oleh

Ibu ini Terus Menangis Belum Tau Kabar Menantunya yang Hilang Bersama Kapal Pencari Ikan di Perairan Aceh

SMARTNEWSTAPANULI.COM, SIBOLGA – Sejumlah keluarga Anak Buah Kapal (ABK) kapal pencari ikan yang dinyatakan hilang di perairan Aceh pada tanggal 3 Januari 2018 mendatangi tangkahan Atak di Pondok Batu, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut), Jumat, (12/1/2018) sore.

Kedatangan mereka adalah untuk mencari tau kabar keluarganya (ABK Kapal, red), apakah masih selamat atau tidak. Namun oleh pihak UD Sinar Mas selaku yang bertanggungjawab atas peristiwa yang dialami kapal berbobot GT 34 itu belum bisa memberikan jawaban yang pasti, karena memang pihaknya juga telah kehilangan kontak sejak tanggal 3 Januari 2018 lalu hingga saat ini terhadap seluruh ABK kapal tersebut.

Mendengar kabar itu, ibu Hamna Boru Pasaribu (60) warga Jl Cendrawasih No 24 kota Sibolga hanya menangis ketika ditanyai sejumlah awak media.

Hamma mengaku, dari 28 ABK dan 1 penumpang kapal tersebut, 4 (empat) ABK yang merupakan keluarganya, termasuk menantunya sendiri.

“Didalam kapal itu ada menantu saya namanya Sutirsno dan anak kakak, anak adik saya serta cucu kakak,” tutur Hamna yang terus menangis dihadapan para awak media.

Dia berharap keluarganya dan seluruh ABK yang ada didalam kapal tersebut segera ditemukan.

“Kiranya segera ditemukan semua, saya sangat was-was tentang keberadaan mereka,” ucapnya, sembari sejumlah pekerja di tangkahan Atak berusaha menenangkan Hamna.

Seperti diberitakan, kapal pencari ikan berkapasitas GT 34 dan bernomor lambung 359 PPJ milik UD Sinar Mas asal kota Sibolga, Sumatera Utara dinyatakan hilang di perairan laut Aceh.

Humas UD Sinar Mas, Aswin Nasution kepada wartawan, Jumat, (12/1/2018) mengatakan kapal tersebut dinyatakan hilang kontak sejak tanggal 3 Januari 2018 sekitar pukul 03.00 WIB dini hari.

Kapal berbobot GT 34 itu berangkat tanggal 27 Desember 2017 menuju lautan, dan tanggal 3 Januari 2018 baru kehilangan.

Upaya pencarian terhadap kapal tersebut terus dilakukan dengan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Aangkatan Laut, Basarnas, AIRUD, Mabes Polri.

Sebelum hilang kontak, kapal tersebut berada di 94 bujur barat, 1 derajat lintang selatan, daerah Simu, masuk Aceh.

(Ren Morank)

Komentar