Smartnewstapanuli.com




Tabung gas 3 kg kembali langka di Padangsidimpuan

  • Sabtu, 5 Agustus 2017 | 16:09
  • / 12 Djulqa'dah 1438
  • Reporter:
  • 1454 Kali Dibaca
Tabung gas 3 kg kembali langka di Padangsidimpuan
Asran Siagian salah seorang penjual nasi dan kopi dikota Padangsidimpuan kesulitan dapatkan tabung gas 3 kg.

PADANGSIDIMPUAN – Gas elpiji 3 kg kembali langka sejak 2 minggu terahir di Kota Padangsidimpuan, Sumatera Utara. Akibatnya para pengguna elpiji bersubsidi di daerah itu harus “berburu” ke pinggiran kota untuk mendapatkan gas subsidi itu, meskipun dengan harga yang lebih mahal, Sabtu (5/8/2017).

Asran Siagian (48) salah satu pengusaha kedai nasi dan kopi di Lingkungan 1, Kecamatan Batu Nadua kepada wartawan mengaku sudah sejak pagi hari ia berkeliling untuk mencari elpiji 3 kg.

“Itu pun baru dapat siang hari di Desa Rimba Soping (pinggiran kota). Tapi harganya Rp30 ribu, padahal biasanya Rp20 ribu per tabung,” pungkasnya.

Terpisah, Endar Harahap warga Gang Raya, Kelurahan Batang Ayumi Julu, juga mengatakan hal yang sama. Untuk mencari tabung gas 3 kg, dirinya harus ke pinggiran kota.

“Saya dapatnya tabung gas 3 kg itu di pinggiran kota, karena di daerah itu warga kebanyakan memakai kayu bakar, jadi stok mereka tergolong cukup, itu pun harganya Rp28 ribu, biasanya hanya Rp20 ribu,” ungkapnya.

Sementara, pantauan wartawan di SPBU Kota Padangsidimpuan Tenggara yang biasanya memiliki stok elpiji 3 kg, ternyata juga kosong. Pegawai SPBU, Maratua Lubis, menjelaskan bahwa ada pengurangan stok dari pangkalan.

“Sudah seminggu terahir pangkalan tidak mengantar elpiji ke tempat kita,” ujarnya.

Saat ditanya apa penyebab pengurangan jatah itu, dia mengaku tidak mengetahuinya.

“Tak tahu apa alasannya. Maklumlah, saya hanya karyawan, jadi gak tahu apa alasannya,” pungkasnya. (Ucok Siregar)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 SMARTNEWSTAPANULI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional