oleh

Banjir Rendam Puluhan Rumah dan Jalan di Madina

SMARTNEWTAPANULI.COM, MADINA – Desa Patiluban, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut, direndam banjir, Senin, (27/11/2017) malam.

Banjir terjadi diakibatkan hujan yang mengguyur daerah itu sejak beberapa hari terakhir. Hingga Selasa, (28/11/2017) siang, ketinggian banjir mengakibatkan pengendara kesulitan melintasi badan jalan.

Puluhan rumah warga didaerah di Desa Patiluban juga sempat digenangi air dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa. Tidak ada korban jiwa, namun para korban banjir mengalami kerugian harta benda.

“Kami sudah memperkirakan akan terjadi banjir, karena hampir setiap hari turun hujan dalam sepekan ini,” ujar Suherman (35), Selasa (28/11/2017).

Dia mengatakan, wilayah tersebut mudah mengalami banjir dikarenakan sungai Batang Gadis mengalami pendangkalan.

“Kita berharap agar Pemerintah Daerah segera melakukan normalisasi sungai supaya lebih aman dari ancaman banjir ke depan. Apalagi kita lihat cuaca sekarang diperkirakan akan musim hujan masih terus berlanjut,” ucapnya.

Senada disebutkan Darwin Lubis, supir truk yang setiap Senin malam melintasi ruas jalan tersebut untuk membawa barang jualan di pasar Natal setiap hari Selasa.

Kepada wartawan, Darwin menyebut, mereka tiba di lokasi banjir pada Selasa dini hari, mereka terjebak dalam antrian panjang dikarenakan semua kendaraan kesulitan melintasi badan jalan tersebut.

“Beruntunglah, paginya masyarakat turut membantu untuk memudahkan kendaraan melewati genangan banjir itu termasuk petugas Lalu Lintas Polres Madina,” ujarnya.

Kapolres Madina AKBP Martri Sonny melalui Kepala Satlantas AKP Herliandri kepada wartawan menerangkan, ketinggian air di badan jalan mencapai 80 Cm, dan begitu juga di kawasan pemukiman tempat tinggal penduduk. Kondisi tersebut sangat sulit bagi kendaraan roda dua dan mobil kecil untuk melewati badan jalan yang digenangi air sepanjang  jalan 200-an meter itu.

“Kondisi tersebut tidak bisa dilewati sepeda motor dan mobil kecil, kami sudah menyiapkan personil di lokasi banjir guna membantu masyarakat korban banjir maupun pengguna jalan. Karena, hanya truk yang bisa melewati genangan air. Sementara, sepeda motor dibantu dengan cara dinaikkan ke dalam becak dan didorong melewati banjir,” sebut Herliandri.

Sementara, hingga Selasa malam, curah hujan di Kabupaten Madina masih terus berlanjut. Kondis curah hujan yang cukup tinggi ini sudah berlangsung lebih dari seminggu belakangan ini.

 

Laporan: Fahrizal Sabdah

Editor: ren

Komentar