Jelang Natal dan Tahun Baru Harga Sembako di Pinangsori Bergejolak

  • Whatsapp
Dua Personil Polsek Pinangsori berada di Pasar Pinangsori. Sementara, Harga Sejumlah Sembako Mengalami Kenaikan Dipasat Tersebut, Sabtu, (9/12/2017).

SMARTNEWSTAPANULI.COM, PINANGSORI – Menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 aktivitas di Pasar Tradisional Pinangsori, Tapteng, mulai ramai, Sabtu, (9/12/2017).

Pasar yang di pusatkan di Kelurahan Pinangbaru ini, merupakan pasar mingguan yang aktivitasnya setiap hari Sabtu diramaikan pedagang lokal dan dari luar daerah Pinangsori.

Bacaan Lainnya

Sementara, pengunjungnya kebanyakan warga sekitar, baik dari Desa Gunung Marijo, Desa Sialogo, Desa Parjalihotan, Desa Sihaporas, Desa Toga basir, Desa Masundung dan dari kelurahan yang ada Di Kecamatan Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah ini.

Sebut saja Sumiati, warga Jalan Bandara, yang datang bersama anak-anaknya kepasar ini untuk membeli kebutuhan rumah tangganya.

Pengunjung lainnya, Ama Baja Laia, warga Masundung datang kepasar ini setelah menjual getah karetnya. Lantas dia bergegas ke pasar ini untuk berbelanja kebutuhan keluarganya dirumah selama dua minggu kedepan.

Ama Baja Laia sedikit kaget dengan harga harga sembako dipasar ini, seperti ikan rebus dari Rp42.000 naik menjadi Rp.46.000 per kilogram.

Selain itu, harga beras lokal juga mengalami kenaikan, dari Rp38.000 naik menjadi Rp40.000 per tabung. Dan cabai giling Rp44.000 per kilogram.

“Inilah tadi Lae, saya beli di Ibu yang jualan di sana, Ikan harganya Rp48.000, naik Rp2000 dari minggu lalu, beras lagi sudah Rp 40.000 per tabung. Padahal kemarin masih Rp38.000, belum lagi cabai, minyak goreng, sayur-sayuran dan bawang. Rata-rata naik Rp1000 sampai Rp.3000,” ungkapnya usai berbelanja dipasar tersebut.

Amatan awak media ini, sejumlah ibu-ibu juga terlihat banyak yang protes dengan harga-harga yang ditawarkan oleh para pedagang.

Tapi salah seorang pedagang asal Anggoli, Tapanuli Selatan menyatakan, kenaikan harga disebabkan faktor hujan dan menjelang perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Dia menyebutkan, pemicu lainnya karena banyaknya permintaan pasar dari kota akan kebutuhan rumah tangga, ditambah kendala cuaca diperjalanan yang membutuhkan biaya tambahan terhadap para sopir.

“Eeh, ini sudah biasa terjadi menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, banyak yang minta ke kota. Belum ongkos barang naik. Sopir pengangkut barang itu kan butuh tambahan biaya perjalanan, Kan cuaca kadang tidak bagus, hujan lagi dan longsor. Makanya para pemilik barang terkadang harus menambah lagi uang ongkosnya,” kata Ibu Nirsyah Hasibuan kepada awak media ini, Sabtu kemarin di Pasar Pinangsori.

Terpantau juga, harga jual getah di pasar ini pada Sabtu, (9/12/2017) dari petani karet berkisar antara Rp.8900 sampai Rp9700 per kilogram.

Tampak juga beberapa Personil Kepolisian Sektor Pinangsori melakukan pengamanan  dilokasi Pasar ini. (jp)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *