“Seram…!” 3 Pocong muncul di Kantor DPRD Padangsidimpuan

oleh
Tiga "Pocong" Mendatangi Kantor DPRD Kota Padangsidimpuan, Sumut, Kamis, (7/12/2017). Foto: Ucok Siregar/Smart News Tapanuli.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TABAGSEL – Suasana di Kantor DPRD Kota Padangsidimpuan (Psp), Sumatera Utara, mendadak “menyeramkan” pada Kamis (7/12/2017) siang. Soalnya ada 3 pocong yang muncul dalam aksi unjuk rasa lanjutan yang dilakoni oleh sejumlah massa dari Jaringan Aliansi dan Mahasiswa untuk Perubahan.

Sosok pocong-pocongan itu sendiri sebagai bentuk keprihatinan para pengunjuk rasa akan matinya demokrasi di kota penghasil buah salak itu. Sebab, hingga 3 hari mereka berunjuk rasa, tidak ada terlihat upaya DPRD untuk mengadakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Psp terkait tuntutan atas dugaan kebocoran anggaran di dinas tersebut.

Wirman Nasution selaku koordinator aksi menjabarkan beberapa dugaan kebocoran anggaran itu, diantaranya banyak kejanggalan klaim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diduga dimanipulasi. Data yang mereka peroleh, warga yang berobat setiap harinya dilaporkan kurang lebih 300 orang di seluruh puskesmas di Kota Psp. Namun faktanya, jumlahnya jauh lebih sedikit.

“Jumlahnya tidak lebih dari 20 orang, tapi yang dilaporkan 300 orang. Artinya ada manipulasi data untuk mendapatkan uang lebih dari program pemerintah itu,” ujarnya.

Selain itu, berdasarkan keterangan dari dinas terkait bahwa honor yang diterima tenaga honorer setiap bulannya sebanyak Rp850 ribu untuk 140 orang. Namun kenyataannya, tenaga honorer di ruang lingkup dinas tersebut tidak lebih dari 50 orang.

Parahnya lagi, sambung Wirman, fasilitas Instalasi Pengelolahan Air Limbah (IPAL) di sejumlah puskesmas di daerah itu saat ini sudah tidak berfungsi.

“Padahal anggaran untuk pembangunan IPAL itu lebih dari Rp800 juta, tapi sampai saat ini belum berfungsi,” tandas Wirman.

Akhirnya, aksi itu mendapat perhatian dari seorang anggota DPRD dari Fraksi Golkar, Irsan Efendi Nasution yang berjanji akan melaporkan masalah itu langsung kepada pimpinan DPRD besok (Jumat, 8/12/2017).

“Dan adek-adek sudah bisa menerima jawabannya besok setelah sholat Jumat,” ujarnya seraya menyarankan agar mahasiswa melaporkan temuan tersebut kepada pihak yang berwenang.

“Akan saya dukung sepenuhnya,” pungkas Irsan. (Ucok Siregar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *