Smartnewstapanuli.com




Dandim 0210/TU: jangan mudah terpancing berita hoax

  • Sabtu, 29 Juli 2017 | 16:36
  • / 5 Djulqa'dah 1438
  • Reporter:
  • 291 Kali Dibaca
Dandim 0210/TU: jangan mudah terpancing berita hoax
Sosialiasi wawasan kebangsaan oleh Dandim 0210/TU Letkol Arm Ezra Nathanael di Balige.

SMARTNEWSTAPANULI.COM, TOBASA – Dandim 0210/TU Letkol Arm Ezra Nathanael melaksanakan sosialisasi wawasan kebangsaan dengan tema “NKRI Harga Mati”. Acara ini diselenggarakan bekerjasama dengan FKPPI Kabupaten Toba Samosir, bertempat di Gedung Sentra Pemuda di Jalan Pelajar Soposurung, Kecamatan Balige, Jumat (28/7/2017) pukul 10.45 WIB.

Dalam sambutannya, Ketua FKPPI Kabupaten Toba Samosir Benhard Siregar menyampaikan bahwa pihaknya merasa sangat penting melaksanakan kegiatan sosialisasi kebangsaan untuk mengajak para generasi muda lebih memahami dasar ideologi negara.

“FKPPI juga  mengajak semua elemen masyarakat agar mengamalkan empat pilar berbangsa dan negara untuk meningkatkan jiwa nasionalisme masyarakat, khususnya di Kabupaten Tobasa,” ucap Benhard.

Sementara itu, Dandim 0210/TU Letkol Arm Ezra Nathanael menjelaskan tentang Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

“Ada beberapa perspektif ancaman di Indonesia termasuk Five Power Defence Arran (FPDA), narkoba, terorisme dan persaingan ekonomi. Masalah terorisme adalah tanggungjawab kita bersama, waspadai media sosial yang merupakan penebaran paham radikal yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, dan jangan terpancing dengan berita hoax,” ungkap Dandim.

Dandim juga mengkritisi soal undang-undang anti terorisme yang masih termasuk lunak dengan hanya mengamanatkan pelaku yang sudah melakukan perbuatannya baru bisa dihukum.

“Itu artinya bahwa pelaku teror tidak memiliki efek jera jika mengacu pada undang-undang terorisme itu,” ujar Dandim.

Katanya lagi, masih ada kepentingan yang dapat merugikan stabilitas nasional. Tahun 2016 jumlah penduduk Indonesia 5,1 juta menggunakan narkoba, dan 15.000 jiwa meninggal dunia setiap tahun.

“Jangan sampai anak bangsa, khusus Tobasa, masuk dalam daftar pengguna narkotika. Hal yang paling pokok adalah melemahkan perekonomian Indonesia dipengaruhi berbagai banyak hal, termasuk pengaruh negara adikuasa,” ujar lulusan Akmil 98 itu.

Hadir juga Kabag Sumda Polres Tobasa Kompol J Berutu, Danramil 17/Blg Kapten Inf M Simanjuntak berserta anggota, anggota FKPPI Tobasa, pelajar SMA Negeri 2 dan SMK Negeri Balige, tokoh agama dan pengurus LSM LIRA Tobasa. (Penrem 023)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 SMARTNEWSTAPANULI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional