Sering Pamer Foto Mesra di Medsos, Pertanda Pasangan Tak Bahagia

  • Whatsapp
Gisella Anastasia pada Gading Marten. (FOTO: snt)

Smart News Tapanuli – Kabar gugatan cerai Gisella Anastasia pada Gading Marten, yang didaftarkan pada (19/11) mengagetkan publik. Pasalnya, pasangan yang sudah membina rumah tangga lima tahun, selama ini cukup sepi dari gosip.

Bahkan Gisella dan Gading kerap tampil romantis dan mesra di layar kaca maupun media sosial. Namun, siapa tahu problematika yang tengah menghantam biduk perkawinan?

Bacaan Lainnya

Seperti perumpamaan, lain di muka, lain pula di dalam. Citra yang dikesankan di media sosial, tak selalu berbanding lurus dengan fakta sebenarnya.

Menurut pakar, pasangan yang sering mengumbar status, foto, maupun video mesra secara online, sejatinya sedang berusaha menutupi masalah yang menimpa hubungan mereka.

Nikki Goldstein, pakar seksolog dan hubungan dari Australia, yang mengatakan hal tersebut, seperti dilansir dari laman Independent.

Pasangan yang sering berbagi di media sosial, sering hanya mencari kepastian tentang hubungan mereka dari orang lain, menurut Nikki.

“Sering kali orang-orang yang paling banyak mem-posting, sedang mencari validasi untuk hubungan mereka dari orang lain di media sosial,” katanya. Validasi yang dimaksud Nikki itu adalah suka dan komentar dari pengguna media sosial.

Nikki juga menilai, pasangan yang begitu tertarik mengunggah foto satu sama lain di Instagram, sebenarnya mereka tidak menikmati saat-saat bersama pasangan.

“Anda melihat orang-orang yang akan sangat fokus untuk mengambil ‘relfie’ (relationship selfie)- kemudian mengaplikasikan filter dan hashtag. Saya pikir, mengapa Anda tidak mengambil foto saja, karena itu kenangan yang indah?” ujar Nikki.

FOTO: Twitter

Nikki menilai bahwa dengan mereka memamerkan foto mesra di media sosial, yang dinikmati justru perolehan suka dan komentar dari warganet, ketimbang saat bersama pasangan mereka sendiri.

Sementara, caption umum yang biasa dibubuhkan untuk foto hubungan, seperti ‘my man’ atau ‘my girl’ bisa menjadi tanda posesif.

Apa yang disampaikan Nikki itu setidaknya menjadi pengingat bahwa media sosial tidak mencerminkan kehidupan nyata. Saat dua orang berfoto dengan pose seolah-olah sedang saling jatuh cinta, kita tak pernah tahu apa yang terjadi di balik pintu rumah yang tertutup itu. (VIVA)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *