Dibawah Garis Kemiskinan, Tim “Pataru Holong” Isnandar Nasution Bantu Nenek Siti Aminah

oleh
Parlindungan Nasution, Ketua Tim Pataru Holong mewakili M.Isnandar Nasution menyerahkan tali asih kepada Siti Aminah (60) seorang nenek warga Gang Afiat, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Senin (4/12/2017) kemarin. Foto: Ucok Siregar/Smart News Tapanuli.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TABAGSEL – Parlindungan Nasution, Ketua Tim Pataru Holong mewakili M.Isnandar Nasution menyerahkan tali asih kepada Siti Aminah (60) seorang nenek warga Gang Afiat, Kelurahan Ujung Padang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kota Padangsidimpuan, Senin (4/12/2017) kemarin. Tim Pataru Holong mendatangi Siti untuk menyampaikan bantuan sebagai bentuk kepedulian membantu antar sesama.

Pantauan awak media, rumah Siti Aminah tampak reot. Nenek ini tinggal bersama seorang anak dan cucunya didalam rumahnya.

 

 

Setelah mendapat informasi keberadaan nenek Siti, Tim Pataru Holong kemudian menyambangi kediamannya untuk melihat langsung keadaan dan kehidupan Nenek ini.

“Sungguh memprihatinkan memang,” ujar Parlindungan Nasution ketika tiba dilokasi.

Kepada Siti Aminah, Parlindungan berharap pemberian tali asih dapat bermanfaat.

“Semoga dengan pemberian tali asih ini bisa bermanfaat buat nenek. Kita berharap agar hal-hal seperti ini jadi perhatian serius anggota DPRD dan pemerintah. Untuk apa kita bangga mempunyai negara besar tapi masyarakatnya hidup dibawah garis kemiskinan,” ujar Parlindungan nada sedih yang didampingi Maniur Butar-butar.

 

 

Informasi yang diperoleh dari warga sekitar, kehidupan dan makan sehari-hari nenek Siti Aminah diperoleh dari  belas kasihan warga. Siti hidup bertiga di sebuah rumah reot yang kondisinya sangat memprihatinkan, lantai rumah beralaskan tanah serta atap rumah bocor dan belum menikmati penerangan listrik.

“Keadaannya sangat memprihatinkan karena ketika ditemui nenek ini juga dalam keadaan sakit, dan dalam dua tahun terakhir ini nenek Siti Aminah juga sudah mengalami penyakit stroke. Minimnya perhatian pemerintah Pemko Padangsidimpuan maupun Kelurahan yang dinilai tidak peka dan jeli melihat keadaan warganya,” ucap Parlindungan.

 

 

Meskipun saat ini tubuhnya sudah tidak muda lagi, dan kebutuhan hidupnya saat ini banyak berharap bantuan orang lain dan belas kasihan warga setempat, namun nenek Siti Aminah tetap semangat ingin bekerja, karena ia mengaku tidak ingin menggantungkan sisa hidupnya, pada belas kasih orang lain.

“Oleh sebab itu, melalui pemberitaan di media ini berharap ada kepedulian dari pihak terkait terutama Pemko Padangsidimpuan. Untuk memperhatikan warga seperti ini ada langkah konkrit dari pemerintah daerah, untuk membantu nenek aminah bersama anak dan cucunya,” pinta Parlindungan.

Kepada wartawan, Rita (62) warga setempat membenarkan keadaan nenek Siti.

“Bila hujan nenek Siti Aminah sering saya jemput.  Kasian nak rumah nya bocor, jadi saya selalu menjemput dia tidur di rumah. Dia sudah 28 tahun menempati rumah tersebut semenjak suaminya meninggal dunia,” kata Rita.

 

 

Laporan: Ucok Siregar

Editor: ren

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *