oleh

AMPUH Minta Kejagung Copot Timbul Pasaribu dari Jabatannya

Sibolga – Sebelum berakhir tahun 2018, Kantor Kejaksaan Negeri Sibolga, Sumatera Utara di Jalan Sutomo No 11, didemo Aliansi Mahasiswa, Wartawan dan LSM Peduli Penegakan Hukum (AMPUH), Selasa (18/12).

Dengan menggunakan alat pengeras suara, Herbet Roberto Sitohang selaku kordinator aksi minta Kejagung dan Kejatisu untuk mencopot Kepala Kejaksaan Negeri Sibolga yang saat ini dijabat Timbul Pasaribu.

Desakan pencopotan Timbul Pasaribu dari jabatannya karena AMPUH menilai Kejari Sibolga dituding tidak serius menangani laporan kasus-kasus dugaan korupsi di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang dilaporkan berbagai komunitas, yakni laporan dari masyarakat, mahasiswa dan aktivitas LSM, sejak tahun 2016 hingga 2018.

“Laporan dugaan korupsi yang kami sampaikan ke Kejari Sibolga hanya tinggal mimpi. Jadi kami meminta kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan kepada Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara untuk mencopot Kajari Sibolga dari jabatannya. Dan menggantikannya dengan pejabat yang peduli dengan korupsi. Itu harapan kami. Jadi jangan ada lagi Pemberi Harapan Palsu (PHP),” teriak Herbet.

Dalam aksi ini, pengunjukrasa menyuarakan sejumlah tuntutan penanganan kasus dugaan korupsi, diantaranya menuntut penyelesaian kasus korupsi penggunaan Dana Desa T.A.2016 sebanyak 11 Kepala Desa.

AMPUH juga menyikapi bahwa sampai saat ini semua kasus yang dilaporkan LSM tidak jelas proses hukum dan status hukum para kepala desa tersebut.

Kemudian menuntut kasus dugaan korupsi APBD T.A 2014 dan 2015 di Dinas Kelautan Pemkab Tapteng, dan kasus dugaan korupsi pembangunan jalan dan jembatan kecil di Jalan Sudirman, dana APBD tahun 2015 yang diduga kuat di mark up.  Dalam aksi ini, Timbul Pasaribu langsung menemuai pengunjuk rasa. (snt)

Komentar