oleh

Aktivis Riza: Siapapun Wali Kota Padangsidimpuan nanti, Jangan Lupa Janjimu…

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TABAGSEL – Pilkada Serentak yang diselenggarakan pada tahun 2018 nanti, salah satu daerahnya yang ikut dalam pesta demokrasi itu adalah Kota Padangsidimpuan. Tentu, siapapun yang terpilih nanti, pastinya masyarakat menaruh harapan kepada kepala daerah yang terpilih tersebut.

Riza Fakhrumi Nasution.S.Pd, salah seorang Aktivis Lingkungan Hidup yang sekaligus Dewan Perintis Mahasiswa Pecinta Alam STKIP Padangsidimpuan, kepada wartawan, Jumat (1/12/2017) mengatakan, Pilkada merupakan sarana untuk mewujudkan sistim demokrasi secara utuh sebagai langkah merealisasikan kedaulatan rakyat.

“Masyarakat juga selalu menaruh harapan besar dari setiap momentum Pilkada tersebut. Khususnya masyarakat Padangsidimpuan. Tentu sangat berharap akan ada perubahan mendasar bagi kehidupan dan penghidupannya pasca Pilkada, yaitu meningkatnya tarap kesejahteraan oleh Pemimpin yang terpilih nanti,” ujar Riza.

Untuk itu kata Riza, masyarakat di Padangsidimpuan harus cerdas memilih pemimpin yang akan datang. Ya, pemimpin yang dipilih tentu memiliki sifat kepemimpinan yang tegas, jujur, dan adil, serta memiliki prinsip hidup menjadi kepala daerah yang bekerja sebagai ibadah dan dilakukan dengan penuh rasa ikhlas.

“Pandangan filosofisnya, bahwa bekerja tidak hanya menggelembungkan perut semata, melainkan lebih dari itu. Kerja adalah untuk menata ulang hidup, agar lebih baik,” terang Riza.

Dia menambahkan, pemimpin juga harus mampu menciptakan generasi yang tangguh, generasi yang mampu menciptakan kehidupan yang lebih baik, generasi yang memiliki itikad membangun peradaban dengan akhlak mulia. Kunci kerja sebagai ibadah adalah akhlak mulia.

“Pemimpin yang memiliki akhlak mulia dan mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Mampu memberi dampak positif pada suasana di ruang kerja lebih hidup, dinamis serta penuh keteduhan. Inilah sosok pemimpin yang sangat di harapkan oleh semua masyarakat Padangsidimpuan. Pemimpin yang memiliki kemampuan untuk mengatur kursi Pemerintahan. Dengan itu semua pasti akan terwujud yang kita idam-idamkan sejak lama,” tandasnya.

Permasalahannya adalah, apakah harapan tinggi dari masyarakat tersebut dapat terealisasi.

“Pertanyaan tersebut cukup mendasar dan sengat penting. Mungkin tidak lebih dari 20 persen Kepala Daerah hasil Pilkada yang mampu menjalankan amanah rakyat, bahkan ada sosok pemimpin hanya mengumbar janji-janji manisnya saja pada saat pencalonan diri, dan setelah terpilih, janji-janji itu lenyap seperti asap yang tertiup angin lalu hilang entah ke mana. Dan kekhawatiran bertambah, mengingat informasi yang berkembang di media massa, bahwa begitu banyak pemimpin yang justru mengabaikan amanah rakyat dengan prilaku-prilaku tidak bijak dan hanya menikmati gaji bulanannya saja, sedangkan hasil kinerjanya Nol besar,” jelasnya.

Pun demikian kata Dia, bahwa pilkada langsung tentu harus mampu di jadikan sebagai momentum bagi perubahan pola dalam mewujudkan kesejahtraan rakyat khusus nya di kota Padangsidimpuan. Para Pemimpin di harapkan melakukan kerja-kerja nyata. Tidak hanya melalui janji pada saat kampanye-kampanye nantinya.

“Janji yang begitu manis yang di umbarkan dari mulut ke telinga masyarakat yang begitu megah dan luar biasa, namum minim realitanya. Untuk itu selamat bertarung calon pemimpin Psp, dan kelak jika engkau menjadi pemenang, buktikanlah janji manismu yang terucap di mulut mu, lalu terdengar di telinga kami. Karena di dalam Agama kita, apa yang dikatakan dengan janji, maka itu menjadi sebuah hutang yang harus di bayar,” pungkasnya.

 

 

Laporan: Khalid Siregar

Editor: ren

Komentar