Smartnewstapanuli.com




Bah! Kepala SDN ini hunjuk rekannya kepala sekolah lain jadi bendahara BOS-nya

  • Sabtu, 12 Agustus 2017 | 16:09
  • / 19 Djulqa'dah 1438
  • Reporter:
  • 1114 Kali Dibaca
Bah! Kepala SDN ini hunjuk rekannya kepala sekolah lain jadi bendahara BOS-nya
Gedung kantor SDN 153079 Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

TAPANULI TENGAH – Kebijakan penghunjukan bendahara dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Sekolah Dasar Negeri 153079 Pinangsori, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dari unsur luar sekolah menjadi kontroversi bagi kalangan tenaga pengajar sekolah itu. Dan ternyata, bendahara itu adalah kepala SDN yang lain.

“Memang benar kami mengambil bendahara BOS dari luar sekolah, tapi itu sudah persetujuan pimpinan kami dan sepengetahuan pihak dinas pendidikan,” ungkap Lenni Simarmata, kepala sekolahnya, kemarin.

Dia juga menjelaskan, penghunjukan bendahara dari luar sekolah itu juga karena tidak ada satu pun guru maupun tenaga pengajar di sekolah itu yang bersedia menjadi bendahara.

“Itu sudah sesuai dengan petunjuk dari dinas pendidikan (kabupaten) dan UPT di sini. Kemarin itu tak satu pun guru di sini yang bersedia menjadi bendahara BOS, dengan berbagai alasan. Dan kenapa jadi Kepala SDN 15306 Sitonong Bangun yang jadi bendahara kami, karena dia mampu dan sanggup,” ungkap Lenni lagi.

Penghunjukan yang tidak biasa itu pun menuai pertanyaan di kalangan guru di sekolah itu.

“Kalau tidak salah itu dibuatnya kawannya sesama kepala sekolah, ya pastilah digaji biar mau mencairkan dana BOS tahap kedua untuk 2017 ini,” ungkap salah satu tenaga pengajar yang tidak mau ditulis identitasnya.

Awak SNT kemudian menemui Kepala SDN 15306 Sitonong Bangun, Rahmadiany Br Ginting, sebagai orang yang dihunjuk. Dia pun membenarkan.

“Itu sudah selesai dibahas kemarin, jadi buat apa lagi kita bahas sekarang. Apa kata Ibu Simarmata, ya itu lah dia,” ungkap Rahmadiany.

Terkait besaran uang Rp1.000.000 yang diterimanya selaku bendahara BOS sekolah lain, Rahmadiany Br Ginting membantahnya. Dia mengakui hanya menandatangani SPJ yang dibuatkan oleh Lenni Simarmata.

“Wah itu tak benar, saya hanya menerima bayaran honor sebagaimana honorer bendahara BOS yang ditentukan. Tidak ada itu sekali tandatangan Rp1.000.000,” ungkapnya. (JP)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ©2017 SMARTNEWSTAPANULI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional