Pedagang di Pasar Medan Deli Pulo Brayan Bukannya Diserbu Pembeli, Tapi Justru…

  • Whatsapp
Kondisi Sampah Yang Menumpuk di Pasar Medan Deli Pulo Brayan. Foto: RJ/Smart News Tapanuli.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, MEDAN – Para pedagang dan warga di Pasar Medan Deli Pulo Brayan resah akibat sampah di kawasan ini tak kunjung diangkut.

Akibatnya, sampah yang bertumpuk itu pun mengeluarkan bau busuk. Bahkan, lalat dan ulat belatung “menyerbu” tempat usaha mereka.

Bacaan Lainnya

Awi, seorang pedagang mengaku sangat kecewa, sudah 12 hari sampah di sebelah tempat usahanya tak diangkut. Setiap hari, ia harus membersihkan ulat belatung yang masuk ke dalam tempat usahanya.

“Sejak akhir Desember kemarin lah. Lihat saja tumpukannya, bau juga terciumkan? Lihat ini banyak ulat belatung. Dari pagi tadi saya bersihkan, tidak habis-habis,” ujar Awi, Selasa (9/1/2018).

Banyaknya lalat dan ulat yang masuk ke tempat usahanya sangat merugikan. Penjualan menurun karena pembeli tidak mau masuk.

“Banyak ulat, pembelinya malas ke sini. Itu yang jual mie balap, juga rugi besar, karena jual makanan. Bau kali kan? Dari pagi ada ribuan lalat, ulat luar biasa. Tak habis-habis dibersihkan,” kata Awi.

Andika, warga yang bermukim di kawasan Pasar Medan Deli menuturkan tumpukan sampah yang tak diangkut juga merugikan masyarakat sekitar. Sebab, lalat dan bau busuk masuk ke dalam rumah.

“Sudah jelas ini merugikan. Di mana tanggung jawab pemerintah. Ini kepentingan publik, kami warga di sini juga keberatan, kalau sampah itu tak diangkat-angkat. Mau makan di rumah saja kami tak nyaman, karena bau dan banyak lalat,” katanya.

Kepala Pasar Medan Deli, Sinaga mengatakan, hal ini sering terbengkalai sejak peraturan daerah yang melimpahkan wewenang kebersihan pada kecamatan. Dulu saat sampah masih di Dinas Kebersihan, tak pernah ada masalah sampah menumpuk.

“Saya juga diserang warga. Ini belum koordinasi dengan baik dari pihak kecamatan. Sampah sudah menumpuk. Tapi pihak kecamatan tidak peduli. Dulu saat di Dinas Kebersihan yang pegang, tidak ada seperti ini,” katanya.

Sinaga menyatakan, pihaknya dari PD Pasar sudah mencoba untuk mengangsur sampah yang menumpuk. Namun armadanya kurang, sampah tak bisa diangkut semua.

“Sudah empat kali kami angkat juga. Mobil kita juga terbatas. Cuma satu mobil. Kami yang angkut sampai ke TPA Melati. Itu pun kami harus bayar ke TPA sana Rp 40 ribu,” katanya.

Pihaknya telah mendatangi Kecamatan Medan Barat. Mereka, janji angkut. Tapi sampai saat ini belum juga diangkut.

“Sudah kami datangi. Ada kesepakatan. Saya tidak ada makan uang kebersihan di sini. Saya serahkan ke PD pasar. Itu pun di sepanjang jalan ini saja. Sementara sampah di sini semua pajak ini, mereka (kecamatan) itu yang mengutip, bukan saya,” imbuhnya. (RJ)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *