Wabup Tapteng: Peran Penyuluh Pertanian Sukseskan Petani

  • Whatsapp
Rakor Komisi Penyuluh Pertanian Dihadiri Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul. Foto: ist.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TAPTENG – Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul mengatakan strategi yang terencana dan terpadu di segala sektor perlu dilakukan untuk memberhasilkan tujuan pembangunan sebagaimana misi pemerintah kabupaten Tapteng.

“Salah satunya di sektor pertanian. Kita harus mampu meningkatkan produksi hasil pertanian untuk menyejahterakan masyarakat khususnya petani,” kata Darwin Sitompul saat membuka rakor komisi penyuluhan pertanian dan perikanan di Aula Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Pandan, Senin (11/12/2017).

Bacaan Lainnya

Untuk itu, dibutuhkan peran penyuluh pertanian sebagai motivator dan pemberi informasi teknologi kepada petani. Sehingga kemandirian pangan di Tapanuli Tengah dapat terwujud, bukan sekadar slogan.

“Kita berharap penyuluh bekerja dengan baik, bimbing dan dampingi petani kita. Berikan informasi sebanyak mungkin, tingkatkan semangat petani dengan motivasi sehingga kesejahteraan petani meningkat,” ujar Darwin.

Kadis Ketahanan Pangan Tapteng Bonaparte Manurung mengatakan, rapat koordinasi (Rakor) ini untuk mengenalkan kepada penyuluh pertanian bahwa Komisi Penyuluhan Pertanian dan Perikanan Tapteng sudah terbentuk.

“Rakor ini juga mendengarkan masalah yang dihadapi penyuluh pertanian di lapangan. Kemudian meningkatkan pemahaman, peran dan fungsi penyuluh sebagai transfer teknologi, fasilitasi dan sebagai penasehat petani,” jelasnya.

Dia menambahkan, penyuluh pertanian lapangan (PPL) saat ini berjumlah 84 orang. Mereka ini 26 PNS, 3 CPNS dan 55 penyuluh swadaya atau tenaga kontrak dari Kementerian Pertanian.

Jumlah ini sangat minim, desa dan kelurahan di Tapteng ada 215 desa/kelurahan. Kelompok tani (Poktan) 735 kelompok, dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) 95 kelompok.

“Kita butuh 131 tenaga penyuluh untuk tempatkan di setiap desa/kelurahan,” sebutnya.

Tapteng juga masih kekurangan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) sebagai tempat pertemuan antara pelaku utama dan pelaku usaha.

“Dari 20 kecamatan, kita hanya punya 8 BPP. Masih kurang 11 BPP lagi,” imbuhnya.

Hadir di acara ini, Wakil Ketua Komisi Penyuluhan Pertanian dan Perikanan Tapteng H Zuberuddin Siregar, Ketua Komisi Penyuluhan Provinsi Sumut Prof Dr Ir Dharma Bakti Nasution, Kabid Penyuluhan Danu Vanero dan seluruh PPL se Tapteng. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *