Aksi Pria ini Bikin Warga Ampolu Kec Badiri Ketakutan dan Memilih Bersembunyi

oleh
ilustrasi seorang pria menenteng parang. sementara di desa Ampolu, kecamatan Badiri, Tapteng, seorang pria hampir tiap hari menenteng parang membuat warga ketakutan. Foto: internet/oz.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TAPTENG – Warga desa Ampolu, kecamatan Badiri, kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut) ketakutan akibat ulah seorang warga bermarga Gea yang hampir tiap hari berjalan melintasi pemukiman warga dengan menenteng parang.

Bahkan Gea juga sering mengejar warga dengan kondisi parang ditangannya. Alhasil, warga ketakutan dan berlari untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pria itu diduga mengalami gangguan jiwa.

“Tiap hari kalau si Gea itu lewat, semua warga di sini pasti lari dan bersembunyi. Soalnya takut kali kita di buatnya. Tiap hari dia bawa-bawa parang yang panjang, dan sering juga mengejar warga sini,” kata seorang ibu rumah tangga, Boru Sihotang, warga desa Lubuk Ampolu, saat di konfirmasi terkait sejumlah warga yang berhamburan mencari tempat persembunyian ketika pria bermarga Gea itu melintas sambil menenteng parang, Sabtu, (13/1/2018).

Beberapa warga lainnya mengaku bahwa lelaki muda bermarga Gea itu mengamuk karena dianggap sudah mengalami gangguan jiwa.

“Bah, biasnya Lae, dia pegang Parang ada 2 (dua), kita sudah susah dibuat Dia di desa ini. Keluarganya merasa tak sanggup lagi untuk membawa berobat karena keterbatasan biaya. Mereka sudah pasrah agar anak ini di tangkap dan di amankan, agar tidak mengganggu warga di sini,” jelas beberapa warga setempat yang sedang berkumpul di salah satu warung.

Terkait hal ketakutan warga ini,awak media mencoba mengkonfirmasi keberadaan warga yang di takutkan oleh para warga desa ke lokasi.

Kepala Desa setempat membenarkan ulah pria itu yang telah mengganggu kenyamanan warga.

“Itu memang benar, Dia Gangguan Jiwa (gila, red), dan warga kami bersama orangtuanya sudah pasrah. Hal ini sudah saya laporkan ke pihak berwajib, yakni polisi, koramil dan dinas sosial, namun belum ada tanggapan. Yang kita takutkan setelah ada kejadian nanti barulah semua bertindak,” ucap Kades dikediamannya kepada wartawan.

Menurutnya, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Gea dianjurkan agar dipasung.

“Karena kami sudah sepakat, warga dan orang tuanya si Gea ini, maka kita buatkan Ruangan Khusus (dipasung, red) untuk dia, semacam penjara nya, agar warga disini merasa aman,” pungkas Kades. (JP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *