Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk Sumbang Satu Bulan Gaji untuk Warganya

  • Whatsapp
FOTO: Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk.

SmartNews, Tapanuli – Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk mengungkapkan menyumbang gajinya satu bulan untuk warga di daerah itu yang sudah mengalami kesulitan ekonomi dampak pandemi COVID-19.

Wali Kota Syarfi Huaturuk mencontohkan, para abang-abang becak bermotor di Kota Sibolga kini mulai mengeluh karena berkurangnya penghasilan. Begitu juga para pengusaha warnet, karena usaha mereka itu diimbau tidak buka, dan pedagang kaki lima (PKL).

Bacaan Lainnya

Sumbangan gajinya itu kata Syarfi Hutauruk sebagai bentuk empati terhadap warga. Namun, bagaimana nanti mekanisme penyaluran sumbangan bantuan itu, Pemko Sibolga akan dibahas kemudian.

Dia juga mengatakan, jajarannya akan turut menyumbang dari pemotongan gaji yang akan dilakukan. Baik, Wakil Wali Kota Sibolga, Edi Polo Sitanggang dan Sekda M Yusuf Batubara.

“Satu bulan gaji saya, akan saya sumbangkan sebagai empati kepada korban dampak corona,” ucap Syarfi Hutauruk dalam Konferensi Pers terkait Rapat Antisipasi untuk memutus mata rantai COVID-19 di Kota Sibolga, Senin sore (30/03/20), di Aula Nusantara I Kantor Wali Kota Sibolga.

“Sekda berapa persen?,” tanya Syarfi kepada M Yusuf Batubara yang duduk di samping kirinya. “Setengah persen pak,” jawab Yusuf Batubara.

Begitu juga Edi Polo Sitanggang menyumbang setengah bulan gajinya. “Berapa bulan gaji? tanya Syarfi ke Edi Polo.

Lantas orang nomor dua di Kota Sibolga itu menyetujui setengah gajinya dalam sebulan untuk disumbangkan.

“Demikian juga pejabat-pejabat ini sudah mengisi (daftar) dengan tulus dan ikhlas (menyumbang gaji) tanpa dipaksa memberikan bantuan. Ada yang 10 persen dari TPP nya, ada yang 20 persen. Ini keputusan rapat hari ini. Mudah-mudahan ini terkumpul dan segera akan kami salurkan kepada warga Sibolga yang terkena dampak virus corona,” ungkap Wali Kota.

Di kesempatan ini, Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk juga menyampaikan bahwa di daerah itu sebelumnya ada 10 orang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP). Namun, 5 orang diantaranya sudah selesai dalam pemantauan. Artinya, kelimanya sudah dinyatakan sehat. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *