oleh

Kasi Penkum Kejatisu: Hasil Pemeriksaan Saksi dan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Rigid Beton Mengarah ke Wali Kota Sibolga

SMARTNEWSTAPANULI.COM, MEDAN – Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) terhadap saksi dan tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek rigid beton tahun 2015 di Dinas Pekerjaan Umum Kota Sibolga, dimungkinkan adanya keterlibatan Wali Kota Sibolga, Syarfi Hutauruk.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian kepada Smart News Tapanuli melalui selulernya, Sabtu, (23/12/2017) malam.

“Dari hasil pemeriksaan penyidik Pidsus Kejatisu terhadap saksi dan tersangka, adanya kemungkinan keterlibatan Wali Kota Sibolga dalam kasus dugaan korupsi proyek rigid beton tahun 2015 di Dinas PU kota Sibolga,” kata Sumanggar Siagian.

Sumanggar menjelaskan, bahwa Wali Kota Sibolga sudah dua kali dipanggil untuk kepentingan pemeriksaan. Namun pada panggilan pertama, orang nomor satu di kota Sibolga itu tidak memberikan jawaban atas ketidakhadirannya. Dan pada panggilan ke dua, Syarfi Hutauruk memberikan jawaban melalui kuasa hukumnya bahwa dirinya sedang bertugas di Jakarta.

“Untuk jadwal panggilan ketiga pada tahun ini belum terjadwal karena suasana akhir tahun dan perayaan Natal serta jelang taun baru. Kemungkinan untuk panggilan ketiga terhadap Syarfi hutauruk akan dijadwal ulang pada awal tahun 2018,” ujar Sumanggar menjelaskan.

Wali Kota Sibolga dua periode itu diketahui telah dua kali tak memenuhi panggilan penyidik untuk menjalani pemeriksaan. Syarfi dipanggil penyidik agar menjadi saksi untuk tiga tersangka yaitu Kadis PU Sibolga, Marwan Pasaribu, Ketua Pokja, Rahman Siregar dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)‎, Safaruddin Nasution.

Untuk diketahui, penyidik Pidsus Kejati Sumut sudah menetapkan 13 orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi di Dinas PU Kota Sibolga, yang anggarannya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tambahan usulan daerah yang tertuang dalam DPA Dinas PU Sibolga TA 2015 senilai Rp 65 miliar dan diketahui merugikan keuangan negara sebesar Rp 10 miliar.

Para tersangka terdiri dari 10 orang rekanan dan 3 orang tersangka lainnya berasal dari Dinas PU Kota Sibolga, termasuk ‎Kadis PU Sibolga, Marwan Pasaribu.

Tindak pidana korupsi pada pemerintahan Kota Sibolga ini terkait dengan laporan hasil pemeriksaan atas kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pelaksanaan 13 kontrak peningkatan Hotmix menjadi Perkerasan Beton Semen (Rigid Beton). (SNT)

Komentar