3 Tahun Nikson Nababan, Petani Mulia Tapanuli Utara Berdikari

  • Whatsapp
Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan, M.Si saat melakukan Panen Perdana Padi IP2 di Tarutung.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TARUTUNG – Tiga tahun yang lalu, tepatnya 16 April 2014, Drs Nikson Nababan, M.Si bersama dengan Drs Mauliate Simorangkir, dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Hanya seumur jagung, kepemimpinan Bupati Nikson Nababan sanggup mencetak berbagai sejarah. Prestasi yang belum pernah ditorehkan oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya.

Tentunya, prestasi ini amat sangat membanggakan masyarakat Tapanuli Utara. Dibawah kepemimpinannya, Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) menganjar Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dengan Penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Pengelolaan Keuangan, dan sangat fantastis diperoleh selama 3 tahun berturut-turut.

Hanya dalam 3 tahun kepemimpinan Bupati Nikson Nababan, beliau sanggup menorehkan begitu banyak sejarah baru dalam pembangunan di Tapanuli Utara. Masih banyak sejarah baru yang berhasil dicetak oleh beliau yang tidak tertuang diatas. Entah sejarah cantik apalagi yang akan diciptakan oleh Bupati Tapanuli Utara yang ke 21 hingga tahun 2019 nanti, apalagi kalau beliau kembali terpilih untuk periode kedua.

Dan yang lebih mengagumkannya lagi, semua dia lakukan dalam kondisi banyak tekanan. Kerap lawan-lawan politik menjelang helatan Pemilihan Bupati (Pilbup) Tapanuli Utara 2018 yang akan datang enggan mengakui Nikson Nababan sukses membangun Tapanuli Utara, agar ia kehilangan dukungan.

Berbagai fitnah dilontarkan, tetapi Bupati Nikson Nababan tidak peduli sama sekali. Bagai striker pemain bola yang diledek pendukung lawan kemudian dia buktikan dengan mencetak gol ke gawang lawan, begitu juga dengan Nikson Nababan. Beliau melawan caci maki dan fitnah dengan kerja yang luar biasa, dan hasilnya bisa dirasakan oleh masyarakat.

Obsesi dan keinginan membangun Tapanuli Utara tidaklah sesuatu yang mudah, mengingat dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang masih rendah untuk mendanai pembangunan yang direncanakan. Perlu komunikasi dan lobi ke pemerintah pusat agar kue pembangunan dapat di peruntukkan untuk Tapanuli Utara dan pembangunan dapat berjalan secara signifikan.

Kabupaten Tapanuli Utara, kabupaten yang terletak di wilayah dataran tinggi Sumatera Utara berada pada ketinggian antara 300-1500 meter di atas permukaan laut. Kabupaten yang sudah berumur 72 tahun ini memiliki luas wilayah 3.791,64 Km² yang terdiri dari wilayah adminitrasi sebanyak 15 kecamatan, 111 kelurahan dan 241 desa.

Berdasarkan data dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, kabupaten ini memiliki sebanyak 304.689 jiwa penduduk, serta lebih dari 80 persen penduduknya berkegiatan dalam bidang usaha pertanian dan perkebunan.

Topografi dan kontur tanah Kabupaten Tapanuli Utara beraneka ragam, lahan tanah tergolong datar mencapai (3,16 persen), landai (26,86 persen), miring (25,63 persen) dan terjal (44,35 persen). Daerah ini, memiliki temperatur udara berkisar antara 17 hingga 29 derajat celcius serta kelembaban udara sebesar hampir mencapai 85 persen dari luas wilayah dan ini diakibatkan daerah ini memiliki curah hujan yang cukup tinggi.

Berdasarkan jumlah penduduk yang mayoritas sebagai petani inilah, maka Bupati Nikson Nababan menetapkan visi dan misi yakni Mewujudkan Tapanuli Utara sebagai lumbung pangan dan lumbung Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas serta daerah wisata. Sektor pertanian dianggap sangat efektif dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan menggerakkan masyarakat untuk menggarap lahan tidur menjadi lahan produktif.

“Saya ingin pandangan masyarakat Tapanuli Utara terhadap profesi petani berubah. Saya ingin di mata masyarakat, petani bukan lagi profesi yang hina dan untuk dihindari, tetapi menjadi sebuah pekerjaan yang mulia serta menjanjikan. Dengan terobosan-terobosan yang akan dilakukan petani akan mendapatkan hasil terbaik untuk hasil pertaniannya,” ujar Bupati Nikson Nababan di setiap kesempatan bila bertemu dengan masyarakatnya.

Wilayah Tapanuli Utara masih memiliki 44.000 hektare lahan tidur yang subur, dan ini dijadikan sebagai potensi yang harus digali. Untuk mewujudkan ini, Bupati Nikson Nababan melakukan berbagai terebosan. Hingga November 2017, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara sudah memiliki 10 unit traktor besar untuk pengolahan lahan tidur. Traktor ini yang sudah membuka lebih dari 2000 hektar lahan tidur milik masyarakat. Hebatnya lagi masyarakat yang menggunakan alat ini tidak dipungut biaya atau gratis.

Data yang diperoleh dari Dinas Pertanian Tapanuli Utara, untuk meningkatkan hasil pertanian padi Pemerintah Tapanuli Utara telah membagikan 15 unit mesin combine harvester (alat panen padi) dengan tujuan untuk mengurangi biaya produksi panen padi. Selain itu, di tahun 2017 sebanyak 5 unit traktor mini yang berfungsi untuk percepatan tanaman padi sawah, 200 unit hantraktor jenis rice tranplanter (alat mesin panen padi sederhana), serta pengadaan 63 unit pompa air yang berfungsi untuk menjada stabilitas air pada areal persawahan. Juga telah membagikan 30 unit mesin cultivator (mesin pembutan bedeng tanah) untuk tanaman holtikultura. Hal ini dilakukan untuk memanjakan petani dalam mengolah lahan pertaniannya.

Selain menyediakan alat mesin pertanian, Bupati Nikson Nababan juga memberikan bantuan bibit padi, jagung, cabai merah, kedelai dan bawang merah. Untuk padi. Sudah dibagikan sebanyak 30 ton, jagung 250 ton. Meski menjadi produk pengembangan yang baru, bibit kacang kedelai telah dibagikan sebanyak 40 ton dengan luas tanaman 8000 hektar serta pengembangan bawang merah seluas 20 hektar dan pengembangan cabai merah seluas 35 hektar.

Dengan terobosan yang dilakukan, saat ini gairah petani sudah mulai meningkat. Hal ini terlihat dari jumlah kelompok tani yang dibina oleh Dinas Pertanian Tapanuli Utara juga semakin bertambah, disikapi dengan kebijakan yakni penambahan tenaga penyuluh pertanian lapangan.

“Saat ini kita sudah membina sebanyak sebanyak 2214 kelompok tani, sebelumnya yakni tahun 2016 hanya ada sebanyak 2026 kelompok tani. Tenaga penyuluh pertanian lapangan yang sebelumnya hanya 127 sekarang menjadi 181 orang penyuluh” ungkap kepala Dinas Petanian Tapanuli Utara, Toni Simangunsong.

Saat ini, data angka tahun 2016 luas tanaman padi di Tapanuli Utara mencapai 30.140 hektar dengan rincian padi sawah seluas 25.779 hektar dan padi ladang mencapai 4361 hektar. Dari luasan areal tersebut hasil produksi padi sawah mencapai 151.335,11 ton dan padi ladang mencapai 19.577,28 ton. Sedangkan produksi tanaman jagung mencapai 37.246.85 ton dari luas areal tanam seluas 7035 hektar.

“Data kita, produksi beras Tapanuli Utara surplus hingga mencapai 63.327,50 ton,” terang Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Longgos Pandiangan.

Surplus beras dipastikan dengan menghitung jumlah produksi beras dan jumlah kebutuhan konsumsi masyarakat. Data yang diperoleh dari Badan Puast Statistik Tapanuli Utara pada Taput dalam angka 2017, kebutuhan beras untuk konsumsi masyarakat Tapanuli Utara mencapai 28.913,91 ton per tahun. Sementara produksi padi atau gabah tahun 2016 mencapai 170.912,39 ton, bila dikonversi menjadi beras menjadi 92.241,4168 ton. Kenyataannya, selisih produksi beras lebih besar dari jumlah kebutuhan konsumsi masyarakat.

Untuk meningkatkan produksi pertanian dan kemudahan mendapatkan suplaimen tanaman, Bupati Nikson Nababan menerapkan program pupuk bayar pasca panen. Pendistribusian yang dilakukan melalui Perusahaan Daerah (Perusda) Pertanian juga berfungsi menjaga kelangkaan pupuk atau agar para petani mudah mendapatkan pupuk terutama pada saat musim tanam.

Pada tahun 2017, pupuk bayar pasca panen yang disediakan oleh Perusda Pertanian seperti pupuk jenis urea mencapai 3692 ton, Za mencapai 1373 ton, SP mencapai 1980 ton dan Ponska mencapai 1130 ton, pupuk organik mencapai 1130 ton. Bukan hanya itu, juga telah dibagikan secara cuma-cuma sebanyak 10.000 liter pupuk organik cair yang di produksi oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.

Terobosan tidak hanya sampai di sini, program pemerintah Tapanuli Utara yang berpihak kepada kaum tani semakin terlihat yakni dengan dengan diciptakannya pasar lelang komoditi pertanian. Pasar lelang ini diyakini mampu melindungi petani, Bupati Nikson Nababan yakin dengan proram ini lalu mewujudkannya di Pasar Siborong-borong dan Pasar Onan Tarutung.

Pasar lelang dengan tujuan menjamin harga diyakini akan membantu petani melepaskan diri dari ketergantungan kepada praktik ijon. Agar lebi dipercaya, Bupati Nikson Nababan telah menganggarkan subsidi harga bagi masyarakat petani, sehingga ketika harga anjlok petani dapat menjualnya kepada pemerintah. Dengan program ini, petani tidak merugi karena ada jaminan harga dari pemerintah sehingga masyarakat tetap termotivasi untuk bertani tanpa ada rasa takut akan merugi.

Pasar lelang pertanian juga diyakini akan memberikan pengaruh yang sangat baik dan positif akan pertumbuhan ekonomi di Tapanuli Utara, dan juga sedikit banyak akan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Atas program ini pulalah, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan diganjar penghargaan oleh Kolleg Innovation (KIN) sebagai Bupati Enttrepreneur Award 2017. Penghargaan tingkat Asean diserahkan oleh Robert C Walcott, Executive Director Kellogg Innovation Network (KIN) yang bekerja sama dengan Markplus Inc dalam forum KIN ASEAN ke-8 di Ballroom Pasific Palace Ritz Carlton, Jakarta, Rabu, 6/12/2017.

Saat ini, Pemerintah Tapanuli Utara telah menggangarkan dana talangan untuk pasar lelang sebesar 5.5 miliar, dengan 3 jenis komoditi pertanian yakni Cabai merah, padi/gabah dan bawang merah. Penetapan harga diputuskan berdasarkan biaya produksi dan jarak tempuh tranportasi.

Untuk tanaman cabai merah, Pemerintah Daerah Tapanuli Utara memberikan jaminan harga berkisar antara Rp. 9.845,- hingga Rp. 11.151,- per kilogram. Dan bawang merah dijamin dengan harga kisaran Rp. 8.153,- hingga Rp. Rp. 8.442,- per kilogram. Sementara untuk padi atau gabah sawah mencapai Rp. 3.140,- hingga Rp. 3.420,- per kilogram sedangkan padi atau gabah ladang berkisar antara Rp. 4.535,- hingga Rp. 4.989,- per kilogram.

Bukan itu saja, untuk memperkenalkan hasil produksi beras ini, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menciptakan brand asli hasil padi yakni beras “Natabo”. Kemasan beras Natabo yang merupakan produksi Perusda Pertanian, diproduksi pada 3 kemasan berbeda, yakni kemasan 10 kg dengan harga pasar Rp. 110.000,-, 15 kg dengan harga Rp. 165.000,- dan kemasan 30 kg dengan harga Rp. 330.000,-. Natabo, beras super lokal milik petani Tapanuli Utara diyakini akan mampu bersaing di pasar.

Beras Natabo, merupakan hasil petani sawah dari Kecamatan Muara, Pagaran, Pangaribuan, Simangumban, Pahae Jae, Pahae Julu dan Kecamatan Purbatua. Beras natabo adalah beras boru tambun (bahasa Batak), beras dikenal masyarakat sebagai beras super lokal yang rasanya enak dan gurih.

Dipasarkanya beras Natabo tersebut diharapkan juga mampu menggangkat pendapatan asli daerah Tapanuli Utara, juga memacu semangat petani. Dengan demikian lahan tidur akan beralih menjadi lahan produksi serta tersedianya lapangan kerja yang berdampak kepada penekanan angka pengangguran.

“Harapan ke depan agar produksi beras dalam kemasan ini mendapat pangsa pasar yang bagus dari segi penjualan. Saya harap juga kwantitas dan kwalitas beras menjadi perhatian Perusda Pertanian supaya masyarakat, distributor dan agen sebagai pembeli tidak kecewa,” sebut Nikson Nababan pada saat launcing beras Natabo, 15 Agustus 2017.

Selain itu, ketersediaan sumber air untuk mengaliri irigasi lahan pertanian juga menjadi perhatian Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan. Dengan alat berat yang dimiliki, Pemerintah Tapanuli Utara saat ini telah melakukan normalisasi sungai dan saluran irigasi sepanjang 34,32 km. Sebanyak 43 unit dam parit, 9 unit pipanisasi dan pompanisasi, 17 unit embung, serta 15 unit irigasi tanah dangkal dan dalam, untuk pengairan lahan pertanian, juga dirampungkan.

Untuk mendukung program lumbung pangan ini, bukan hanya sektor pertanian yang menjadi perhatian. Melalui Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dibawah kepemimpinan Nikson Nababan juga menyokong kebutuhan sector pertanian dengan menganggarkan pengadaan alat berat demi membuka dan meningkatkan jalan interkoneksi.

Saat ini, Dinas PUPR telah memiliki alat berat, seperti Excavator 5 unit, Dozer 1 unit, Exacavator Mini 1 Unit, Whell Loader 1 unit dan Grader 1 unit, Trado 1 unit, Pick up 1 unit, 1 unit Truk 4×4, serta 1 unit Vibro Roller, yang selalu disiagakan apabila dibutuhkan masyarakat untuk pembukaan jalan usaha tani, pembukaan jalan interkoneksi antar desa, antar dusun dan antar kecamatan.

Interkoneksi dianggap sebagai kebutuhan dasar membangun desa. Sejak tahun 2014 hingga 2017, Dinas PUPR telah membuka jalan usaha tani sepanjang 203,87 km, dan pembangunan jalan hotmix sepanjang 133,228 km, yang berfungsi menghubungkan dusun dengan dusun, desa dengan desa, kecamatan dengan kecamatan lainnya, juga akses penghubung Tapanuli Utara dengan kabupaten tetangga.

“Butuh dana besar untuk menyelesaikan masalah jalan di Tapanuli utara. Meski demikian, satu persatu akan kita coba selesaikan. Jalan hotmiks biaya lebih besar dari lapen namun ketahanannya tentu saja sangat jauh. Mungkin itulah yang mendasari Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan ingin membangun jalan yang berkualitas dan bertahan lama sehingga anggaran tidak mubazir, yakni jalan hotmiks ,” kata Kepala Dinas PUPR Anggiat Rajagukguk.

Pada sektor pendidikan, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mengubah wajah pendidikan Tapanuli Utara. Pendidikan yang semula terlalu formalistis, kaku, kini menjadi pendidikan yang lebih bersahabat, manusiawi dan berwawasan lingkungan. Sektor ini mendapat perhatian yang cukup besar dengan tujuan agar masyarakat dari seluruh lapisan mampu mengecap pendidikan. Upaya demi mewujudkan visi sebagai lumbung sumber daya manusia yang berkualitas.

Meningkatkan akses pelayanan pendidikan, pemeratan guru, bebas segala pungutan sekolah bagi siswa serta pemberian beasiswa bagi anak dari keluarga kurang mampu yang berprestasi pada tinggkat perguruan tinggi negeri. Bupati Nikson Nababan juga memberikan rangsangan dan motivasi melalui peningkatan kesejahteraan guru berupa insentif bagi seluruh guru tidak terkecuali guru honor.

Ada sebanyak 2.126 siswa-siswi dari keluarga tidak mampu, mulai tingkat SD, SMP, SMA, dan SMK yang berprestasi, telah menerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Juga, sebanyak 72 mahasiswa berprestasi di perguruan tinggi negeri, yang berasal dari latar belakang keluarga kurang mampu, juga mendapatkan beasiswa tersebut.

Serta sebanyak 1.750 guru non PNS atau honorer telah menerima insentif senilai total Rp.655 juta. Insentif bagi guru honor ini dilakukan untuk meningkatkan kinerja dan kesejahteraan para guru honor agar mereka lebih kreatif, memiliki kecintaan, serta tanggungjawab sebagai tenaga pendidik dalam menciptakan generasi-generasi yang cerdas dan berkarakter unggul.

Pada 2016, Pemerintah Tapanuli Utara melalui Dinas Pendidikan telah membuka tiga unit sekolah baru, yakni SMA Negeri 1 Purbatua di Desa Janji Nauli Purbatua, SMA Negeri 2 Parmonangan di Desa Manalu Dolok Parmonangan, serta SMP Negeri 7 Tarutung di Desa Pagarsinondi Tarutung.

Demi menunjang kualitas pendidikan, Bupati Nikson juga menetapkan 27 unit sekolah menuju unggulan, yakni 15 unit SD, 5 unit SMP, 4 unit SMA, serta 3 unit SMK. Setiap unit sekolah tersebut dioperasikan dengan sistem pendidikan yang nyaman melalui penegasan bahwa lingkungan sekolah harus memiliki taman yang nyaman, bersih dan menyenangkan bagi anak didik.

Saat ini telah berdiri 255 unit sekolah pendidikan anak usia dini yang tersebar di 237 lokasi pada 241 desa di seluruh Tapanuli Utara. Bagi Bupati Nikson Nababan hal ini dilakukan untuk mendorong pengembangan lembaga pendidikan anak usia dini sebagai program untuk mempersiapkan generasi berprestasi Taput sejak usia dini.

Atas perhatiaanya dan motivasi yang selalu diberikan kepada para siswa, SMA Negeri 3 Tarutung meraih prestasi luar biasa dengan 100 persen lulusannya masuk perguruan tinggi negeri favorit seperti UI, IPB, ITB, STAN, UGM.

Impian Bupati Nikson Nababan, agar sebuah universitas negeri berdiri di Tapanuli Utara memang belum terwujud. Namun dengan kerja nyata yang selau dilakukannya, hal ini bisa saja terwujud pada tahun yang akan mendatang. Bagi Nikson Nababan, keberadaan universitas negeri salah satu jawaban percepatan pembangunan di Tapanuli Utara bahkan kawasan Tapanuli Raya.

Ikon kota Tarutung sebagai kota wisata rohani dengan keberadaan Patung Salib Kasih Siatas Barita juga menjadi perhatian serius Bupati Nikson Nababan. Keberadaan Salib Kasih diatas areal hutan milik Negara secara perlahan dan pasti telah diberikan kepada Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara oleh Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.

Saat ini, objek wisata Salib Kasih yang menjadi sejarah penting perkembangan Kekristenan di tanah Batak oleh missionaris Ingwer Ludwid Nommensen ditata oleh Dinas Pariwisata agar pengunjung yang datang tidak lagi merasa jemu.

Pengunjung saat ini tidak hanya datang untuk beribadah. Pengunjung sudah dapat menikmati pemandangan indah lembah Silindung dan kota Tarutung dari rumah pohon yang diciptakan. Bukan itu saja, anak-anak yang datang saat ini juga sudah dapat bermain dengan ceria dengan adanya taman kelinci. Kedepannya, Bupati Nikson Nababan akan mengembangkan taman margawatwa dan wisata outdoor yang nyaman untuk dapat dinikmati pengunjung.

Event Perayaan Natal Oikumene Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, juga akan digelar dilokasi ini setiap tahunnya. Hal ini semata dilakukan agar pengunjung semakin ramai datang ke Salib Kasih yang berimbas pada pertumbuhan ekonomi pelaku wisata di kawasan Salib Kasih.

Di sektor kesehatan, Bupati Nikson Nababan juga membuat berbagai terobosan. Salah satunya, program cakupan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi seluruh warga Tapanuli Utara hingga tahun 2019 yang dicanangkan oleh Bupati Nikson Nababan.

Data yang diperoleh dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Tapanuli Utara, saat ini tahun 2017 ada sebesar 59 persen kepesertaan penduduk Tapanuli Utara dalam program nasional Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat. Kartu Indonesia Sehat (KIS) dengan Kategori Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebanyak 114.000 peserta dari bantuan pusat, 7100 dari bantuan provinsi dan Sebanyak 20.000 jiwa bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tapanuli Utara. Rencananya pada tahun 2018 jumlah ini akan bertambah sebesar 7000 peserta yang bersumber dari APBD Tapanuli Utara.

“Program cakupan semesta atau Universal Health Coverage (UHC) melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) bagi seluruh warga Taput yang diprogramkan Bupati Taput Nikson Nababan bisa terwujud, kita sangat optimimis karena angkanya selalu bertambah setiap tahun, ini adalah program pro rakyat,” terang Ronald NS Siagian, Kepala BPJS Kabupaten Tapanuli Utara, 22 November 2017.

Program kesehatan yang menitik beratkan pada pelayanan prima, menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta peningkatan layanan kesehatan, Bupati Nikson Nababan menerapkan Puskesmas buka 24 jam. Efek dari penetapan jam buka ini, oleh Kementerian Kesehatan, Kabupaten Tapanuli Utara mendapatkan bantuan 26 unit mobil ambulans.

Sebagian dari mobil ambulans ini diperuntukkan dengan terobosan baru yakni Mobil PSC 119. Sebuah program antar dan jemput pasien dengan layanan quick respon melalui Public Safety Center (PSC) 119 dalam 24 jam. Program ketuk pintu dengan sasaran home visit ke setiap rumah penduduk untuk pelayanan kesehatan masyarakat.

Tidak itu saja, program jaminan persalinan melalui Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) untuk tujuan menurunkan angka kematian ibu dan bayi, juga diterapkan. RTK menjadi tempat tinggal sementara bagi ibu hamil sejak tiga hari sebelum dan setelah melahirkan bagi seluruh masyarakat. Saat ini, Dinas Kesehatan telah memiliki 20 RTK yang tersebar di 15 kecamatan.

Bukan hanya layanan kesehatan terhadap masyarakat Tapanuli Utara yang menjadi perhatian Bupati Nikson Nababan. Nikson Nababan juga peduli dengan kesejahteraan para tenaga medis dan para medis. Peningkatan kesejahteraan tenaga medis berupa insentif untuk dokter, dokter gigi dan bidan desa yang ada di desa terpencil dan sangat terpencil dengan besaran 100 persen hingga 150 persen dari gaji pokok per bulannya, juga pemberian insentif bagi tenaga kerja sukarela.

Selain itu, masyarakat di daerah terpencil dan jauh dari layanan kesehatan juga mendapat pelayanan yang sama. Dinas Kesehatan Tapanuli Utara juga melakukan program berobat gratis di desa-desa terpencil secara berkala, serta pengobatan dan penyuluhan kesehatan pada sekolah-sekolah baik itu di sedolah dasar maupun sekolah menengah tingkat pertama.

Penetapan RSUD Tarutung sebagai rumah sakit dengan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah melalui keputusan Bupati nomor 1099 tahun 2015 yang resmi diimplementasikan sejak 1 Januari 2017, juga berpengaruh besar terhadap kemajuan dan pengembangannya. Saat ini, RSUD Tarutung sejajar dengan RSU Pringadi Medan setelah mendapatkan akreditasi paripurna (bintang 5) dengan standar 15 pelayanan dari tim akreditasi rumah sakit tahun 2017.

Meski telah merdeka selama 72 tahun, ternyata masih ada beberapa dusun dan desa yang belum bisa menikmati penerangan listrik di Tapanuli Utara. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Bupati Nikson Nababan. Namun secara perlahan, keresahan masyarakat mulai terjawab satu persatu.

Semisal, warga Dusun Lumbantobing Desa Manalu Dolok Kecamatan Parmonangan, Setelah diresmikan Bupati Nikson Nababan, sebanyak 29 kepala keluarga dapat menikmati listrik yang bersumber dari Listrik Tenaga Turbin sebesar 15.000 Kilowatt yang dibangun oleh Balai latihan Kerja Silakitang Tapanuli Utara. Bukan hanya mereka, 53 kepala keluarga di Desa Lobu Sihim Kecamatan Simangumban juga telah menikmati listrik, produksi tenaga turbin yang lagi-lagi karya anak Tapanuli Utara.

Berkat kerja keras dan komunikasi yang berkelanjutan antara Bupati Nikson Nababan dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), saat ini 114 kepala keluarga di Desa Gonting Salak Kecamatan Garoga dan 13 kepala keluarga di Dusun Pangguan Kecamatan Tarutung sudah bisa menikmati listrik yang bersumber dari perusahaan milik pemerintah.

Yang pasti masyarakat di 4 wilayah itu, saat ini telah merasakan penghematan dana yang sangat luar biasa signifikan. Sebelumnya, untuk menikmati penerangan warga harus rela mengeluarkan dana yang cukup besar. Mereka harus merogoh kocek, tanpa bisa menabung. Kini semua telah terjawab, mereka sudah merdeka dari penerangan pada malam hari.

“Horee, nga galak be lampu….nga marlistrik ma huta nami” lampu sudah hidup… listrik sudah ada di desa kami,” seru warga bergembira sembari menitikkan air mata saat Bupati Nikson Nababan meresmikan listrik di Desa Gonting Salak, 30 September 2017.

Niat luhur Bupati Nikson Nababan untuk membangun Tapanuli Utara agar bisa lebih terdepan dari kabupaten lainnya juga terlihat dari pengalokasian anggaran dana desa. Bagi Bupati Nikson Nababan, untuk membangun Tapanuli Utara harus dimulai dengan membangun desa. Bila desa maju, maka seluruh induk kecamatan akan maju dengan sendirinya ibukota kabupaten pun akan semakin maju.

Agar seluruh aparat pemerintahan desa bekerja dengan serius, Bupati Tapanuli Utara menaikkan gaji kepala Desa, yang sebelum sebesar Rp. 1.500.000,- dinaikkan menjadi Rp. 2.000.000,- per bulannya ditambah lagi tunjangan insentif sebesar Rp. 200.000,- per bulan. Sedangkan untuk perangkat desa, saat ini Bupati taput Nikson Nababan memberikan gaji sebesar Rp. 1.000.000,- perbulan yang sebelumnya hanya mendapatkan Rp. 190.000,- perbulan.

“Sebelumnya anggaran dana desa hanya berkisar 7 hingga 12 juta. Tahun 2015 anggaran dana desa kita alokasikan 60 juta per desa, tahun 2016 kita naikkan menjadi 100 juta per desa. Tahun ini, 2017 kita naikkan lagi menjadi 175 juta per desa, dan ini akan terus meningkat. Bila kita hitung dengan menambahkan dana desa dari pusat maka uang yang ada di desa hampir mencapai 1 miliar dalam tahun ini dan ini akan mampu menyerap tenaga kerja,’ sebut Bupati Nikson Nababan.

Salah satu keberhasilan Bupati Nikson Nababan dalam memajukan masyarakat Tapanuli Utara terlihat dengan meramu dan bersenegritas membangun Bandara Silangit. Bandara kebanggan masyarakat Tapanuli Utara atas inisiatif Nikson Nababan saat ini sudah menjadi Bandara Internasional, dan telah diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo pada 24 November 2017.

Hebatnya lagi, saat diresmikan bandara yang memiliki panjang landasan pacu sudah 2.650 meter denga lebar 45 meter diperintahkan Presiden Joko Widodo untuk segera diperpanjang menjadi 3.000 meter dengan lebar 50 meter. Bukan hanya itu, luas terminal bandara sebesar 3000 meter persegi dan akan diperluas menjadi 10 ribu meter persegi sesuai perintah Presiden.

Kapasitas saat ini dapat menampung sampai dengan 500 ribu penumpang per tahun. Dengan kondisi ini, Bandara Silangit segera akan dapat didarati oleh jenis pesawat Airbus A320 dan Boeing 737-800 yang banyak digunakan oleh maskapai di Asia Tenggara dan juga dunia. Bandara Internasional Silangit, yang sebelumnya hanya didarati Wings Air dan Susi Air, kini sudah didarati Garuda Indonesia Airways, Sriwijaya Air, Citilink, dan Batik Air.

Bandara International Silangit, saat ini telah melayani penerbangan internasional sistem carter Garuda Indonesia dan pesawat jet pribadi, yang mengangkut para wisatawan yang bertolak dari Bandara Changi Singapura dengan waktu tempuh penerbangan hanya dalam 52 menit saja. Dan, diproyeksikan untuk melayani rute penerbangan intenasional dari China, Beijing, Thailand, Tokyo, Filipina, India, bahkan Abu Dhabi.

Data yang diperoleh dari pihak pengelola Bandara Internasional Silangit, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Silangit tercatat mencapai 153.135 penumpang pada tahun 2016. Di tahun 2017 sampai dengan September telah tercatat 193.390 penumpang yang datang ke Bandara Silangit. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya periode 2014 sebanyak 24.005 penumpang dan 17.685 penumpang pada 2015, maka tercatat jumlah pertumbuhan penumpang di Silangit sangat melejit. Proyeksi tahun 2017 Bandara Silangit akan dapat menerima 250.000 penumpang dengan asumsi penambahan frekwensi dari maskapai eksisting dan pembukaan jalur-jalur penerbangan baru.

“Pintu wisata sudah terbuka lebar, Bandara Silangit sudah menjadi Bandara Internasional, jalan sudah di hotmix. Mau ke Muara untuk menikmati alam wisata Danau Toba sudah dekat dan cepat. Muara akan menjadi pintu masuk menuju ke Danau Toba.Siapkan diri kita sambut majunya wisata Danau Toba. 1 juta pengunjung setahun,” sebut Bupati Nikson Nababan.

Melirik tingginya konsumsi kebutuhan air bersih dan air minun dalam kemasan, serta ketersediaan potensi air alam pegunungan yang bersih dan alami. Bupati Nikson Nababan kemudian menciptakan air minum dalam kemasan dengan merek Pro TIO. Dengan berbagai kendala dan memakan proses waktu yang panjang, Pro Tio akhirnya mengantongi ijin edar pangan olahan, memiliki sertifikat SNI, dan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia.

Produk Pro Tio bersama beras Natoba diproyeksikan akan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah. Sebab, Bupati Nikson Nababan meyakini kedua produk ini mampu bersaing di pasar dan menjadi komoditi andalan dengan alasan warga Tapanuli Utara lebih memilih untuk mengkonsumsi sebab keduanya merupakan produksi asli daerah.

“Saya suka yang seperti ini, berinovasi dan menciptakan peluang-peluang baru dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Bupati Nikson Nababan dengan Pro Tio, ini harus kita dukung,” sebut Menteri Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan saat merasakan segarnya Pro Tio di Panatapan Sipinsur Kabupaten Humbang Hasundutan di sela-sela acara Toba Cross Run, 28 Oktober 2017.

Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan sudah menuai pujian dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia. Dengan penerapan pemerintahan berbasis elektronik atau E-Government oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, lembaga anti rasuh tersebut menilai komitmen Bupati Nikson Nababan dalam menekan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan sekaligus langkah efesiensi anggaran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.

Dengan penerapan E-Government, perencanaan pagu harga untuk satu kegiatan dari anggaran Pemerintah kabupaten Tapanuli Utara sudah jelas. Karena di dalam E-Government tersebut, harga satuan untuk sebuah barang dan jasa sudah tertera secara detail. Berbeda dengan tanpa E-Government, harga satuan untuk sebuah kegiatan bisa beda-beda. Bisa saja ada kegiatan yang pagunya ditampung sangat besar.

“Poin utamanya dengan diterapkannya E-Government oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara adalah untuk efesiensi anggaran dan pencegahan korupsi,” puji Kepala Satgas Kordinasi, Supervisi dan Pencegahan KPK RI, Adliansyah Nasution di acara peluncuran E-Government Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara di Sopo Partungkoan,Tarutung, 2 November 2017.

Selain dari sisi perencanaan pengangaran atau E-Perencanaan, KPK juga memuji sistim pelayanan perijinan atau E-Perijinan yang juga termasuk bagian dari E-Government tersebut. Sistem pelayanan perijinan seperti ini memudahkan masyarakat untuk mengurus ijin. Masyarakat atau pun pemohon ijin tidak harus ke kantor, pemohon bisa memantau sejauh mana proses kepengurusan perijinannya dan juga ada ruang untuk pengaduan. Sistem yang dilakukan oleh Pemerintah Tapanuli Utara ini sangat canggih melebihi Medan dan Surabaya.

Pembangunan dan pengembangan bakat generasi muda di bidang olahraga juga tak luput untuk diperhatikan. Prestasi demi prestasi pemuda Tapanuli Utara dibidang olahraga karate, tinju dan atletik juga dapat diraih melalui event tingkat provinsi, nasional dan internasional. Ratusan medalipun sudah dibawa pulang ke tanah bumi bonapasogit yang kita cintai ini.

Wajar saja, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan mendapat penghargaan atas raihannya prestasi yang dia ukir selama 3 tahun memimpin Tapanuli Utara. Selain mendapatkan penghargaan Opini Wajar Tanpa Penguecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan RI 3 kali berturut-turut serta yang terakhir Penghargaan tingkat Asean sebagai Bupati Enttrepreneur Award 2017 dari Executive Director Kellogg Innovation Network (KIN) yang bekerja sama dengan Markplus Inc dalam forum KIN ASEAN ke-8 di Ballroom Pasific Palace Ritz Carlton, Jakarta.

Penghargaan lainnya juga diraih mulai dari Bupati Inovatif 2016 dari MNC Group, Bupati Inspiratif 2017 dari Sindo Weekly Government Award, kategori As the best professional of the year oleh Pusat Rekor Indonesia dan Kementerian Koperasi, piagam penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia atas rekor sajian ombus-ombus terbanyak, gelar Kanjeng Raden Tumenggung Kriyonagoro oleh Keraton Surakarta Hadiningrat, penghargaan citra generasi pembangunan Indonesia 2016 oleh Media Eksekutif Award Indonesia, pembina seni budaya dan pariwisata daerah oleh Lembaga Kebudayaan Nasional Indonesia, International Conference On Managing the Asian Century 2016 Rise of Smart Cities in Asia oleh International Center for ASEANNA Management, gelar Kanjeng Raden Arya Tumenggung Dharmonagoro oleh Nawala Kakancingan, serta Partisipasi dan dukungan luar biasa dalam mensukseskan Gowes Touring Pesona Nusantara Etape 2 Balige-Padang 727 Km dari Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Republik Indonesia.

Keberhasilan Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan dalam memimpin Tapanuli Utara juga tidak terlepas dari sosok wanita yang mendampingi beliau. Sosok seorang ibu muda, Ny Nikson Nababan Satika Simamora dianggap menjadi salah satu kunci keberhasilan Bupati Nikson Nababan.

Satika Simamora, Ketua Tim Penggerak PKK Tapanuli Utara juga mampu meraih berbagai prestasi yang tidak kalah bergengsi. Di bawah kepemimpinannya, TP PKK Tapanuli Utara mampu membuktikan diri hingga tingkat nasional. Pembuktian diri didapat melalui apresiasi penghargaan sebagai Juara Harapan 1 Lomba Tertib Adminitrasi PKK Tingkat Kabupaten se Indonesia.

“Mie gomak”, makanan khas suku Batak, berhasil meraih juara pertama untuk kategori makanan utama dalam acara Pesona Wisata Kuliner Nusantara 2017 yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta. Makanan berkuah berbahan dasar mie lidi yang sejak lama sudah menjadi makanan primadona di wilayah Tapanuli Utara dilombakan oleh TP PKK Tapunuli Utara pada lomba yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata.

Satika Simamora juga mampu mengembangkan berbagai jenis produk hasil kreatifitas sejumlah UKM binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Tapanuli Utara. Meluncurkan produk sabun cair dengan nama Ias Sparkling, minuman botol segar Uas Segar, panganan kripik Kriuk-Ta, bumbu dapur kemasan serta berbagai kerajinan tangan.

Peluncuran puluhan produk kreatif tersebut dilakukan sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi. Dan mampu sebagai penyumbang pendapatan rumah tangga masyarakat oleh kaum ibu.

Selain itu, Satika Simamora juga berupaya penuh meningkatkan
ulos batak sebagai produk ekonomi yang terdepan. Kain tenun tradisional batak ini, dengan arahannya dimodifikasi menjadi bahan pakaian yang dapat digunakan untuk sehari-hari dan dalam setiap acara. Upaya ini dilakukannya dengan menampilkan tenun ulos pada berbagai ajang fashion show tingkat lokal, regional, nasional maupun internasional. Seperti, Jakarta Fashion Week, Indonesia Fashion Week, dan Asian Model Festival 2016 di Suwon Korea.

Bupati Nikson Nababan dalam beberapa kesempatan kerap mengimbau agar seluruh masyarakat Tapanuli Utara agar saling bahu membahu untuk membangun Tapanuli Utara dengan potensi yang dimiliki. Tapanuli Utara adalah milik kita bersama.

Tingginya cita-cita Bupati Nikson Nababan untuk membawa Tapanuli Utara menjadi kabupaten yang berdikari masih tersandung dengan berbagai kendala. Selain anggaran dana yang sangat terbatas, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga dinilai kurang mampu berlari mengimbangi Bupati Nikson Nababan. Loyalitas terhadap pimpinan seakan dijalankan setengah hati, penekana kinerja harus lebih diawasi oleh bupati.

Selain itu, disharmonisasi antara Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan bersama wakilnya Mauliate Simorangkir serta disharmonisasi dengan anggota legistatif juga menjadi faktor tantangan tersendiri yang menjadi perhatian serius Bupati Nikson Nababan.

Meski demikian, berbagai tantangan yang dihadapi, Bupati Nikson Nababan tidak pernah sungkan untuk mengajak seluruh element masyarakat untuk berdialog bersama. Rumah dinas yang berada di Jalan Ahmad Yani dijadikannya sebagai rumah rakyat. Rumah rakyat ini, selalu terbuka bagi siapa saja yang datang untuk bertamu apalagi dengan tujuan berdiskusi demi pembangunan Tapanuli Utara.

Bupati Nikson Nababan saat ini mengajak masyarakat untuk menggerakkan program senyum salam sapa (3S). Bagi Bupati Nikson Nababan, gerakan ini bukan hanya semata untuk meningkatkan kunjungan wisata. Lebih dari itu, 3S merupakan wujud kepribadian dari masyarakat secara individu yang memang harus diterapkan dalam bermasyarakat. Menggelorakan 3S pada diri sendiri akan mampu menciptakan manusia yang bermental dan bermartabat.

“Saya tidak berharap untuk dipuji atau apapun. Banyak pro kontro, dan itu lumlarh dalam dinamika demokrasi. Banyak pihak yang tidak setuju dengan kebijakan saya, itu hal yang wajar tapi saya yakin keberhasilan membangun Tapanuli Utara akan menjawab itu semua nantinya. Saat ini, yang terpenting adalah kita harus membangun pondasi Tapanuli Utara untuk 5 tahun ke depan, 10 tahun bahkan 50 tahun ke depan. Adanya riak-riak ingin memakzulkan saya, tidak akan menyurutkan saya membangun Tapanuli Utara. Negara kita diatur dengan segala prosedur sesuai dengan peraturan dan aturan yang ada. Jabatan bupati bukan segala-galanya bagi saya. Tetapi pengabdian yang lebih utama untuk dapat mensejajarkan Tapanuli Utara dengan kabupaten lain di negeri ini. Kepercayaan masyarakat Tapanuli Utara akan saya pegang penuh dan saya wujudkan dalam sebuah wajah Tapanuli Utara yang lebih indah dan sejahtera nantilah. Jayalah Tapanuli Utara,” ungkap Bupati Nikson Nababan.

Marilah bersungguh-sungguh membangun Tapanuli Utara. Membangun Tapanuli Utara yang berdikari. Maju terus Nikson Nababan, bawalah Tapanuli Utara menuju kejayaannya.

 

Penulis: Tulus Sibuea

Reporter Smartnewstapanuli.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *