oleh

Musyawarah Desa di Pardomuan Nyaris Ricuh

SMARTNEWSTAPANULI.COM – TAPTENG – Musyawarah Desa (Musdes) Rencana Kegiatan Pembangunan (RKP) Pada TA.2018, di Desa Pardomuan, yang digelar di Gereja HKBP Desa Pardomuan, Kecamatan Sirandorung, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Selasa,(28/11/2017) berjalan sukses.

Marison Manurung selaku Moderator Musyawarah Desa (Mudes) Desa Pardomuan, membacakan tata tertib acara kegiatan, tentang pembahasan program pembangunan pada TA.2018 mendatang yang diusulkan masyarakat setempat.

Kegiatan tersebut secara resmi di buka oleh Kepala Desa Pardomuan, Kecamatan Sirandorung, Anwar Purba. Sekaligus meminta agar masyarakat menyampaikan usulan dan aspirasi dalam forum musyawarah desa ini.

“Usulan dan Aspirasi warga nanti akan direspon, selagi anggaran mampu untuk menampung aspirasi masyarakat untuk kemajuan pembangunan di desa kita ini,” tukasnya.

Ketua BPD Desa Pardomuan, Mawardi Limbong dalam sambutannya mengatakan, melalui pembangunan yang digulirkan pemerintah saat ini ke desa pardomuan, otomatis bisa mendongkrak sitem perekonomian masyarakat ke arah yang lebih baik.

“Kita semua mendukung program pembangunan ini, karna melalui pembangunan ini, nantinya perekonomian masyarakat semakin lebih baik,” Pungkasnya.

Camat Sirandorung, Tulus panggabean.SH dalam arahannya mengatakan, semua usulan masyarakat itu akan ditampung sepanjang anggaran itu masih mampu atau dananya cukup untuk dikelola melalui dana desa, seperti usulan, Fisik, Pemberdayaan Desa, Embung / Irigasi Desa, BUMDes, pembangunan sarana Olahraga guna mengantisipasi pemuda jangan terkena narkoba.

MusDes Pardomuan Nyaris Ricuh

Pada Musyawarah Desa (Mudes) RKP pada TA.2018 yang dilaksanakan di Gereja HKBP Desa Pardomuan nyaris ricuh.

Pasalnya, Ganda Purba yang mengatasnamakan warga dusun I Pardomuan, mempertanyakan sistem kepengurusan pengelolaan Alokasi Dana Desa (ADD) pada TA.2016/2017 didalam forum tersebut.

Dia meminta, agara Kepala Desa dan juga Camat Sirandorung memberikanan jawaban kepada masyarakat, bahwa dalam kepengurusan Dana Desa di Desa Pardomuan dianggap dikelola oleh satu keluarga yaitu, pihak Keluarga Kepala Desa.

“Bendahara Dana Desa keluarga kepala desa, Sekdes, LPM dan juga BPD adalah semuanya dari pihak keluarga kepala desa, apakah itu tidak menyalahi aturan dan peraturan,” tanya Ganda Purba di dalam acara tersebut.

Hasil pantauan media ini dilokasi (Musdes-red), bahwa terjadinya adu mulut untuk mempertanyakan permasalahan pengelolaan anggaran dana desa yang dikelola hanya sepihak, bisa diselesaikan dengan baik, asalkan pihak Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) tidak menyalahi aturan dalam pengelolaan anggaran tersebut.

Setelah itu, acara kembali dilanjutkan mengenai prioritas usulan warga mulai dari dusun 1 (Satu) hingga sampai dusun 5 (Lima) desa pardomuan.

 

 

Laporan: Sahat Tumanggor
Editor: ren

Loading...

Komentar