Sebelum Meninggal, Guru SMA N 1 Tukka itu Sering Bermimpi Didatangi Alm Ibunya

oleh
Korban Disemayamkan Dikediaman Orangtua Lismawati Boru Nainggolan di Porsea. (SNT)

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TAPTENG – Seminggu sebelum peristiwa kecelakaan dalam aksi jambret terhadap Lismawati boru Nainggolan (41) guru Bahasa Jerman SMA N 1 Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, Lismawati ternyata sering didatangi almarhum ibunya dalam mimpi seminggu terakhir sebelum peristiwa naas itu.

Hal itu dikatakan sejumlah guru SMA N 1 Tukka, M.Situmorang kepada Smart News Tapanuli, Sabtu, (23/12/2017).
“Sebelum peristiwa itu, ibu Lismawati bercerita kepada kami bahwa selama seminggu dia sering didatangi almarhum ibunya dalam mimpi,” kata M.Situmorang.

Menurut Situmorang, bahwa saat ini dikediaman orangtua korban sedang berlangsung prosesi adat dirangkai dengan kebaktian yang juga dihadiri oleh para guru-guru SMA N 1 Tukka.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA N 1 Tukka, Mikrad Siregar juga menyampaikan duka mendalam atas kepergian untuk selama-lamanya guru Bahasa Jerman di sekolah yang dipimpinnya itu.

“Atas nama keluarga besar SMA N 1 Tukka, saya menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya Ibu Lismawati Nainggolan. Ibu Lismawati merupakan satu-satunya guru bahasa Jerman di sekolah kita. Saya bersama guru-guru di SMA N 1 Tukka sangat terpukul dan sangat merasa kehilangan,” kata Mikrad Siregar yang turut hadir di kediaman orangtua korban di Porsea.

Suasana dikediaman orangtua korban pun diselimuti duka yang mendalam atas kepergian Guru yang memiliki kepribadian sopan, ramah dan santun itu. Silih berganti para warga dan tamu yang berdatangan menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban.

Sebelumnya diberitakan, Lismawati Nainggolan yang tinggal di Perumahan Tolang Elok Permai, Kelurahan Aek Tolang, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), jatuh dari sepeda motornya Mio BK 6022 TAB yang sedang melaju dari arah simpang Lapas Sibolga-Tukka menuju ke Aek Tolang.

Saat itu korban tidak sendiri. Ia bersama seorang temannya kemudian di pepet oleh diduga penjambret hingga sepeda motor yang sedang melaju, jatuh. Korban pun terjatuh tepat didepan kuburan Jonggara jalan Tukka, kemudian kepalanya terbentur ke aspal dan mengalami luka serius.

Sejumlah warga yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan dilarikan ke RSUD Pandan. Namun kemudian oleh pihak rumah sakit merujuk korban ke salah satu rumah sakit di Medan. Akan tetapi dalam perjalanan lewat Tarutung, Lismawati menghembuskan nafas terakhirnya. Kemudian sempat dibawa ke RSUD Tarutung untuk kepentingan tindakan medis lainnya, dan selanjutnya jasad korban di bawa ke kampung orangtuanya di Desa Silamosik, Porsea.

Jenazah korban direncanakan dikebumikan Minggu, (24/12/2017) di Desa Silamosik, Porsea, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa). (SNT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *