oleh

Anggaran Pembukaan Jalan di Desa Pasaribu Diduga Mark-Up

SMARTNEWSTAPANULI.COM, DOLOK SANGGUL – Anggaran biaya pada pembukaan jalan di Desa Pasaribu, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, diduga Mark-Up.

Selain adanya dugaan Mark-Up, perencanaan atas beberapa pembukan jalan di desa tersebut diduga memiliki perencanaan yang kurang matang. Sebab pembukaan jalan dinilai tidak sesuai dengan rencana awal.

Salah satu warga desa Pasaribu yang tidak ingin disebut namanya kepada wartawan, kemarin, mengatakan bahwa pembukaan jalan di desa Pasaribu dilakukan secara mekanisasi yakni memakai alat berat jenis escavator.

Untuk pembukaan jalan desa Sosornapa-Siondut, misalnya. Pada pembukaan jalan desa tersebut, alat berat jenis escavator hanya bekerja dua hari. Volume pekerjaan pembukaan jalan selama dua hari itu sepanjang 596 meter.

Namun dalam rincian, Rencana Anggaran Biaya (RAB) Dana Desa TA 2017, pada pembukaan jalan tersebut sewa alat berat escavator senilai Rp 46. 275.000. Mobilisasi alat berat Rp 4.000.000.

“RAB sewa alat berat escavator untuk pembukaan jalan desa Sosornapa-Siondut tidak wajar. Sebab harga pasar, sewa alat berat jenis escavator hanya Rp 3,5 juta – 4 juta per hari. Dan untuk mobilisasi disesuaikan dengan jarak tempuh lokasi pekerjaan,” ujarnya.

Dia juga membeberkan, selain pembukaan jalan Sosornapa-Siondut, pembukaan jalan lainnya di Desa Pasaribu juga diperlakukan sama. Dimana, pada pembukaan jalan desa Sileangleang sepanjang 355 meter menelan biaya Rp 39. 095.200. Sementara pada pembukaan jalan desa tersebut alat berat jenis escavator hanya bekerja satu hari yakni 16 September 2017. Dalam RAB pembukaan jalan tersebut, sewa alat berat senilai Rp 30. 360.000 dan mobilisasi Rp 4 juta.

Sementara pada pembukaan jalan sekaligus perkerasan jalan Tornali-Huta Tua menelan biaya Rp 199.514.860. Pada pembukaan jalan tersebut alat berat jenis escavator bekerja selama dua hari yakni 18-19 September 2017. RAB pada pekerjaan tersebut, sewa alat berat senilai Rp 43 juta dan mobilisasi alat Rp 4 juta.

“Jika harga satuan dalam RAB dibandingkan dengan harga pasar, maka sewa alat berat dan mobiliasi sudah Mark-Up. Dan hal itu perlu dikonfrontir dengan pengusaha alat berat yang dipakai pada pembukaan jalan itu yakni Toko bahan bangunan Asima di Jl Siliwangi Dolok Sanggul,” ucapnya.

Terpisah, Simamora pengusaha panglong Asima, sekaligus pengusaha alat berat jenis escavator kepada wartawan mengaku bahwa sewa alat berat jenis escavator Rp 3,5 – 4 juta perhari. Sementara mobilisasi disesuaikan dengan jarak tempuh lokasi pekerjaan.

Sekaitan dengan itu, Kepala Desa Pasaribu, Charles Pasaribu kepada wartawan mengakui bahwa pembukaan jalan di desanya dilakukan dengan alat berat jenis escavator. Sewa alat berat itu dilakukan dengan hitungan per hari.

“Dalam pembukaan jalan itu, kita menggunakan alat berat jenis escavator. Sewa alat berat tersebut dihitung per hari,” terangnya. (and)

Komentar