Smartnewstapanuli.com




Begini kronologis kecelakaan bus ALS rombongan calon haji di Tapanuli Utara

  • Jumat, 11 Agustus 2017 | 00:22
  • / 18 Djulqa'dah 1438
  • Reporter:
  • 10223 Kali Dibaca
Begini kronologis kecelakaan bus ALS rombongan calon haji di Tapanuli Utara
Personel kepolisian saat mengevakuasi korban kecelakaan di lokasi kejadian.

TARUTUNG – Polres Tapanuli Utara, Sumatera Utara menggelar konferensi pers terkait peristiwa kecelakaan bus ALS di Jalinsum Tarutung-Sipirok Km 31-32 Desa Lobu Pining, Kecamatan Pahae Julu, di mapolres setempat, Kamis (10/8/2017) malam. Kapolres AKBP Taripar Hutabarat menjelaskan kecelakaan itu menewaskan 2 orang, 1 diantaranya personelnya.

“Saat kejadian saya berada di sana, di depan mata saya kejadian tersebut,” kata Kapolres yang didampingi Wakapolres Kompol T Marpaung, Kasat Lantas AKP Lamhot Gultom, dan Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing.

Dijelaskannya, mereka berada di TKP sejak pukul 08.00 WIB, bersama 30 personil  TNI dari Koramil Pahae. Itu setelah pihaknya mendapat informasi telah terjadi kemacetan total akibat jalan tertutup tanah berlumpur, dari Polres Madina. Dan, diinformasikan bahwa ada rombongan bus ALS yang membawa jamaah calon haji dari Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang harus segera sampai ke Medan.

Kemacetan arus lalulintas memang benar terjadi, bahkan jalan tidak bisa dilalui kenderaan karena kondisinya sangat licin akibat tertutup lumpur kerukan tanah proyek pelebaran jalan. Sebab pagi itu turun hujan.

“Jadi macet total terjadi hingga sepanjang 5 km dari arah Sipirok dan 5 km dari arah Tarutung,” kata Kapolres sembari menerangkan TKP berada pada jalur tanjakan.

Bersama warga, sambungnya, jalan itu kemudian dibersihkan agar bisa dilalui kendaraan. Meski demikian, karena jalan masih licin, petugas kepolisian melakukan rekayasa lalulintas. Rekayasa dilakukan dengan membuka satu jalur saja dan mendahulukan kendaraan yang turun. Sementara kendaraan yang datang dari arah Tarutung lebih ditahan karena jalurnya tanjakan.

“Setelah kemacetan berkurang, kemudian kita memperioritaskan bus ALS dengan alasan membawa rombongan naik haji demi menghindari mereka dari keterlambatan keberangkatan, karena lebih dari 5 jam sudah mereka tertahan akibat macet,” paparnya.

Tampak bus ALS bertulis nomor 2 yang tergelincir lalu menabrak korban (terlihat tangannya di kolong depan) di lokasi kejadian.

 

Jamaah calon haji penumpang rombongan bus ALS saat dievakuasi petugas.

Dipaparkan Kapolres, rekayasa lalulintas itu walnya berjalan aman. Bus ALS pertama dan kedua berhasil melewati lokasi dengan aman. Namun saat bus ketiga, terjadi hambatan. Bus oleng ke kanan dan hampir masuk jurang. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, pihaknya kemudian berupaya mengevakuai bus secara manual, yakni beramai-ramai menahan bus. Bus ketiga pun berhasil dievakuasi dengan aman melewati titik rawan tersebut.

Namun tiba-tiba, bus keempat turun dengan kondisi tidak terkendali ke arah para polisi bersama warga yang tadinya selesai mengevakuasi bus ketiga.

“Rem-rem… jerit polisi dan warga. Namun bus terus meluncur dan menabrak para korban yang tidak sempat melompat ke jurang untuk menyelamatkan diri,” ungkap Kapolres sembari mengatakan setiap evakuasi bus, para jamaah calon haji sudah lebih dahulu diturunkan dan dirahkan berjalan kaki ke titik aman.

“Saya berteriak semua lompat menyelamatkan diri. Saya juga turut melompat ke jurang bersama dengan Kapolsek Pahae Julu,” kata Kapolres lagi.

Akibat kecelakaan tersebut, 2 orang meninggal dunia karena terseret bus. Keduanya yakni Brigadir David Marpaung dan Sobarudin Lubis, warga Mandailing Natal, pekerja proyek perbaikan jalan tersebut.

Kedua korban yang meninggal sebelumnya ikut membantu mengevakuasi para rombongan turun dari bus. Sementara 3 orang korban lainnya mengalami luka berat, 2 orang diantaranya dirawat di RSU Tarutung dan 1 orang lagi masih dirawat di Puskesmas Pahae Julu.

Terkait tugas melancarkan arus lalulintas, masih Kapolres, pihaknya sudah mengerahkan 30 orang personil Brimob dan 30 personil Sabhara Polres Tapanuli Utara, yakni untuk membersihkan tanah berlumpur dari badan jalan.

“Selain itu juga dikerahkan mobil damkar untuk menyirami jalan agar bersih dari lumpur,” pungkas Kapolres. (TS)

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
  • ¬©2017 SMARTNEWSTAPANULI

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional