Produksi Bawang Merah di Kabupaten Humbang Hasundutan Tembus 11 Ribu Ton Tahun 2021

  • Whatsapp
Keterangan Foto: Produksi bawang merah di Food Estate, Desa Riaria, Kecamatan Pollung.

SNT, Humbahas – Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Provinsi Sumatera Utara tahun 2021 mendapat penghargaan dari Gubernur Sumatera Utara atas surplus produksi bawang merah sebesar 11.983 ribu ton.

Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara mencatat, surplus itu merupakan tertinggi dari kabupaten kota sejak tahun 2021.

Kepala Dinas Pertanian Humbahas, Junter Marbun kepada wartawan, Rabu (16/2/2022), mengungkapkan pada tahun 2021, Kabupaten Humbang Hasundutan suprlus bawang merah hingga mencapai 11.983 ton umbi basah setara dengan 7.669 ton umbi kering .

Sementara kebutuhan/konsumsi 616 ton, sehingga terdapat surplus sebanyak 7.054 ton tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Sumatera Utara.

Junter menguraikan, penghargaan itu dilihat berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Utara yang mencatat dari bulan Januari hingga Desember, produksi bawang merah sebesar 132.839 kuintal.

“Januari 2021, produksi bawang merah tercatat sebesar 10.900 kuintal dengan luas panen 66 hektare.Kecamatan Onan Ganjang hasil produksi bawang merah 360 kuintal dengan luas panen 2 hektare, Sijamapolang 180 kuintal dengan luas panen 1 hektare, Dolok Sanggul 2.100 kuintal dengan luas panen 15 hektare, dan Kecamatan Lintong Nihuta sebesar 180 kuintal dengan luas panen 1 hektare,” paparnya.

Sedangkan, di Kecamatan Paranginan 880 kuintal dengan luas panen 4 hektare, di Baktiraja sebesar 4.320 kuintal dengan luas panen 24 hektare, Pollung sebesar 2.400 kuintal dengan luas panen 16 hektare.

Sementara, Kecamatan Parlilitan sebesar 480 kuintal dengan luas panen 3 hektare. Kemudian, jumlah tersebut naik menjadi 12.650 kuintal pada Februari 2021 dengan luas lahan 70 hektare.

Kecamatan Onan Ganjang hasil produksi bawang merah 360 kuintal dengan luas panen 2 hektare, Sijamapolang 170 kuintal dengan luas panen 1 hektare, Dolok Sanggul 1.950 kuintal dengan luas panen 13 hektare, Lintong Nihuta sebesar 320 kuintal dengan luas panen 2 hektare.

Sedangkan, di Kecamatan Paranginan 1000 kuintal dengan luas panen 5 hektare, di Baktiraja sebesar 6.000 kuintal dengan luas panen 28 hektare, Pollung sebesar 2.850 kuintal dengan luas panen 19 hektare.

“Di bulan Maret, kembali naik produksi bawang merah 28.100 kuintal dengan luas panen bawang merah 143 hektare. Kecamatan Onan Ganjang hasil produksi bawang merah 200 kuintal dengan luas panen 1 hektare, Sijamapolang 150 kuintal dengan luas panen 1 hektare, Dolok Sanggul 2.250 kuintal dengan luas panen 15 hektare, Lintong Nihuta sebesar 580 kuintal dengan luas panen 4 hektare,” lanjut Junter.

Sedangkan, di Kecamatan Paranginan 400 kuintal dengan luas panen 2 hektare, di Baktiraja sebesar 6.160 kuintal dengan luas panen 28 hektare, Pollung sebesar 18.200 kuintal dengan luas panen 91 hektare.

Sementara, Kecamatan Parlilitan sebesar 160 kuintal dengan luas panen 1 hektare.

Namun, kata dia, di bulan April 2021 produksi bawang merah turun sebesar 5.320 kuintal dengan luas panen 26 hektare.

“Diantaranya, Kecamatan Dolok Sanggul 960 kuintal dengan luas panen 6 hektare, Lintong Nihuta sebesar 170 kuintal dengan luas panen 1 hektare.
Sedangkan, Baktiraja sebesar 2.300 kuintal dengan luas panen 10 hektare, Pollung sebesar 1.800 kuintal dengan luas panen 9 hektare, dan dibulan Mei 2021 produksi bawang merah naik sebesar 6.728 kuintal dengan luas panen 33 hektare,” jelas Junter.

“Diantaranya, Kecamatan Onan Ganjang hasil produksi bawang merah 180 kuintal dengan luas panen 1 hektare, Dolok Sanggul 640  kuintal dengan luas panen 4 hektare, Lintongnihuta sebesar 148 kuintal dengan luas panen 1 hektare,” sambungnya.

Sedangkan, di Kecamatan Paranginan 400 kuintal dengan luas panen 2 hektare, di Baktiraja sebesar 2.400 kuintal dengan luas panen 10 hektare, Pollung sebesar 2.800 kuintal dengan luas panen 14 hektare.

Sementara, Kecamatan Parlilitan sebesar 160 kuintal dengan luas panen 1 hektare.

Dibulan Juni 2021 produksi bawang merah naik sebesar 7.140 kuintal dengan luas panen 34,50 hektare.

Diantaranya, Sijamapolang 150 kuintal dengan luas panen 0,50 hektare, Dolok Sanggul 700 kuintal dengan luas panen 4 hektare, Lintong Nihuta sebesar 920 kuintal dengan luas panen 5 hektare.

Sedangkan, di Kecamatan Paranginan 570 kuintal dengan luas panen 3 hektare, di Baktiraja sebesar 2.600 kuintal dengan luas panen 11 hektare, Pollung sebesar 2.200 kuintal dengan luas panen 11 hektare.

Untuk dibulan Juli 2021, produksi bawang merah turun sebesar 6.870 kuintal dengan luas panen 36 hektare.

Diantaranya, Kecamatan Onan Ganjang hasil produksi bawang merah 180 kuintal dengan luas panen 1 hektare, Sijamapolang 150 kuintal dengan luas panen 1 hektare, Dolok Sanggul 460 kuintal dengan luas panen 2 hektare, Lintong Nihuta sebesar 900 kuintal dengan luas panen 5 hektare.

Sedangkan, di Kecamatan Paranginan 380 kuintal dengan luas panen 2 hektare, di Baktiraja sebesar 3840 kuintal dengan luas panen 20 hektare, Pollung sebesar 800 kuintal dengan luas panen 4 hektare.

Sementara, Kecamatan Parlilitan sebesar 160 kuintal dengan luas panen 1 hektare.

Lebih lanjut dia menyebut, pada bulan Agustus 2021, produksi bawang merah di Humbahas naik menjadi sebesar 9.560 kuintal dengan luas panen 37 hektare.

Diantaranya, Sijamapolang 180 kuintal dengan luas panen 1 hektare, Lintong Nihuta sebesar 2100 kuintal dengan luas panen 6 hektare.

“Sedangkan, di Kecamatan Paranginan 680 kuintal dengan luas panen 3 hektare, di Baktiraja sebesar 3800 kuintal dengan luas panen 13 hektare, Pollung sebesar 2.800 kuintal dengan luas panen 14 hektare, dan untuk September 2021, produksi bawang menurun mencapai 7.218 kuintal dengan luas panen 32,25 hektare,” tambahnya.

“Diantaranya, Kecamatan Onan Ganjang hasil produksi bawang merah 50 kuintal dengan luas panen 0,25 hektare, Sijamapolang 18 kuintal dengan luas panen 1 hektare, Dolok Sanggul 360 kuintal dengan luas panen 2 hektare, Lintong Nihuta sebesar 9750 kuintal dengan luas panen 5 hektare. Sedangkan, di Kecamatan Paranginan 380 kuintal dengan luas panen 2 hektare, di Baktiraja sebesar 2860 kuintal dengan luas panen 13 hektare, Pollung sebesar 1800 kuintal dengan luas panen 9 hektare,” terang Junter.

Bulan Oktober 2021, produksi bawang kembali naik menjadi 11.800 kuintal dengan luas panen 58,75 hektare.

Diantaranya, Kecamatan Onan Ganjang hasil produksi bawang merah 910 kuintal dengan luas panen 5,75 hektare, Sijamapolang 250 kuintal dengan luas panen 2 hektare, Dolok Sanggul 900 kuintal dengan luas panen 5 hektare, Lintong Nihuta sebesar 370 kuintal dengan luas panen 2 hektare.

Sedangkan, di Kecamatan Paranginan 570 kuintal dengan luas panen 3 hektare, di Baktiraja sebesar 4600 kuintal dengan luas panen 20 hektare, Pollung sebesar 4200 kuintal dengan luas panen 21 hektare.

Produksi bawang merah setelah melonjak hingga mencapai 13.846 kuintal dengan luas panen 68,30 hektare pada November 2021.

Diantaranya, Kecamatan Onan Ganjang hasil produksi bawang merah 1200 kuintal dengan luas panen 8 hektare, Sijamapolang 150 kuintal dengan luas panen 1 hektare, Dolok Sanggul 360 kuintal dengan luas panen 2 hektare, Lintong Nihuta sebesar 1100 kuintal dengan luas panen 6 hektare.

Sedangkan, di Kecamatan Paranginan 380 kuintal dengan luas panen 2 hektare, di Baktiraja sebesar 4800 kuintal dengan luas panen 20 hektare, Pollung sebesar 5.856 kuintal dengan luas panen 29,30 hektare.

Hanya saja produksinya kembali turun pada bulan Desember 2021 sebesar 12.797 kuintal dengan luas panen 65,10 hektare.

Diantaranya, Kecamatan Onan Ganjang hasil produksi bawang merah 450 kuintal dengan luas panen 4 hektare, Sijamapolang 650 kuintal dengan luas panen 4 hektare, Dolok Sanggul 320 kuintal dengan luas panen 5 hektare, Lintong Nihuta sebesar 457 kuintal dengan luas panen 2,50 hektare.

Sedangkan, di Kecamatan Paranginan 760 kuintal dengan luas panen 4 hektare, di Baktiraja sebesar 6.240 kuintal dengan luas panen 26 hektare, Pollung sebesar 3920 kuintal dengan luas panen 19,60 hektare.

Junter menuturkan, suprlus produksi ini terjadi karena minat masyarakat bercocok tanam bawang merah sepanjang tahun 2020 hingga 2021 tinggi yang terus disosialisasikan oleh pemerintah, apalagi Bupati Dosmar kepada para petani.

Sementara kebutuhan/konsumsi 616 ton sehingga terdapat surplus sebanyak 7.053 ton tertinggi dibandingkan Kabupaten/Kota lainnya di Sumatera Utara.

“Dengan demikian Kabupaten Humbang Hasundutan mempunyai kontribusi yang besar untuk mengurangi impor bawang merah di Sumatera Utara,” pungkasnya. (and)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *