Smartnewstapanuli.com




Ayah bocah yang diduga “digituin” 3 anak-anak datangi Polres Sibolga

  • Selasa, 8 Agustus 2017 | 17:03
  • / 15 Djulqa'dah 1438
  • Reporter:
  • 1313 Kali Dibaca
Ayah bocah yang diduga “digituin” 3 anak-anak datangi Polres Sibolga
Julianto bersama putrinya, dan adik perempuannya saat bertemu dengan Kasubbag Humas Polres Sibolga Iptu R Sormin, Selasa (8/8/2017).

 

SIBOLGA – Julianto (39) mendatangi Mapolres Sibolga Jalan Dr FL Tobing, Selasa (8/8/2017) siang, untuk melaporkan kasus kekerasan seksual yang diduga dialami putrinya Melati (6), nama samaran, oleh 3 anak laki-laki yang juga masih bocah. Julianto yang datang bersama seorang adik perempuannya, membawa serta Melati.

“Saya tidak bisa menerima perdamaian yang katanya sudah dilakukan di kantor kelurahan kemarin malam (Sabtu, 5/8/2017), karena saya belum sampai dari Medan saat itu. Ini saya sekarang mau melaporkan ke polisi, karena bagaimana nasib dan masa depan anak saya ini nanti kalau perdamaian itu pun tidak jelas,” ujar Julianto kepada SNT di mapolres.

Namun, pengaduan Julianto masih dalam proses rencana dilakukan visum kepada korban. Sebab, setelah dikoordinasikan dengan pihak RSUD Pandan, dokter yang berkompeten untuk melakukan visum terhadap anak korban kekerasan seksual baru bisa besok, Rabu (9/8/2017) sekitar pukul 11.00 WIB.

“Untuk membuat laporan pengaduan harus ada visumnya, tadi sudah dikoordinasikan ke pihak RSUD Pandan, dokternya bisa besok jam 11. Petugas kami akan ikut mendampingi korban dan keluarganya,” ujar Kapolres Sibolga AKBP Benny Remus Hutajulu melalui Kasubbag Humas Iptu R Sormin.

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan anak-anak sebagai pelaku dan korbannya itu terjadi di Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga. Ketiga bocah yang diduga melakukannya disebut-sebut juga masih duduk di bangku SD dan SMP.

Tak disangka Melati sendiri mengaku kekerasan seksual yang bahkan sudah seperti adegan intim orang dewasa itu telah dialaminya berulang kali. Pelakunya ketiga temannya itu juga.

Informasi yang dihimpun saat pertemuan antara keluarga korban dan pelaku di kantor lurah kemarin malam, Melati mengaku terakhir “digituin” pada Sabtu (5/8/2017) siang di dalam sebuah bangunan baru namun belum ditempati. Peristiwa yang menggegerkan itu terungkap saat warga sekitar mendapati Melati menangis sambil berteriak-teriak, padahal tadinya dia hanya disuruh membeli sayur.

Saat ditanyai oleh warga, Melati yang belum sekolah itu mengaku dengan lugunya baru saja “dikerjai” oleh ketiga temannya itu. Warga kemudian melaporkannya ke petugas kepolisian dan aparat pemerintah di kelurahan setempat.

Tapi, atas dasar terduga pelakunya masih dibawah umur, kemudian diputuskan untuk dilakukan pertemuan mediasi di kantor kelurahan setempat pada malam harinya. Disepakati perdamaian secara kekeluargaan antara pihak keluarga korban dengan pelaku.

Lurah dan Bhabinkamtibmas setempat Aiptu Chandra Panjaitan membenarkan bahwa pada Sabtu (5/8/2017) malam kemarin telah dilakukan perdamaian dalam kasus tersebut. (Mora)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 SMARTNEWSTAPANULI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional