Oknum Kepsek SD yang Diduga Cabuli 4 Siswa itu Ternyata Guru Teladan di Paluta

  • Whatsapp
Ke empat Siswa yang diduga telah dicabuli oknum Guru Kepses SD di Paluta. Foto: Ucok Siregar/Smart News Tapanuli.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TABAGSEL – Oknum Kepala Sekolah SD berinisyal PS (40) warga Desa Garoga, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara (Sumut) yang diduga telah melakukan pencabulan terhadap 4 pelajar berjenis kelamin laki-laki, diketahui sebagai Guru teladan di Paluta.

“Saya tidak menduga perilaku oknum Kepala Sekolah PS itu, sungguh tidak terpuji. Dia itu Aparatur Sipil Negara (ASN) tapi kelakuannya diluar dugaan,” ujar Suparman, orangtua salah seorang korban pencabulan, kepada wartawan, kemarin usia melaporkan kejadian itu ke Mapolres Tapanuli Selatan.

Bacaan Lainnya

Menurut Suparman, tersangka diketahuinya sebagai Guru teladan di Paluta.

“Nah husangka mang, padahal predikat guru teladan ia di Paluta, hape nakurang ajar do ( Gak kusangka nak, padahal Dia predikat guru teladan di Paluta, ternyata si kurang ajar,” katanya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim Polres Tapsel AKP Ismawansyah kepada wartawan mengatakan, Minggu, (3/12/2017) tersangka oknum Kasek PS telah ditangkap dari Rumah Sakit Umum Daerah Padangsidimpuan sedang mejalani perawatan.

“Kita mendapatkan informasi keberadaan tersangka sedang berada di Rumah Sakit Umum Daerah Padang Sidempuan, kemudian tim Opsnal segera ke TKP, dan benar mendapati tersangka ada di sana sedang di rawat inap. Selanjutnya petugas langsung mengamankan tersangka dan membawanya ke Polres Tapsel untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Ismawansyah.

 

Tersangka PS diamankan ke Polres. Foto: Ucok Siregar/SmartNewsTapanuli.

 

Ismawansyah mengatakan, korban PS ada 4 orang Siswa, semuanya berjenis kelamin laki-laki.

“Korbannya ada 4 orang, yakni RS (15), ANI (17), IM (18), PS (17). Semua nya berjenis kelamin laki-laki dan masih berstatus pelajar. Kejadiannya pada Bulan September 2017 di Desa Sidikkat, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Paluta,” ucap Ismawansyah.

Dia menjelaskan, terungkapnya aksi tindakan asusila itu, berawal pada hari Senin, 27 November 2017 sekira pukul 20.00 WIB, Suparman, orangtua korban RS, dan beberapa orang masyarakat desa Garoga menginterogasi ke empat korban karena menaruh curiga.

“Ke empat korban mengaku telah dicabuli oleh tersangka beberapa kali di berbagai tempat yang berbeda di Kecamatan Padang Bolak dengan cara bujuk rayu memberikan uang kepada korban. Selanjutnya tersangka memegang dan melakukan onani terhadap alat vital masing-masing korban sehingga mengeluarkan cairan berupa sperma. Atas kejadian tersebut pelapor merasa keberatan dan membuat laporan pengaduan di Polres Tapsel,” pungkasnya.

 

 

Laporan: Ucok Siregar

Editor: ren

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *