oleh

Wali Kota Sibolga Tidak Hadiri Panggilan Kejatisu

SMARTNEWSTAPANULI.COM, MEDAN – Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk mangkir dari panggilan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan dari hotmix menjadi semen rigid beton di Kota Sibolga Tahun Anggaran 2015.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu, Sumanggar Siagian kepada smartnewstapanuli.com, melalui selulernya, Senin, (18/12/2017) sore menjelaskan, Syarfi Hutauruk tidak dapat menghadiri panggilan Kejatisu untuk pemeriksaan karena sedang ada tugas di Jakarta.

“Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk melalui pengacaranya telah memberitahukan bahwa tidak dapat hadir diperiksa di Kejatisu pada hari ini Senin, (18/12/2017), karena beliau katanya sedang bertugas ke Jakarta,” kata Sumanggar Siagiaan.

Sumanggar Siagian menjelaskan, Kejatisu sudah mengagendakan pemeriksaan Wali Kota Sibolga Dua Periode tersebut pada hari ini Senin, (18/12/2017).

Menurut Sumanggar, tujuan pemeriksaan terhadap Syarfi adalah untuk kepentingan penyidikan oleh Kejati Sumut, dalam kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan dari hotmix menjadi semen rigid beton di Kota Sibolga Tahun Anggaran 2015.

“Pemanggilan terhadap wali kota itu sudah dilayangkan melalui Kejaksaan Negeri Sibolga. Jadi kita tadinya berharap agar orang nomor satu di Pemkot Sibolga tersebut bersedia hadir dan tidak ada halangan. Namun hari ini beliau berhalangan, dan tidak dapat hadir,” jelas Sumanggar.

Diberitakan sebelumnya, Kejati Sumut telah menahan tersangka Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) inisial SN dalam dugaan korupsi tersebut dan telah dititipkan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IA Tanjung Gusta Medan, Selasa 28 November 2017.

Selain itu, Kejati Sumut juga telah menahan 10 rekanan tersangka dugaan korupsi proyek peningkatan jalan di Dinas PU Kota Sibolga senilai Rp65 miliar Tahun Anggaran 2015, dan telah dititipkan di Rutan Medan, Kamis 2 November 2017.

Ke-10 rekanan tersebut, yakni JT, Direktur PT Barus Raya Putra Sejati, IM, Direktur PT Enim Resco Utama, YS, Direktur PT Suakarsa Tunggal, dan PFS, Direktur PT Arsifa.

Selain itu, MW, Direktur PT Andhika Putra Perdana, EDH, Direktur PT Gamos Multi Generalle, HS, Direktur PT Bukit Zaitun, GS, Direktur PT Andhika Putra Perdana, HS, Wakil Direktur CV Pandan Indah, dan BS, Direktur VIII CV Pandan. (ren)

Komentar