oleh

Sebelum Dijambret, Guru SMAN 1 Tukka itu Jenguk Guru yang Sakit

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TAPTENG – Korban jambret Lismawati Nainggolan (41) guru Bahasa Jerman di SMAN 1 Tukka dikenal sebagai pribadi yang ramah, santun dan tidak pernah terlambat masuk sekolah. Lismawati juga masih terpilih sebagai bendahara panitia Natal di sekolahnya yang dilaksanakan pada tanggal 16 Desember 2017 lalu.

Kepergiannya membuat guru di SMAN 1 Tukka secara khusus, terkejut dan sangat terpukul setelah mendengar kabar itu.

“Saya turut berduka cita atas musibah yang menimpa Lisnawati Nainggolan, semoga engkau ditempat Tuhan di tempat terbaik,” kata Darwin salah seorang kerabat korban, Jumat, (22/12/2017) malam.

Darwin juga menceritakan posisi korban sebelum peristiwa kecelakaan itu terjadi. Lismawati sedang menjenguk seorang guru yang sedang sakit di Rumah Sakit Metta Medika Sibolga, Kamis, (21/12/2017) malam, dan lama bercerita dengan guru yang sakit tersebut hingga pukul 20.00 WIB.

Jasad Guru SMAN 1 Tukka Lismawati Nainggolan Terbujur Kaku. Foto: Dok istimewa.

Selanjutnya Lismawati hendak pulang menuju kediamannya di Perumahan Tolang Elok Permai, Kelurahan Aek Tolang, Kecamatan Pandan. Namun, setelah korban mengendarai kenderaannya dari arah simpang Lapas Sibolga-Tukka, korban dipepet penjambret kemudian terjatuh dan kemudian kepalanya terbentur ke aspal hingga mengalami luka serius.

Sejumlah warga yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan dilarikan ke RSUD Pandan. Namun kemudian oleh pihak rumah sakit merujuk korban ke salah satu rumah sakit di Medan. Akan tetapi dalam perjalanan lewat Tarutung, Lismawati menghembuskan nafas terakhirnya. Kemudian sempat dibawa ke RSUD Tarutung untuk kepentingan tindakan medis lainnya, dan selanjutnya jasad korban di bawa ke kampung orangtuanya di Desa Silamosik, Porsea.

Terkait peristiwa itu, Bupati Tapteng juga mengecam aksi kriminal yang dialami guru bahasa jerman itu. Bupati minta aparat keamanan untuk menindak tegas pelaku yang menyebabkan guru tersebut meninggal dunia.

Tidak itu saja, bupati menegaskan, dirinya tidak mau kalau daerah Tapteng dicap sebagai daerah yang tidak aman, apalagi saat ini dalam suasana perayaan Natal. (SNT)

Komentar