Jalinsum Tapteng-Tarutung KM 25 Sitahuis Tertutup Longsor, Arus Lalin Lumpuh 12 Jam

  • Whatsapp
Badan Jalinsum di KM 25 Desa Nagatimbul, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut Tertimbun Longsor, Selasa, (5/12/2017). Foto: Guna Sitompul/Smart News Tapanuli.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TAPTENG – Arus lalulintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum ) Tapteng – Tarutung lumpuh akibat tertimbun longsor. Ratusan kendaraan dari dua arah pun terjebak tak bisa melintas karena seluruh badan jalan ini tertutup longsoran tanah.

Badan Jalinsum yang tertutup berada di dua titik, yakni di Desa Lobu Pining dan di Km 25 Desa Nagatimbul Kecamatan Sitahuis, Selasa (5/12/2017) dinihari sekira pukul 1.00 WIB dan pukul 4.00 WIB.

Bacaan Lainnya

Pemicu longsor diduga akibat hujan deras yang mengguyur beberapa hari terakhir menyebabkan lapisan tanah di kawasan perbukitan menjadi labil dan bergeser tergerus air.

Pasca kejadian longsor, masyarakat setempat dibantu sejumlah anggota Polsek Pandan dan Satlantas Polres Tapteng bersama TNI-AD bergotongroyong membersihkan tumpukan longsor dari badan jalan dengan cara manual, hingga pukul 10.00 WIB, sembari menunggu kedatangan alat berat.

Pantauan awak media, sekitar pukul 10.30 WIB satu unit alat berat tiba dilokasi. Meski tidak ada korban jiwa, namun banyak penjual sayuran dan buah mengalami kerugian karena mobilnya terjebak macet.

Salah satunya, N Situmeang, pedagang buah dan sayur asal Kota Pemantangsiantar mengatakan, Dia terjebak macet mulai pukul 2.00 WIB dinihari tadi.

“Pertama kali kami terkena macet di Desa Lobu Pining karena longsor dan pohon tumbang. Berkat pertolongan warga setempat, kami berhasil lolos. Pohon yang tumbang itu di chainshaw kemudian ditarik menggunakan mobil tangki,” ujarnya.

Sementara, seorang pedagang bumbu dapur juga mengeluhkan kondisi tersebut. Ibu ini pun mengaku sedih dan khawatir dagangannya tak laku karena terlambat di pasarkan.

“Tudia ma tomat dohot cabe on digadis fuang, busuk ma sude dagangankon (kemanalah tomat dan cabe ku ini dijual, busuklah semuanya daganganku ini, red),” ujar ibu itu dalam logat Batak.

Harianja Hutagalung, warga sekitar di sela kegiatan gotongroyong mengaku prihatin dengan kejadian tanah longsor di kawasan Desa Naga Timbul.

“Mau minta tolong sama siapa lagi, kami ikhlas bisa membantu mengorek tanah ini. Kasihan para sopir tidak bisa lewat,” kata Harianja.

Kasat Lantas Polres Tapanuli Tengah AKP Muhammad Husni Yusuf pun membenarkan bencana longsor ini, sejumlah anggotanya ikut gotongroyong bersama warga sembari menunggu kedatangan alat berat membersihkan material tanah dan batu di badan jalan.

“Alat berat sudah di TKP,” katanya.

Sekira pukul 10.30 WIB, alat berat tiba di lokasi dan langsung bekerja membersihkan material timbunan longsor. Kurang dari setengah jam, separoh badan jalan berhasil dibersihkan.

“Sekira pukul 11.05 WIB, jalan pun bisa dilalui kendaraan satu jalur diutamakan dari arah Tarutung,” ujar Master Gultom.

 

 

Laporan: Guna Sitompul

Editor: ren

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *