343 Kepala Daerah Berperkara Hukum, Mayoritas Menyangkut Pengelolaan Keuangan Daerah

  • Whatsapp
Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. Foto/OZ/int.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani mengaku prihatin terhadap maraknya korupsi di daerah dalam penyusunan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Sri Mulyani mengatakan, penyebab korupsi yang terjadi didaerah akibat terjadinya monopoli kekuasaan, diskresi kebijakan serta lemahnya akuntabilitas.

Bacaan Lainnya

Dia menerangkan, berdasarkan laporan tahunan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di 2016, sebanyak 71 perkara tindak pidana korupsi terjadi di tingkat provinsi. Selain itu juga, sebanyak 107 perkara tindak pidana korupsi terjadi di tingkat kabupaten/kota.

“Bahkan sebanyak 343 kepala daerah berperkara hukum di kejaksaan, kepolisian‎, dan KPK. Dan sebagian besar karena tersangkut masalah pengelolaan keuangan daerah. Ini jumlah yang luar biasa masif,” sebut Sri Mulyani kepada wartawan di Hotel Marlynn, Jakarta, Jumat, (1/12/2017).

Menurutnya, pengadaan barang dan jasa meski pakai e-procurement masih bisa di mark up didaerah.

“Ada jual beli jabatan di daerah, ini yang harus diperangi seluruh komponen,” tegasnya.

Lebih lanjut, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini  menyebutkan, tata kelola keuangan yang baik prinsipnya adalah transparansi dan akuntabilitas. Hal ini agar membuat masyarakat tahu bagaimana dana dikelola dan dialirkan untuk kepentingan mereka.

Maka untuk itu katanya, pemerintah daerah perlu lebih didorong untuk disiplin segera menerapkan sistem e-planning, e-budgeting dan e-procurement. Dengan penerapan ketiga sistem itu, maka masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam mengawasi penggunaan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Kemampuan daerah perencanaan penganggaran dibantu teknologi APBD-nya makin baik lewat e-planning, e-budgeting, e-procurement, itu untuk memerangi pengelolaan APBD sehingga transparan, akuntable dan bebas korupsi,” pungkasnya. (OZ/int/ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *