Smartnewstapanuli.com




Razia “pondok kitik-kitik” di Mela, seorang wanita nekad lompat ke laut

  • Rabu, 2 Agustus 2017 | 21:52
  • / 9 Djulqa'dah 1438
  • Reporter:
  • 7363 Kali Dibaca
Razia “pondok kitik-kitik” di Mela, seorang wanita nekad lompat ke laut
Petugas saat menyelamatkan seorang wanita penghuni salah satu "pondok kitik-kitik" di Mela, Tapian Nauli, Tapanuli Tengah, yang nekad melompat ke laut karena takut terjaring razia petugas Satpol PP.

TAPTENG – Seorang wanita penghuni salah satu “pondok kitik-kitik” di tepi laut di kawasan perairan Mela, Kelurahan Tapian Nauli, Kecamatan Tapian Nauli, nekad melompat ke laut karena takut ditangkap oleh petugas Satpol PP Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) yang datang menggelar razia tempat maksiat, Rabu (2/8/2017) siang.

Usut punya usut, sebelumnya pria pasangan wanita itu rupanya telah lebih dulu kabur saat melihat petugas datang. Mungkin karena panik, wanita itu kemudian memutuskan untuk terjun ke laut menghindari petugas.

“Ada yang sedang berduaan, tapi saat petugas datang, laki-lakinya kabur dan tidak berhasil ditangkap. Pasangannya, si cewek, melompat ke laut karena takut ditangkap,” sebut Kepala Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Tapanuli Tengah Hikmal Batubara yang memimpin razia.

Setelah dibujuk, akhirnya wanita itu berhasil diselamatkan ke darat dalam keadaan basah kuyup.

Dalam razia itu, petugas berhasil mengamankan 4 orang diduga sebagai pelaku tindak maksiat dari beberapa lokasi, diantaranya SP (36), Rm (30), SZ (26) dan RZ (25). Mereka merupakan warga Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah. Keempatnya kemudian dibawa ke kantor Dinas Satpol PP di Kecamatan Pandan.

Selain itu, petugas juga merubuhkan sejumlah pondok kitik-kitik dari 11 lokasi yang dirazia.

Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani (kiri) saat memberi peringatan dan nasehat kepada keempat orang yang terjaring razia.

Bupati Tapanuli Tengah Bakhtiar Ahmad Sibarani sempat memberikan peringatan dan nasehat kepada keempat orang itu agar jangan lagi melakukan perbuatan serupa.

“Kita peringati mereka agar jangan melakukan perbuatan itu lagi. Kalau memang hubungannya serius, baiknya mereka langsung ke jenjang pernikahan, jangan keasyikan bermain di “pondok kitik-kitik”,” tandas Bakhtiar.

Setelah didata dan diberi pembinaan, keempatnya dilepas, namun sebelumnya membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya, dengan disaksikan oleh perwakilan pihak keluarga masing-masing. (Firmansyah)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 SMARTNEWSTAPANULI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional