Warga Soroti Kejanggalan Pekerjaan Tembok Penahan DAS Sibuluan

  • Whatsapp
Benny Hutauruk saat berada di kawasan Sheet pile beton yang ditanam di DAS Sungai Sibuluan, Tapteng, Sumut. Foto: Istimewa.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TAPTENG – Tahun ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) membangun tembok penahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sibuluan yang terkena bencana beberapa waktu lalu.

Proyek pembuatan tembok penahan di DAS Sibuluan yang rusak ini dilaksanakan PT Duta Sumatera Perkasa. Anggarannya Rp4.863.536.600, diplot dari APBD Tapteng 2017. Dikerjakan mulai 12 September 2017 dan ditarget selesai pada 31 Desember 2017.

Bacaan Lainnya

Proyek ini pun mendapat sambutan positif dari warga khususnya di Kelurahan Sibuluan Raya, Kecamatan Pandan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapteng dinilai tanggap dan peduli terhadap bencana yang menimpa kawasan tersebut.

Tetapi, beberapa tokoh pemuda setempat yang selalu memantau pelaksanaan kegiatan pembangunan di daerahnya ini merasakan ada yang janggal dalam pekerjaan proyek yang menghabiskan uang rakyat miliaran rupiah tersebut.

Kejanggalan itu di antaranya bisa dilihat dari pemasangan sheet pile beton yang tidak tegak lurus (miring,red).

“Panjang sheet pile beton ini kan 12 meter, seharusnya masing-masing ditanam sedalam 6 meter. Tetapi di lapangan tidak seperti itu,” ujar Ilham Hutabarat, tokoh pemuda Sibuluan Raya kepada wartawan, Kamis (7/12/2017).

Dia menambahkan, pada bagian yang di atasnya terdapat kabel listrik, sheet pile beton ini tidak ditanam satu batang, melainkan dipotong dua. Karena kalau ditanam satu batang sheet pile beton, dikhawatirkan tersangkut kabel listrik PT PLN.

“Informasi yang kita dengar, pihak rekanan pernah mengajukan permohonan pemadaman listrik ke PT PLN, tetapi batal karena pihak rekanan tidak bersedia menyanggupi syarat PT PLN. Informasinya PT PLN mengajukan biaya Rp60 juta untuk pemadaman satu hari,” ujar Ilham Hutabarat.

Dia membeberkan, kejanggalan lainnya terdapat pada pekerjaan pembuatan kubus balok yang terbuat dari cor beton.

“Kubus balok (cor beton) ini diduga tidak sesuai mutu dan kualitas, karena menggunakan batu mangga pada bagian tengahnya. Sementara pada bagian lain digunakan campuran batu pecah, pasir dan semen,” ujar Ilham seraya menambahkan, warga juga meminta Polres Tapteng untuk mengusut proyek pembuatan tembok penahan di DAS Sibuluan tersebut.

Tokoh pemuda lainnya, Benny Hutauruk juga menyampaikan keluhan yang sama. Dirinya terus memantau pekerjaan pembuatan tembok penahan di DAS Sibuluan tersebut.

“Saya menemukan kejanggalan pada pembuatan kubus balok (cor beton) yang mutu dan kualitasnya diragukan. Bahkan saya sudah mengambil sampelnya dan mengirimkan ke laboratorium di Kota Medan untuk di ujicoba,” ucap Benny Hutauruk.

Dia menambahkan, kubus balok ini berfungsi menahan arus sungai, kubus balok ini nantinya diletakkan di sungai atau pada bagian luar sheet pile beton yang ditanam.

“Kita sangat mendukung pembangunan yang dilaksanakan Pemkab Tapteng. Tetapi hendaknya pembangunan ini jangan asal dikerjakan. Karena anggaran yang dialokasikan tidak sedikit,” ujarnya.

Sementara itu, PPK BPBD Tapteng, Leo Sinaga belum berhasil dihubungi untuk konfirmasi. (ril)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *