Duh! Siswi SMP Berparas Cantik di Tobasa Dihamili Ayah dan Paman Kandungnya

oleh
Kedua Tersangka. Foto: ist.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TOBASA – Entah kata apa lagi yang pantas disampaikan kepada kedua pelaku yang tega meniduri putri dan keponakannya sendiri hingga hamil. Parahnya, perbuatan kedua pelaku yang seharusnya melindungi darah dagingnya itu dilakukan berkali-kali di rumah mereka di Kecamatan, Silaen, Kabupaten Tobasa, Sumatera Utara.

Terungkapnya perbuatan bejat kedua pelaku atas kecurigaan warga Desa Napitu, Parsambilan, Silaen Toba Samosir, atas kondisi badan korban AS, (15) yang masih duduk di bangku SMP.

Kepada wartawan, Kapolres Tobasa AKBP Elvianus Laoly yang dikonfirmasi, Sabtu malam, (27/1/2018) melalui Kasat Reskrim, AKP Nelson JP Sipahutar menjelaskan, bahwa yang melaporkan kasus tersebut adalah ibu korban ke Polres Tobasa. Dan setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya polisi menangkap dan menahan kedua pelaku di Polres Tobasa.

“Benar, kedua pelaku yakni ayah kandung korban, JS (38) dan AMN (33) paman (tulang) korban sudah ditahan di Polres Tobasa dan mengakui perbuatannya. Hanya saja, kasus ini menjadi dua laporan, karena perbuatan bejat itu tidak dilakukan bersama-sama, walaupun korbannya sama,” kata AKP Nelson JP Sipahutar.

Nelson menjelaskan, bahwa yang pertama kali meniduri korban adalah pamannya (tulang kandung korban, red) yang tinggal satu rumah dengan korban dan belum menikah. Seingat pelaku korban ditiduri dua sampai tiga kali seminggu. Sedangkan orangtuanya sudah tiga kali melakukannya.

“Menurut pengakuan paman korban dia meniduri keponakannya sejak tahun 2017 disaat dia pulang dari lapo minum tuak. Kadang-kadang ia masuk dari jendela kamar korban. Demikian juga dengan ayahnya korban. Hanya saja menurut pengakuan kedua pelaku, mereka tidak saling mengetahui perbuatan itu,” terang Nelson.

Demikian juga dengan pengakuan ibu korban yang tidak mengetahui peristiwa yang menimpah putrinya itu.

Untuk mengetahui berapa bulan usia kandungan korban, pihak penyidik masih menunggu hasil visum dari dokter. Hanya saja sejak kasus ini tekuak, korban yang berparas cantik itu tidak sekolah lagi.

“Untuk mengetahui sudah berapa lama korban mengandung, penyidik masih menunggu hasil visum dari dokter,” pungkasnya. (Ren Morank)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *