini.

Kata Ashari, dugaan tersebut bukan hanya sekedar ucapan belaka, melainkan dari pemberitaan di salah satu media online beberapa waktu yang lalu, dan berdasarkan pengumuman yang ada terpampang di website Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Sibolga untuk Tahun Anggaran (TA).2016.

Selain pembuatan oprit sebagai jalan penghubung hasil dari pekerjaan peninggian box culvert di jalan zainul arifin yang saat ini kondisinya tampak rusak, bahkan dikhawatirkan bisa jadi penyebab terjadinya kecelakaan berlalu lintas saat melintas di lokasi itu, serta bukti awal dilapangan, tidak ada ditemukan bangunan fisik hasil pembuatan parit di depan kuburan ujung sibolga yang keberadaannya hingga sampai saat ini masih di pertanyakan.

 

 

Dicurigai proyek fiktif, Masyarakat Desak Kejari Sibolga Usut penyimpangan pekerjaan peninggian box culvert dan pembuatan parit milik Dinas PU Sibolga. bernilai  Rp.757 juta lebih.

 

Ia menjelaskan, bahwa jika ini benar ada penyimpangan anggaran pembangunan di Dinas PU Sibolga dalam pelaksanaan pekerjaan proyek peninggian box culvert di jalan zainul arifin dan pembuatan parit di depan kuburan ujung sibolga senilai Rp.757 juta lebih  pada APBD 2016, maka akan sangat di sayangkan.

“Karena masyarakat membutuhkan pembuatan bangunan parit untuk memperlancar saluran pembuangan air dan juga untuk mencegah terjadinya banjir, ini juga tentu merugikan keuangan negara. Jangan ini sampai dibiarkan,” terangnya.

Untuk itu, Ashari meminta pihak Kejaksaan agar melakukan penyelidikan dugaan pekerjaan proyek fiktif dan juga memeriksa kualitas bangunan box culvert yang mana kondisi oprit nya cepat rusak, dan membahayakan bagi pengguna kendaraan saat melintas di lokasi tersebut.

“Untuk itu kita minta kejaksaan agar melakukan penyelidikan dugaan pekerjaan fiktif dan memeriksa kualitas pekerjaan bangunan box culvert itu,” pungkasnya.

 

 

Laporan: Suwito Marzuki Tanjung

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *