Bobby Geram Puskesmas di Medan Tak Miliki Vaksin Rabies

  • Whatsapp
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat meninjau langsung lokasi vaksinasi massal di Ex Bandara Polonia, baru-baru ini. (Foto: dok_Instagram)
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat meninjau langsung lokasi vaksinasi massal di Ex Bandara Polonia, baru-baru ini. (Foto: dok_Instagram)

SNT, Medan – Bocah berinisial RA (10) di Medan meninggal dunia setelah digigit anjing milik tetangganya, dand sempat kesulitan mendapatkan vaksin rabies.

Mengenai hal itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, ke depan dirinya berjanji bakal menyediakan vaksin tersebut.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut disampaikan Bobby usai mengecek lumpur penyumbat parit di Kecamatan Medan Sunggal, Rabu (16/6/2021).

Baca Juga: 10 Tahun Kabur, Buronan Kejagung Adelin Lis Diciduk di Singapura

Bobby awalnya menyoroti soal obat-obatan yang ada di puskesmas. “Ini yang saya sampaikan juga, kita di Kota Medan masalah kesehatan, yang di punya kita sendiri, di rumah sakit kita sendiri, puskesmas kita sendiri, ini kalau belanja obat-obatan dan segala macam harus dilihat juga jangan asal belanja, yang nggak jelas-nggak jelas,” kata Bobby.

Dia menuturkan membeli obat-obat secara serampangan membuat rugi pemerintah yang telah mengeluarkan anggaran. Obat-obat tersebut akhirnya tak terpakai karena sudah kedaluwarsa.

Baca Juga: Disemprot Jerinx SID, Begini Penjelasan Lengkap BCL

“Ini mungkin nanti beberapa waktu ke depan seperti obat-obatan itu, janganlah yang nggak perlu akhirnya ini ada pemusnahan obat-obatan, yang sudah kita beli tidak terpakai dan ini mau dimusnahkan dalam waktu dekat, ini kan mubazir ya,” kata Bobby.

Lebih lanjut, Bobby Nasution menilai seharusnya obat seperti vaksin rabies ini disediakan. Pemerintah pasti memiliki data wilayah-wilayah yang rawan terserang rabies.

Baca Juga: Duh, Sekda Nias Utara Digerebek Bareng Wanita di Medan

“Nah ini contoh tadi kami bilang vaksin untuk rabies harusnya bisa disediakan apalagi di puskesmas yang kita tahu di wilayah kita sudah jelas ya ada yang mungkin di mana letak yang kira-kira banyak yang ada pemeliharaan anjing atau anjing liar dan segala macam. Nah ini haruslah puskesmasnya jeli melihat itu. Jadi masyarakat nggak bingung lagi mencari di mana,” ujarnya.

Akibat peristiwa ini, Bobby Nasution bakal mempelajari soal suntik rabies untuk hewan peliharaan warga. Bobby bakal berkolaborasi dengan dokter hewan serta unsur lainnya untuk menentukan perlu tidaknya suntik rabies kepada hewan peliharaan warga.

Baca Juga: Warga Medan dan Deli Serdang Ditangkap Polisi di Sibolga, Ini Kasusnya

“Nah ini nanti coba kita lihat, nanti akan saya pelajari lagi, bila perlu kita adakan, biasanya ada juga ya suntik rabies untuk hewan-hewan peliharaan yang dimiliki masyarakat. Nanti coba kita komunikasikan sama dokter-dokter hewan dan petshop dan segala macam. Kita bisa kerja sama untuk suntik rabies pada hewan-hewan peliharaan,” terang Bobby.

Sebelumnya orang tua RA (10), bocah yang meninggal karena digigit anjing, menceritakan susahnya mencari obat untuk anaknya di Medan, Sumatra Utara (Sumut).

Dia mengaku harus mengelilingi rumah sakit di Medan untuk mencari obat. “Jumat (11/6) kita pergi ke Rumah Sakit Adam Malik untuk mencari vaksin itu, ternyata di sana kosong. Rumah Sakit Adam Malik menunjukkan coba mencari ke klinik Bestari ke Petisah, ternyata di sana juga kosong,” kata ibu RA, Lili, kepada wartawan, Rabu (16/6/2021).

Baca Juga: Honda Jazz Tancap Gas Menuju Medan, Polisi Taput Curiga, Oh Ternyata..

Tak hanya di dua tempat itu, Lili mengatakan dirinya juga mencari ke sejumlah rumah sakit lain di Kota Medan. Namun obat yang dicari tidak juga ditemukan.

“Dari sana kita disuruh cari lagi ke klinik lain mana tahu ada, kita cari, dan ternyata di semua klinik tidak ada,” sebut Lili.

Dia kemudian melanjutkan pencarian obat pada Sabtu (12/6/2021). Lili kembali mencari obat ke klinik yang ada di dekat rumahnya, namun obat tersebut tidak juga ditemukan. Begitu pula di apotek.

Baca Juga: Ditanya Bobby Soal Kutipan, Lurah di Medan: Nggak Ada Pak Saya Minta-minta Uang

“Kita cari ke semua apotek ternyata kosong, cuma ada satu apotek (yang menyediakan obat), yaitu Kimia Farma. Kita beli udah dua kali,” akunya.

Setelah diberi suntikan obat, Lili mengatakan anaknya tak juga sembuh. Anaknya sempat mengeluarkan liur, dan lumpuh sebelum meninggal. “Hari Sabtu panasnya naik-turun, terus dia mulai menunjukkan, menjulurkan lidahnya, sudah seperti anjing gitu. Kepanasan, tidur aja, nggak mau makan, asal makan muntah, liurnya keluar, jalan pun udah nggak bisa, seperti lumpuh,” katanya. (dtc/snt)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *