Guru Bahasa Jerman Itu Dikenal sebagai pribadi yang Ramah, Santun dan Tidak Pernah Terlambat Masuk Sekolah

oleh
Jasad Guru SMAN 1 Tukka Lismawati Nainggolan Terbujur Kaku. Foto: Dok istimewa.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TAPTENG – Lismawati Nainggolan (40-an) Guru Bahasa Jerman di SMAN 1 Tukka, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara yang tewas setelah kecelakaan dijalan Tukka pada hari Kamis, (21/12/2017) malam, sekitar pukul 21.30 WIB dikenal sebagai pribadi yang ramah, santun dan tidak banyak bicara.

Hal itu dikatakan oleh M.Situmorang salah seorang rekan seprofesi korban di SMAN 1 Tukka kepada Smart News Tapanuli, Jumat, 22/12/2017) malam, melalui WhatsApp.

“Ibu Lismawati Nainggolan merupakan pribadi yang ramah, santun dan tidak banyak bicara,” kata M.Situmorang.

Kepergian guru Bahasa Jerman itu untuk selama-lamanya membuat para guru di sekolah itu pun terpukul.

“Iya, kita sebagai rekan seprofesinya sangat terpukul atas kepergian ibu Lisma. Sosok dan sikap pribadinya patut kita contoh,” ujarnya.

Selain itu tambah Situmorang, Lismawati juga merupakan guru yang rajin dan merupakan bendahara perayaan Natal SMA N 1 Tukka pada tanggal 16 Desember 2017 kemarin serta tidak pernah terlambat masuk sekolah.

“Dia (Lismawati Nainggolan) merupakan seorang guru yang rajin di SMAN 1 Tukka, bahkan kemarin ia terpilih sebagai bendahara Natal di sekolah kami. Dia juga tidak pernah terlambat masuk sekolah,” ujar Situmorang.

Menurutnya, saat ini korban sudah dikampung orangtuanya di Porsea, Setelah sebelumnya sempat dibawa ke RSUD Tarutung untuk kepentingan penanganan jasad korban.

Diberitakan sebelumnya, Lismawati Nainggolan merupakan warga perumahan Tolang Elok Permai, Kelurahan Aek Tolang, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), jatuh dari sepeda motornya Mio BK 6022 TAB yang sedang melaju dari arah simpang Lapas Sibolga-Tukka menuju ke Aek Tolang.

Saat itu korban tidak sendiri. Ia bersama seorang temannya kemudian di pepet oleh diduga penjambret hingga sepeda motor yang sedang melaju, jatuh. Korban pun terjatuh tepat didepan kuburan Jonggara jalan tukka, kemudian kepalanya terbentur ke aspal dan mengalami luka serius.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber menyebutkan, setelah peristiwa itu terjadi, sejumlah warga kemudian memberikan pertolongan dan korban langsung dilarikan ke RSUD Pandan untuk mendapatkan penanganan medis. Namun karena melihat kondisi korban yang mengalami luka parah dibagian kepala, oleh pihak RSUD Pandan kemudian merujuk pasien ke Medan. Namun korban menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan. (SNT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *