Lupa Kunci Stang, Motor Firman Hilang dari Parkiran

  • Whatsapp
Tersangka Bersama Barang Bukti Diamankan di Mapolres Sibolga. FOTO: Dok_snt.

Sibolga – Gara-gara lupa mengunci stang motor yang diparkir, Firman Harahap (35) warga Pandan, kehilangan sepeda motor kesayangannya Yamaha Mio BB 3146 MO.

Kejadiannya, Jumat (27/4) sekira pukul 02.00 WIB. Saat itu Firman memarkir motornya di Jl SM Raja Kelurahan Pancuran Gerobak. Korban pun melaporkan ke Polres Sibolga pada, Senin (30/4).

Beberapa hari kemudian, Kamis (3/5), petugas mengamankan seorang laki-laki berinisial BS (43) warga Jl Dolok Tolong Gg Sipres, Kelurahan Hutabarangan, yang diduga mengendarai motor milik Firman.

Setelah diinterogasi, BS mengakui motor tersebut dibeli dari orang lain berinisial RN (36) warga Jl Gatot Subroto Gg Batalyon, Pondokbatu, Tapteng.

Mendengar keterangan BS, petugas pun menangkap tersangka RN yang berprofesi sebagai nelayan ini sekitar pukul 21.00 WIB dari salah satu Warnet di Jl R Suprapto Sibolga.

Saat ditangkap, tersangka melawan petugas dan berupaya melarikan diri, sehingga petugas menghadiahkan timah panas pada kaki kanannya.

Setelah dilakukan pengembangan, polisi pun menangkap teman tersangka berinisial HS (28), di Jl Gatot Subroto Gg Batalyon, Pondok Batu, Tapteng, Minggu (13/5).

Kepada petugas, tersangka RN menerangkan sepeda motor yang dicurinya tersebut dijual kepada BS seharga Rp700.000.

“Usai makan lontong, tersangka RN dan HS jalan-jalan naik motor Honda Beat. Di depan Kantor Usaha Cash & Kredit, tersangka melihat ada sepeda motor Yamaha Mio Sporty parkir. RN pun turun lalu mendorong motor ke jalan raya, sedangkan HS mendorong motor yang dinaiki RN dengan kakinya,” kata Kapolres Sibolga AKBP Edwin H Hariandja melalui Kasubbag Humas, Iptu R.Sormin, Jumat, (1/6).

Keesokan harinya tersangka menjual motor tersebut, semula harga yang ditawarkan Rp1 juta, tetapi setelah ada nego, motor itu pun dibayar seharga Rp700.000.

Tersangka RN dan HS ditahan di RTP Polres Sibolga, diduga melapas 363 ayat (1) ke 3 dan 4 Subs 362 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun, sedangkan BS telah dititipkan di Lapas Tukka, diduga melapas 480 KUHP dengan ancaman hukuman 4 thn. (snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *