Murid SD Dipedesaan: Kini Jalan Kami Sudah Bagus, Tak Becek Lagi

  • Whatsapp
foto anak sekolah yang senang-senang saat melintasi jalan yang baru dikerjakan di dusun II. Siswa SD Ini Gembira Dengan Jalan Baru di Desanya. Foto: Firmansyah Simatupang/SNT.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TAPTENG – Warga masyarakat desa Gunung Kelambu, Kecamatan Badiri, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) merasa bangga dan senang bersama para anak didik yang melintasi jalan baru di dusun II.

Jalan didusun II ini baru diperbaiki dengan menggunakan dana desa tahun anggaran 2017.
Selain pembangunan jalan, parit disepanjang jalan juga diperbaiki, sehingga banjir yang biasanya melanda jalan, kini sudah bisa teratasi, tidak ada lagi jalan yang tergenang atau becek karena banjir.

Bacaan Lainnya

“Kami merasa senang dengan pembangunan jalan yang bersumber dari Dana Desa. Dengan menggunakan Dana Desa, kampung kami ini secara perlahan terjauh dari banjir dan becek yang kerap menjadi hambatan kami saat melintasi jalan. Kendaraan roda dua sudah enak saat melintas, anak-anak yang pulang sekolah, juga tidak menginjak lumpur lagi. Program pak Presiden memang sangat Top. Kami bangga punya presiden pak Jokowi,” ungkap Efendi Tambunan (48) salah seorang warga Gunung kelambu yang saat itu berbincang-bincang dengan wartawan, Selasa (28/11/2017).

Hal senada juga disampaikan oleh Suprapman (40) juga warga Gunung Kelambu yang bertemu dengan wartawan.

Suprapman mengaku kalau Dana Desa di kampung mereka memang benar-benar dipergunakan untuk kebutuhan masyarakat, dan dilaksanakan sesuai dengan hasil musyawarah.

“Selama yang kami lihat, pembangunan di desa kami memang berjalan dengan lancar, meskipun kadang ada kerusakan, pak kades bersama warga selalu berusaha untuk melakukan perbaiki di titik-titik yang dianggap kurang pas. Tentunya, dengan bantuan para Pendamping Tehnik, serta pihak PMD dan Inspektorat, maka pembangunan di desa kami berjalan dengan baik, apalagi kalau penegak hukum juga turut serta melakukan pengawasan,” tegasnya.

Kepala Desa Gunung Kelambu, Jalopan yang dimintai keterangannya oleh wartawan saat berjumpa dikediamannya menerangkan, bahwa selama tahun 2017, mereka melaksanakan 3 titik kegiatan dari dana desa. Diantaranya, pembangunan parit di dusun II dengan volume 396 meter, dengan alokasi dana untuk fisik Rp189.065.000, operasional Rp18.906.500, total dana untuk pembangunan parit beton dusun II adalah Rp207.971.500, kemudian pembangunan Telford di dusun II dengan volume 219 meter, alokasi dana Rp91.740.000, operasional Rp9.174.000.

“Kemudian pembangunan aspal Lapen di dusun I,II, dan III, dengan volume pekerjaan 849 meter, alokasi dana yang dipergunakan untuk fisik adalah Rp349.434.000, operasional Rp34.943.500, total alokasi dana yang dipergunakan adalah Rp384.377.500.

“Selain melaksanakan pekerjaan fisik bangunan, desa kami juga melaksanakan beberapa kegiatan di bidang pemberdayaan, termasuk bimbingan teknis sistim keuangan desa untuk peningkatan pemberdayaan kapasitas desa dengan penggunaan anggaran senilai Rp14.200.000, penyuluhan Hukum dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa dengan nilai anggaran Rp6.600.000, kemudian kegiatan pembangunan sistim Administrasi dan keuangan desa senilai Rp9.100.000, pelatihan dan pendidikan formal dengan alokasi dana Rp47.460.000. namun, dari sejumlah pekerjaan ini, tahap pekerjaan kita hingga saat ini masih sekitar 60 persen dari dana desa,” pungkasnya.

 

Laporan: Firmansyah Simatupang
Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *