Satika Simamora Bawa Dirjen IKMA Tampung Keluhan Pengrajin Pandai Besi Taput

  • Whatsapp
Ketua Dekranasda Taput Satika Simamora saat mendampingi Abdullah staff Ditjend IKMA Kementerian Perindustrian dan Aneka melihat kondisi pengrajin pandai besi. (Foto: dok)
Ketua Dekranasda Taput Satika Simamora saat mendampingi Abdullah staff Ditjend IKMA Kementerian Perindustrian dan Aneka melihat kondisi pengrajin pandai besi. (Foto: dok)

SNT, Taput – Pemkab Taput melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) menyahuti keluhan pengrajin Pandai Besi di Sitampurung Siborongborong.

Di hadapan Ketua Dekranasda Taput, Satika Simamora dan rombongan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Togap Lumbantoruan menyampaikan keluhan terkait bahan baku besi baja yang standar dan juga peralatan modern untuk menempa besi.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Hasil Pengembangan, Pria Warga Barus Diamankan dari Rumahnya

“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Nikson dan Ibu Satika yang telah menyahuti keluhan kami berupa bahan baku dan alat penempa besi,” kata Togap, Selasa (4/5/2021).

Togap mengungkapkan kendala yang dialami pengrajin Pandai Besi yakni produksi yang kurang maksimal akibat bahan yang tidak standar.

“Selama ini kami mengandalkan bahan baku per bekas yang tentunya kurang dapat bersaing dengan produk yang menggunakan bahan dari baja,” ungkap dia.

Baca Juga: Tiang Listrik Patah Tebu Ditabrak Dump Truk di Tapteng

Sehingga ketika produk pengrajin yang dipasarkan ke petani sawit di Pekan Baru tidak mampu bersaing.

“Kami sudah pernah tender ke PTPN, namun produk kita kalah bersaing. Untuk itu kami mohon dibantu pengadaan bahan baku besi baja, alat spring hammer menjadi air hammer (tungku pemasak besi) dan Gerinda,” aku Togap.

Baca Juga: Bupati Taput Canangkan Vaksinasi 1000 Guru PAUD dan SD

Keinginan yang sama juga disampaikan Ramli Lumbantoruan yang sudah menggeluti usaha penempahan besi selama hampir 12 tahun.

“Setiap hari kami mampu memproduksi kampak sawit 100 buah, dodos 100 buah dan Egrek 40 buah. Namun kita masih kalah saing akibat bahan baku yang digunakan sebatas per bekas,” kata Ramli yang mengaku memiliki 9 pekerja.

Baca Juga: Kementerian PUPR Alokasikan Puluhan Miliar Membangun Pipa Air Baku dan Preservasi Jalan Nasional di Taput

Dengan kondisi seperti itu saja, Ramli mengatakan, mampu berpenghasilan bersi 600 ribu rupiah setiap hari.

“Kalau kita dibantu pengadaan bahan baku per baja hingga alat lebih modern, saya yakin akan berdampak ke perekonomian pengrajin pandai besi,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Satika Simamora mengatakan kedatangan rombongan Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Abdullah guna melihat apa yang dibutuhkan pengrajin.

“Ini yang kita coba fasilitasi melalui Kementerian baik pelatihan, pemasaran hingga pengadaan bahan baku,” kata dia.

Baca Juga: Propam Razia Polisi di Hotel, Karaoke dan Home Stay di Sibolga

Dalam kesempatan itu, Satika Simamora meminta Kades dan Camat agar memfasilitasi pembuatan proposal.

“Mumpung mereka di sini, segera buat proposal dan akan kami kirimkan sesegera mungkin,” pesan Satika kepada Camat Erwan Hutagalung.

Baca Juga: Bupati Taput: Ini Wajah Kota Tarutung, Harus Bersih dan Tertata Rapi

Abdullah dari Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka menyampaikan akan memfasilitasi pengrajin pandai besi di Taput.

“Kita sudah ada bantu pengrajin di Sibolga, dan itulah maksud kedatangan kita melihat apa yang Kementerian bantu mendukung UMKM,” jelasnya. (red)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *