AMPERA dan HMI Bentrok, Bupati Tapsel Diminta Bertanggungjawab

  • Whatsapp
Puluhan Mahasiswa Ampera saat berunjukrasa di depan pintu gerbang masuk kantor Bupati Tapanuli Selatan. (Foto: Ali Imran)

SmartNews, Tabagsel – Puluhan massa Aliansi Mahasiswa Pejuang Rakyat (AMPERA) berunjukrasa di depan Kantor Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut), Senin (23/9/2019).

Diketahui, aksi unjukrasa Ampera ini sudah berlangsung empat kali. Mereka menyuarakan agar ada evaluasi kinerja di Pemerintahan Kabupaten Tapanuli Selatan (Pemkab Tapsel), diantaranya terkait dugaan pungutan liar (pungli) honor Tenaga Harian Lepas (THL) dan pengangkatan Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang terindikasi tanpa dasar hukum di RSUD Sipirok.

Bacaan Lainnya

Mereka juga menyampaikan soal dugaan penggelapan biaya pemeliharaan tiga rumah dinas yakni, rumah dinas (Rumdis) Bupati, Wakil Bupati dan rumah Ketua DPRD tahun anggaran (TA) 2018 lalu.

Selain itu, Ampera juga meminta pertanggungjawaban Bupati Tapsel, Syahrul M Pasaribu atas terjadinya bentrokan massa Ampera dengan Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) pada, 16 September lalu, yang mengakibatkan terjadinya luka-luka pada kedua kubu yang berbeda pendapat.

Kepada wartawan, Raynaldi Dongoran selaku kordinator Ampera menduga bahwa, massa HMI yang diduga sengaja dibenturkan saat mereka berunjukrasa.

“Kami meminta Bupati Tapsel, Syahrul M Pasaribu bertanggungjawab atas terjadinya bentrokan tersebut. Bupati pasti tahu siapa dalang atau inisiator dari massa yang kami duga dibentrokkan dengan kami,” kata salah seorang orator aksi yang menggunakan pengeras suara di hadapan sejumlah pegawai, Satpol PP serta aparat kepolisian yang berjaga-jaga di lokasi aksi.

Aksi yang berlangsung 1 jam itu, Bupati Tapsel, Syahrul M Pasaribu tak kunjung hadir menemui pengunjuk rasa.

Namun, beberapa saat kemudian, Asisten I Pemkab Tapsel, Ahmad Zein Harahap mendatangi massa. Tapi tak menemui titik terang atas tuntutan pengunjukrasa.

Kekecewaan mahasiswa ini pun muncul lantaran tidak bisa bertatap muka langsung dengan Bupati selaku penanggungjawab di Pemkab Tapsel.

Pantauan wartawan, saat itu massa mencoba mendekat ke pelataran halaman kantor bupati, namun pihak keamanan baik dari kepolisian dan Satpol PP mencoba menghadang jalan mereka. (AM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *