Pemudik Natal Tujuan Nias dari Pelabuhan Sibolga Meningkat

  • Whatsapp
Penumpang Menaiki Kapal di pelabuhan Sibolga. Selasa, (19/12/2017) Foto: istimewa.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, SIBOLGA – Jumlah penumpang kapal yang menyeberang dari pelabuhan penyeberangan Sibolga menuju kepulauan Nias mengalami peningkatan.

Meski belum membludak, namun pihak Dinas Perhubungan (Dishub) telah menyiapkan sarana dan prasarana penunjang. Seperti tenaga medis, tambahan tenaga pengamanan serta Mushola bagi penumpang yang beragama Islam yang ingin beribadah.

Bacaan Lainnya

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelabuhan Penyeberangan Sibolga Barmin mengatakan hingga pertengahan Desember 2017 kenaikan jumlah penumpang mencapai 300%. Pihaknya memprediksi lonjakan penumpang akan terus terjadi hingga H-7.

“Sejak awal Desember jumlah penumpang sudah naikan. Biasanya, penumpang mulai padat itu H-7,” kata Barmin di Pelabuhan ASP Sibolga Jalan KH Ahmad Dahlan, Selasa (19/12/2017).

Apalagi pada H-3, sesuai keputusan rapat dengan pihak terkait, kapal yang baru tiba di Nias akan putar kepala, kembali berangkat ke Sibolga saat itu juga.

“Kalau sudah terjadi lonjakan, kapal akan putar kepala. Sampai, balik lagi ke Sibolga,” ujar Barmin.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihaknya juga sudah menyediakan sarana dan prasarana pendukung.

“Untuk keamanan saat ini, sudah ada 2 dari kepolisian dan 2 lagi dari TNI. Kita juga telah siapkan tempat sholat. Karena, tidak semua yang melakukan perjalanan itu beragama Nasrani. Kita juga harus menghargai penumpang yang beragama lain,” ungkapnya.

Dia menambahkan, ada 5 unit armada yang tersedia dan siap melakukan penyebarangan Sibolga-Nias. “2 kapal ASDP dan 3 kapal WJL,” tuturnya.

Soal harga tiket penyeberangan belum mengalami kenaikan. “Harga tiket masih sama, belum naik. Belum ada informasi rencana kenaikan,” imbuhnya.

Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ingin melakukan penyeberangan agar lebih hati-hati. Untuk yang sakit diimbau melapor ke petugas pelabuhan.

“Kalau membawa orang sakit, lapor dulu. Karena, sering kejadian, ada orang sakit yang tiba-tiba meninggal dunia di perjalanan. Kemudian, yang mengalami gangguan jiwa, jangan sampai nanti melukai penumpang lain. Ini yang harus kita antisipasi. Kita memberikan kenyamanan perjalanan bagi para penumpang,” tandasnya.

Barmin juga memastikan, tidak ada calo yang berkeliaran di dalam areal pelabuhan.

“Ada 2 loket pembelian tiket resmi. Loket ASDP dan lokat WJL, selain dari dua loket tersebut tidak ada,” pungkasnya. (ren)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *